Mandragora

Mandrake | Mandragora officinarum
Mandragora
Nama
Mandragora (Mandrake)
Nama Latin/Ilmiah
Mandragora officinarum
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit, getir

Nama Lain
Mandragore (Perancis), alraune (Jerman), mandrágora (Spanyol), mandragola (Italia)
Asal
Mandrake (Mandragora officinarum) berasal dari kawasan Mediterania, Eropa selatan, dan Afrika Utara.
Kandungan Utama
Hiosiamin, skopolamin, atropin, mandragorin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Mandragora

Mandragora officinarum, yang dikenal sebagai mandrake, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Solanaceae yang berasal dari kawasan Mediterania. Seluruh bagiannya mengandung alkaloid tropana seperti atropin dan skopolamin, yang menjadikannya beracun sekaligus berkhasiat dalam pengobatan tradisional. Akarnya yang tebal dan bercabang sering menyerupai bentuk manusia, sehingga memunculkan berbagai mitos dan praktik magis sejak zaman kuno.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 12:58:20
 

II. Ciri-ciri Mandragora

Tumbuh subur di daerah Mediterania, biasanya di lahan terbuka yang berbatu, padang rumput, atau area yang agak gersang dengan drainase tanah yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Mandragora (Mandragora officinarum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Bentuknya ikonik banget, sering bercabang menyerupai sosok tubuh manusia (antropomorfik), warnanya cokelat keabu-abuan, dan punya tekstur yang tebal serta berdaging.
Daun Tumbuh langsung dari pangkal akar (tanpa batang yang menjulang tinggi), bentuknya lonjong lebar atau oval dengan permukaan yang agak berkerut, dan tersusun membentuk roset besar di atas tanah.
Bunga Keluar dari pusat roset, punya bentuk seperti lonceng dengan lima kelopak, warnanya bervariasi mulai dari putih kehijauan, ungu pucat, hingga kebiruan.
Buah Berbentuk bulat menyerupai tomat kecil atau beri yang berdaging, warnanya berubah dari hijau saat muda menjadi kuning cerah atau jingga saat matang, dan aromanya sangat khas/menyengat.
Tinggi Tanaman Tanaman ini tergolong rendah atau pendek (pendek merambat) karena tidak memiliki batang utama yang tegak.

III. Manfaat Mandragora

6 Manfaat Mandragora untuk kesehatan.

  1. Sedasi dan efek ansiolitik

    Skopolamin (hiosin) dan hiossiamin bekerja sebagai antagonis kompetitif pada reseptor muskarinik asetilkolin M1/M2 di sistem saraf pusat. Blokade M1 menurunkan eksitasi kolinergik kortikal dan sistem limbik, sehingga menghasilkan sedasi, penurunan kecemasan, dan amnesia anterograde pada dosis yang cukup.

    Senyawa Aktif: Skopolamin (hiosin), Hiossiamin, Atropin
    Tampilkan
  2. Antispasmodik gastrointestinal

    Atropin dan hiossiamin memblokade reseptor muskarinik M3 pada otot polos saluran cerna. Hambatan ini mengganggu jalur sinyal Gq/PLC/IP3 sehingga pelepasan kalsium intraselular menurun dan kontraksi otot polos berkurang.

    Senyawa Aktif: Hiossiamin, Atropin, Mandragorin
    Tampilkan
  3. Aktivitas antimikroba

    Senyawa fenolat dan alkaloid tropan dapat meningkatkan permeabilitas membran bakteri, mengganggu potensi membran sel, serta menghambat enzim respirasi mikrob. Skopoletin dan asam klorogenat turut berkontribusi terhadap efek bakteriostatik.

    Senyawa Aktif: Skopoletin, Asam Klorogenat, Skopolamin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Mandragora

6 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Mandragora.

  1. Hyoscyamine

    Golongan: Alkaloid (tropan)
    Bagian Tanaman: Akar (terutama bagian korteks akar)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimuskarinik: Antagonis Kompetitif Asetilkolin Pada Reseptor Muskarinik. Obat Murni Hiosiamin/atropin Digunakan Sebagai Antispasmodik, Midriatik, Dan Antidot Keracunan Organofosfat..
    Tampilkan
  2. Scopolamine

    Golongan: Alkaloid (tropan)
    Bagian Tanaman: Akar dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimuskarinik Sentral; Pada Obat Murni: Antiemetik Untuk Mabuk Perjalanan, Sedasi Ringan, Pencegahan Mual Pascaoperasi..
    Tampilkan
  3. Atropine (dl-hyoscyamine)

    Golongan: Alkaloid (tropan; produk rasemisasi)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimuskarinik; Obat Resep Untuk Bradikardia, Resusitasi Jantung, Dan Antidot Keracunan Organofosfat..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+3)

V. Interaksi & Kontraindikasi Mandragora

Interaksi & Kontraindikasi Mandragora dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan dengan inhibitor asetilkolinesterase (misalnya donepezil, rivastigmine)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Terjadi efek antagonis pada reseptor muskarinik yang dapat menurunkan efektivitas obat. Monitor respons terapi dan gejala pasien.

  2. Penggunaan pada penderita Gangguan fungsi hati atau ginjal

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Metabolisme dan ekskresi alkaloid tropane dapat menurun, sehingga meningkatkan risiko toksisitas. Gunakan dengan pengawasan ketat dan pertimbangkan penyesuaian dosis.

  3. Penggunaan dengan alkohol atau depresan SSP (misalnya benzodiazepin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena risiko sedasi berlebihan, kebingungan, dan gangguan fungsi kognitif.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+10)

VI. Efek Samping Mandragora

Tanaman Mandrake (Mandragora officinarum) dikenal kaya akan alkaloid tropana yang sangat beracun, termasuk skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Senyawa-senyawa antikolinergik ini bekerja dengan cara memblokir reseptor asetilkolin muskarinik di sistem saraf pusat dan perifer, yang memicu berbagai manifestasi klinis yang parah. Efek samping sistemik yang paling sering dilaporkan meliputi kekeringan pada mulut yang ekstrim, penglihatan kabur akibat midriasis (pembesaran pupil) dan siklopegia (kelumpuhan akomodasi mata), takikardia, kesulitan buang air kecil (retensi urin), serta konstipasi berat. Toksisitas pada sistem saraf pusat dapat bermanifestasi sebagai halusinasi visual dan auditori yang kuat, delirium, kebingungan akut, amnesia, kejang, hingga koma pada kasus keracunan berat.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Mandragora

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Mandragora.

Apakah mandrake aman dikonsumsi sebagai herbal sehari-hari?
Tidak aman. Seluruh tanaman, terutama akar, mengandung alkaloid tropana (−)-hyoscyamine, atropine, dan scopolamine yang bersifat antikolinergik kuat. Tidak ada dosis oral yang diketahui aman untuk konsumsi herbal; risiko keracunan fatal jauh lebih besar daripada manfaat. Frohne, D., & Pfänder, H.J. (2004). Poisonous Plants: A Handbook for Doctors, Pharmacists, Toxicologists, Biologists and Veterinarians.
Bagaimana mandrake bekerja di dalam tubuh?
Alkaloid dalam mandrake, terutama atropine dan scopolamine, menghambat reseptor muskarinik asetilkolin secara kompetitif. Efeknya meliputi penghambatan sekresi kelenjar, peningkatan denyut jantung, relaksasi otot polos, midriasis, gangguan kognitif, dan halusinasi. Bruneton, J. (1999). Toxic Plants Dangerous to Humans and Animals.
Apa gejala keracunan mandrake?
Gejala muncul dalam 30–60 menit setelah paparan: mulut dan kulit kering, haus, wajah kemerahan, pupil melebar, penglihatan kabur, takikardia, agitasi, disorientasi, halusinasi, kejang, dan depresi pernapasan. Kasus berat dapat berakibat koma dan kematian. Barceloux, D.G. (2008). Medical Toxicology of Natural Substances.
Apakah mandrake dapat digunakan untuk insomnia atau kecemasan?
Secara tradisional mandrake pernah digunakan sebagai sedatif dan hipnotik, tetapi penggunaan ini sangat berbahaya. Scopolamine memang memiliki efek sedatif, tetapi rentang dosis terapeutik sangat sempit; dosis sedikit berlebih dapat menyebabkan delirium dan toksisitas antikolinergik. Oleh karena itu, tidak direkomendasikan untuk pengobatan insomnia atau kecemasan. Schultes, R.E., & Hofmann, A. (1979). Plants of the Gods: Their Sacred, Healing, and Hallucinogenic Powers.
Bisakah mandrake digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak. Anak-anak jauh lebih sensitif terhadap alkaloid tropana, dan bahkan paparan kecil dapat menyebabkan gejala antikolinergik berat seperti hipertermia, kejang, dan koma. Tidak ada dosis pediatrik yang aman; mandrake tidak boleh digunakan pada bayi atau anak-anak. Frohne, D., & Pfänder, H.J. (2004). Poisonous Plants: A Handbook for Doctors, Pharmacists, Toxicologists, Biologists and Veterinarians.
Apakah mandrake aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak. Alkaloid tropana dapat melewati plasenta dan berisiko menyebabkan efek antikolinergik pada janin, termasuk takikardia dan gangguan perfusi plasenta. Pada ibu menyusui, alkaloid dapat masuk ke dalam ASI dan berpotensi menimbulkan efek toksik pada bayi; atropine juga dapat menekan laktasi. Mandrake tidak aman selama kehamilan dan menyusui. Barceloux, D.G. (2008). Medical Toxicology of Natural Substances.
Apa yang harus dilakukan jika seseorang menelan mandrake?
Anggap sebagai keadaan darurat medis. Jangan memicu muntah kecuali diperintahkan tenaga kesehatan. Segera bawa ke unit gawat darurat untuk dekomtaminasi gastrointestinal, terapi suportif, dan pemberian antidotum fisostigmin pada kasus intoksikasi antikolinergik berat. Bruneton, J. (1999). Toxic Plants Dangerous to Humans and Animals.
Apakah mandrake memiliki manfaat medis modern?
Ya, tetapi bukan sebagai herbal mentah. Atropine dan scopolamine yang berasal dari tanaman Solanaceae seperti mandrake digunakan dalam pengobatan modern untuk anestesi, antidotum organofosfat, antiemetik, dan antiaritmia. Namun, penggunaan fitofarmaka harus berbasis senyawa terstandar dan di bawah pengawasan medis, bukan konsumsi langsung mandrake. Sneader, W. (2005). Drug Discovery: A History.

California Poppy

Eschscholzia californica

Belladonna

Atropa belladonna

Cari: