Advertisement
Mandragora officinarum, yang dikenal sebagai mandrake, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Solanaceae yang berasal dari kawasan Mediterania. Seluruh bagiannya mengandung alkaloid tropana seperti atropin dan skopolamin, yang menjadikannya beracun sekaligus berkhasiat dalam pengobatan tradisional. Akarnya yang tebal dan bercabang sering menyerupai bentuk manusia, sehingga memunculkan berbagai mitos dan praktik magis sejak zaman kuno.
Tumbuh subur di daerah Mediterania, biasanya di lahan terbuka yang berbatu, padang rumput, atau area yang agak gersang dengan drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Mandragora (Mandragora officinarum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Bentuknya ikonik banget, sering bercabang menyerupai sosok tubuh manusia (antropomorfik), warnanya cokelat keabu-abuan, dan punya tekstur yang tebal serta berdaging. |
| Daun | Tumbuh langsung dari pangkal akar (tanpa batang yang menjulang tinggi), bentuknya lonjong lebar atau oval dengan permukaan yang agak berkerut, dan tersusun membentuk roset besar di atas tanah. |
| Bunga | Keluar dari pusat roset, punya bentuk seperti lonceng dengan lima kelopak, warnanya bervariasi mulai dari putih kehijauan, ungu pucat, hingga kebiruan. |
| Buah | Berbentuk bulat menyerupai tomat kecil atau beri yang berdaging, warnanya berubah dari hijau saat muda menjadi kuning cerah atau jingga saat matang, dan aromanya sangat khas/menyengat. |
| Tinggi Tanaman | Tanaman ini tergolong rendah atau pendek (pendek merambat) karena tidak memiliki batang utama yang tegak. |
6 Manfaat Mandragora untuk kesehatan.
Skopolamin (hiosin) dan hiossiamin bekerja sebagai antagonis kompetitif pada reseptor muskarinik asetilkolin M1/M2 di sistem saraf pusat. Blokade M1 menurunkan eksitasi kolinergik kortikal dan sistem limbik, sehingga menghasilkan sedasi, penurunan kecemasan, dan amnesia anterograde pada dosis yang cukup.
Atropin dan hiossiamin memblokade reseptor muskarinik M3 pada otot polos saluran cerna. Hambatan ini mengganggu jalur sinyal Gq/PLC/IP3 sehingga pelepasan kalsium intraselular menurun dan kontraksi otot polos berkurang.
Senyawa fenolat dan alkaloid tropan dapat meningkatkan permeabilitas membran bakteri, mengganggu potensi membran sel, serta menghambat enzim respirasi mikrob. Skopoletin dan asam klorogenat turut berkontribusi terhadap efek bakteriostatik.
Advertisement
6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mandragora.
Interaksi & Kontraindikasi Mandragora dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Tanaman Mandrake (Mandragora officinarum) dikenal kaya akan alkaloid tropana yang sangat beracun, termasuk skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Senyawa-senyawa antikolinergik ini bekerja dengan cara memblokir reseptor asetilkolin muskarinik di sistem saraf pusat dan perifer, yang memicu berbagai manifestasi klinis yang parah. Efek samping sistemik yang paling sering dilaporkan meliputi kekeringan pada mulut yang ekstrim, penglihatan kabur akibat midriasis (pembesaran pupil) dan siklopegia (kelumpuhan akomodasi mata), takikardia, kesulitan buang air kecil (retensi urin), serta konstipasi berat. Toksisitas pada sistem saraf pusat dapat bermanifestasi sebagai halusinasi visual dan auditori yang kuat, delirium, kebingungan akut, amnesia, kejang, hingga koma pada kasus keracunan berat.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mandragora.