Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Echinacea untuk pencegahan dan pengobatan infeksi saluran pernapasan atas: Tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
    Sampel:
    20 uji klinis acak, melibatkan 4.280 partisipan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Beragam; umumnya 2.400–3.000 mg/hari ekstrak Echinacea purpurea selama 4–16 minggu, atau mulai dikonsumsi saat gejala awal.
    Temuan:
    Suplementasi Echinacea purpurea menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan atas sebesar 28% dan memperpendek durasi gejala sekitar 1,4 hari. Tidak ditemukan efek samping serius yang bermakna dibandingkan plasebo.
  2. Echinacea purpurea sebagai terapi tambahan pada pasien COVID-19: Uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    90 pasien dewasa terkonfirmasi COVID-19 dengan gejala ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak tiga kali sehari selama 14 hari, diberikan sebagai terapi tambahan.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Echinacea purpurea mempercepat perbaikan klinis dan menurunkan kadar protein C-reaktif dibandingkan plasebo. Durasi rawat inap pada kelompok Echinacea lebih pendek tanpa peningkatan efek samping.
  3. Echinacea purpurea untuk infeksi saluran pernapasan berulang pada anak: Uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    120 anak berusia 4–12 tahun dengan riwayat infeksi saluran pernapasan berulang
    Dosis/Durasi:
    2–6 mL sediaan sirup Echinacea per hari (tergantung usia) selama 12 minggu.
    Temuan:
    Echinacea purpurea secara signifikan mengurangi frekuensi episode infeksi saluran pernapasan dan penggunaan antibiotik pada anak. Efek gastrointestinal ringan dilaporkan serupa dengan kelompok plasebo.
  4. Efek suplementasi Echinacea purpurea terhadap fungsi imunitas dan kejadian infeksi saluran pernapasan pada dewasa sehat

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    75 orang dewasa sehat berusia 20–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    1.500 mg/hari ekstrak Echinacea purpurea (dibagi dua kali pemberian) selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Echinacea purpurea meningkatkan aktivitas sel natural killer dan kadar IgA saliva. Kejadian infeksi saluran pernapasan selama 12 minggu lebih rendah pada kelompok Echinacea dibandingkan plasebo.
  5. Echinacea purpurea dalam pencegahan dan pengobatan pilek: Tinjauan sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    15 uji klinis acak dengan total 2.800 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 500–5.000 mg/hari; durasi pemberian bervariasi antara 3 hari hingga 4 bulan.
    Temuan:
    Bukti menunjukkan Echinacea purpurea memperpendek durasi pilek dan mengurangi keparahan gejala secara moderat. Heterogenitas produk dan dosis membuat efek gabungan sulit digeneralisasi.
  6. Meta-analisis efek Echinacea purpurea terhadap lama dan keparahan infeksi saluran pernapasan atas

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 uji klinis acak dengan 1.960 pasien
    Dosis/Durasi:
    Dosis berkisar 1.000–4.000 mg/hari; durasi 2–16 minggu dalam studi yang dianalisis.
    Temuan:
    Echinacea purpurea secara signifikan memperpendek lama infeksi saluran pernapasan atas sekitar 1,2 hari. Skor keparahan gejala juga menurun dibandingkan plasebo.
  7. Echinacea purpurea sebagai profilaksis infeksi saluran pernapasan pada atlet: Uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    60 atlet endurance berusia 18–35 tahun
    Dosis/Durasi:
    400 mg ekstrak Echinacea purpurea dua kali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Echinacea purpurea menurunkan insiden dan durasi infeksi saluran pernapasan selama periode latihan intensif. Kadar IgA saliva meningkat secara signifikan pada kelompok perlakuan.

Advertisement


Cari: