Echinacea

Purple Coneflower | Echinacea purpurea
Nama
Echinacea (Purple Coneflower)
Nama Latin/Ilmiah
Echinacea purpurea
Bagian Digunakan
Akar, Daun, Bunga
Rasa
Bitter, pungent
Nama Lain
Sonnenhut (Jerman), Échinacée pourpre (Prancis), Equinácea púrpura (Spanyol), Echinacea ungu (Indonesia)
Asal
Amerika Serikat dan Kanada
Kandungan Utama
Alkamida, asam cichoric, polisakarida, dan flavonoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Echinacea

Echinacea purpurea, atau yang lebih dikenal sebagai bunga kerucut ungu, merupakan tanaman herbal asli Amerika Utara bagian timur. Dari famili Asteraceae, tanaman ini telah digunakan secara tradisional oleh suku asli Amerika untuk mengobati berbagai infeksi dan luka. Ciri khasnya adalah kelopak bunga berwarna ungu kemerahan yang menjuntai ke bawah mengelilingi kerucut tengah berwarna oranye kecokelatan. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah akar, bunga, dan daun, yang mengandung senyawa bioaktif seperti alkamida, asam sikorat, polisakarida, dan flavonoid. Senyawa-senyawa ini diyakini bekerja secara sinergis memberikan efek imunomodulator.

Baca Lebih Lanjut
Update: 24 Agu 2026 - 02:41:52
 

II. Ciri-ciri Echinacea

Tanaman ini asli dari padang rumput dan hutan terbuka di Amerika Utara. Mereka suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan tanah yang subur, berdrainase baik, serta cukup tahan kalau ketemu cuaca yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Echinacea (Echinacea purpurea):

Bagian Ciri-Ciri
Tinggi Tanaman Bisa tumbuh setinggi 60 sampai 120 cm dengan batang yang tegak dan kuat.
Akar Punya sistem perakaran serabut yang cukup dalam, jadi tanamannya kokoh.
Daun Daunnya berbentuk oval sampai lanset (runcing di ujung), teksturnya agak kasar dengan pinggiran yang bergerigi halus.
Bunga Bentuknya mirip bunga matahari kecil. Bagian tengahnya (cakram) menonjol ke atas dan berduri tajam seperti landak, warnanya cokelat keunguan. Kelopaknya (ray florets) berwarna ungu kemerahan dan cenderung melengkung ke bawah.
Masa Berbunga Biasanya mekar cantik di pertengahan musim panas sampai awal musim gugur.
Buah Buahnya berupa biji kecil yang kering (disebut achene) yang tersimpan di bagian tengah bunga yang sudah mengering.

III. Manfaat Echinacea

8 Manfaat Echinacea untuk kesehatan.

  1. Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

    Stimulasi fagositosis dan aktivasi makrofag melalui alkamid yang berikatan dengan reseptor CB2, peningkatan produksi sitokin pro-inflamasi (IL-1, TNF-α, IFN-γ) serta aktivasi jalur NF-κB oleh polisakarida dan asam sikorat.

    Senyawa Aktif: alkamida (dodeca-2E,4E,8Z,10Z-tetraenoic acid isobutylamide), asam sikorat (cichoric acid), polisakarida (arabinogalaktan)
    Tampilkan
  2. Modulasi Imun Non-Spesifik

    Peningkatan aktivitas sel NK, limfosit B dan T, serta sekresi imunoglobulin melalui aktivasi reseptor TLR-4 oleh polisakarida dan aktivasi jalur MAPK oleh alkamida.

    Senyawa Aktif: alkamida, polisakarida (arabinogalaktan), asam sikorat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis Lutut

    Penghambatan enzim COX-2 dan LOX, reduksi produksi NO dan PGE2 melalui alkamida yang memodulasi jalur NF-κB dan MAPK; asam sikorat menghambat aktivasi inflamasom NLRP3.

    Senyawa Aktif: alkamida (dodeca-2E,4E,8Z,10Z-tetraenoic acid isobutylamide), asam sikorat, derivat asam kafeat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Echinacea

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Echinacea.

  1. Dodeca-2E,4E,8E,10E-tetraenoic acid isobutylamide

    Golongan: Alkamida (Amida tak jenuh)
    Bagian Tanaman: Akar dan herba
    Aktivitas Farmakologis:
    Imunostimulan Dengan Meningkatkan Fagositosis Dan Produksi Sitokin; Antiinflamasi Melalui Inhibisi Siklooksigenase-2 (COX-2)..
    Tampilkan
  2. Asam sikorat (Cichoric acid)

    Golongan: Asam Fenolik (Derivat asam kafeat)
    Bagian Tanaman: Herba (daun dan batang), bunga
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan Kuat (penangkal Radikal Bebas), Antimikroba Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Candida Albicans, Serta Menghambat Aktivitas Hyaluronidase..
    Tampilkan
  3. Echinacoside

    Golongan: Asam Fenolik (Derivat asam kafeat)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktifitas Imunomodulator Dengan Meningkatkan Aktivitas Sel Natural Killer (NK), Antioksidan, Dan Antiinflamasi Melalui Jalur NF-κB..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Echinacea

Interaksi & Kontraindikasi Echinacea dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Vitamin C (asam askorbat)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ditemukan bukti interaksi merugikan yang signifikan pada dosis normal. Kombinasi ini umum digunakan untuk dukungan imunitas. Namun, pada gangguan ginjal atau riwayat batu oksalat, konsultasikan terlebih dahulu. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database)

  2. Kafein

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Echinacea purpurea dapat menghambat enzim CYP1A2 yang berperan dalam metabolisme kafein, sehingga meningkatkan kadar kafein dalam darah. Batasi konsumsi kafein dan pantau gejala seperti gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, dan insomnia. (Referensi: Drugs.com; Natural Medicines Comprehensive Database)

  3. Warfarin

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Penggunaan bersamaan berpotensi meningkatkan risiko perdarahan dan mengubah nilai INR. Pantau INR secara ketat dan gunakan hanya di bawah pengawasan dokter. (Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database; Drugs.com)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Echinacea

Echinacea (Echinacea purpurea) umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jangka pendek, namun beberapa individu dapat mengalami efek samping ringan. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Selain itu, reaksi pada kulit seperti ruam, gatal, dan urtikaria juga dapat terjadi, terutama pada individu yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman dari famili Asteraceae (seperti ragweed, marigold, dan aster).

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Echinacea

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Echinacea.

  1. Echinacea untuk pencegahan dan pengobatan infeksi saluran pernapasan atas: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Suplementasi Echinacea purpurea menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan atas sebesar 28% dan memperpendek durasi gejala sekitar 1,4 hari. Tidak ditemukan efek samping serius yang bermakna dibandingkan plasebo.
    Tampilkan
  2. Echinacea purpurea sebagai terapi tambahan pada pasien COVID-19: Uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Echinacea purpurea mempercepat perbaikan klinis dan menurunkan kadar protein C-reaktif dibandingkan plasebo. Durasi rawat inap pada kelompok Echinacea lebih pendek tanpa peningkatan efek samping.
    Tampilkan
  3. Echinacea purpurea untuk infeksi saluran pernapasan berulang pada anak: Uji klinis acak terkontrol

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Echinacea purpurea secara signifikan mengurangi frekuensi episode infeksi saluran pernapasan dan penggunaan antibiotik pada anak. Efek gastrointestinal ringan dilaporkan serupa dengan kelompok plasebo.
    Tampilkan

VIII. FAQ Echinacea

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Echinacea.

Apa kandungan fitokimia utama dalam Echinacea purpurea?
Echinacea purpurea mengandung alkamida, turunan asam kafeat (asam cikorat dan echinakosid), polisakarida, glikoprotein, serta flavonoid. Alkamida dan polisakarida memiliki aktivitas imunomodulator, seperti meningkatkan fagositosis makrofag dan aktivitas sel natural killer. Efek keseluruhan bersifat sinergis, sehingga ekstrak standar lebih banyak digunakan dalam penelitian. Referensi: Barnes J, Anderson LA, Gibbons S, Phillipson JD. J Pharm Pharmacol. 2005;57(8):929-954.
Apakah Echinacea purpurea terbukti mencegah atau mengobati pilek?
Sebagian bukti menunjukkan manfaat kecil, tetapi hasilnya tidak konsisten. Ulasan Cochrane 2014 menyimpulkan bahwa beberapa produk Echinacea dapat sedikit menurunkan risiko terkena pilek dan memperpendek durasi gejala bila digunakan pada awal gejala. Namun, karena sediaan uji berbeda-beda, efek ini tidak dapat digeneralisasikan ke semua produk Echinacea. Referensi: Karsch-Völk M, et al. Cochrane Database Syst Rev. 2014;2:CD000530.
Bagaimana dosis harian dan cara konsumsi Echinacea yang umum?
Dosis tergantung bagian tanaman dan jenis sediaan. Untuk akar kering, monograf herbal lazim menyarankan sekitar 0,9-3 g per hari dalam dosis terbagi, dapat dibuat seduhan/rebusan. Untuk tingtur 1:5 dengan etanol 45%, dosis umum adalah 0,5-1 mL tiga kali sehari. Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi sebaiknya dihindari; ikuti petunjuk produk dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Referensi: ESCOP Monographs: The Scientific Foundation for Herbal Medicinal Products.
Apa efek samping yang mungkin timbul?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti gangguan pencernaan, mual, rasa tidak enak di mulut, sakit kepala, dan pusing. Pada individu yang alergi terhadap tumbuhan suku Asteraceae (misalnya ragweed, krisan, atau marigold), Echinacea dapat memicu reaksi alergi seperti ruam dan gatal. Hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis jika muncul pembengkakan wajah atau kesulitan bernapas. Referensi: Mullins RJ, Heddle R. Ann Allergy Asthma Immunol. 2002;88(1):42-51.
Apakah Echinacea aman untuk bayi dan anak-anak?
Echinacea tidak disarankan untuk bayi dan anak kecil karena data keamanannya terbatas. Sebuah uji klinis acak pada anak usia 2-11 tahun tidak menemukan manfaat untuk mempercepat penyembuhan pilek dan justru menemukan peningkatan ruam dibanding plasebo. Oleh karena itu, penggunaan pada anak di bawah 12 tahun sebaiknya dihindari kecuali atas pengawasan dokter. Referensi: Taylor JA, et al. JAMA. 2003;290(21):2824-2830.
Bolehkah Echinacea digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan Echinacea selama kehamilan dan menyusui belum cukup diteliti. Sebagian besar monograf dan badan pengawas, seperti EMA, menyarankan untuk menghindarinya karena data tidak memadai. Satu studi prospektif terhadap 206 kehamilan dengan paparan Echinacea tidak menunjukkan peningkatan risiko malformasi mayor, tetapi keterbatasan studi membuatnya tidak bisa dijadikan jaminan keamanan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Referensi: Gallo M, et al. Arch Intern Med. 2000;160(20):3141-3143.
Apakah Echinacea berinteraksi dengan obat-obatan?
Studi klinis menunjukkan ekstrak akar Echinacea purpurea dapat memengaruhi aktivitas enzim sitokrom P450, terutama CYP1A2 dan CYP3A4. Ini berpotensi mengubah kadar obat yang dimetabolisme oleh enzim tersebut. Jika Anda sedang menggunakan obat resep, terutama imunosupresan atau obat dengan indeks terapi sempit, konsultasikan dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi Echinacea. Referensi: Gorski JC, et al. Clin Pharmacol Ther. 2004;75(2):89-100.
Bisakah Echinacea dipakai untuk menjaga daya tahan tubuh secara umum?
Echinacea tidak boleh dianggap sebagai pengganti pola makan sehat. Bukti yang paling mendukung adalah penggunaan pada awal gejala infeksi saluran napas atas, bukan penggunaan jangka panjang untuk 'meningkatkan imunitas' secara umum. Sebagai ahli gizi, saya tetap menekankan kecukupan protein, zinc, vitamin C dan D, tidur cukup, serta olahraga teratur sebagai fondasi imunitas yang lebih kuat. Referensi: Karsch-Völk M, et al. Cochrane Database Syst Rev. 2014;2:CD000530.

Lavender

Lavandula angustifolia

St. John's Wort

Hypericum perforatum

Cari: