Belladonna

Atropa belladonna
Nama
Belladonna
Nama Latin/Ilmiah
Atropa belladonna
Bagian Digunakan
Daun, Akar
Rasa
Manis
Nama Lain
Deadly nightshade (Inggris), belladone (Perancis), tollkirsche (Jerman), beladona (Portugal), güzel avrat otu (Turki)
Asal
Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat.
Kandungan Utama
Atropin, hiosiamin, skopolamin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Belladonna

Atropa belladonna, yang dikenal sebagai kecubung hitam atau deadly nightshade, adalah tumbuhan perdu tahunan dari famili Solanaceae yang tumbuh liar di kawasan Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Seluruh bagian tumbuhan ini mengandung alkaloid tropana, terutama atropin, skopolamin, dan hiosiamin, yang menjadikannya salah satu tanaman paling beracun di dunia. Nama “belladonna” berasal dari bahasa Italia yang berarti “wanita cantik”, merujuk pada kebiasaan wanita Venesia pada abad pertengahan yang meneteskan ekstrak tumbuhan ini ke mata untuk melebarkan pupil demi penampilan yang memikat—efek yang justru berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan sementara.

Baca Lebih Lanjut
Update: 18 Agu 2026 - 15:00:05
 

II. Ciri-ciri Belladonna

Tanaman ini suka tumbuh di tempat yang agak teduh dan lembap, biasanya di area hutan yang tanahnya kaya kapur atau di bekas lahan garapan. Mereka asli dari Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Karakteristik/ciri-ciri Belladonna (Atropa belladonna):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya sistem perakaran yang kuat, tebal, dan bercabang, warnanya pucat kecokelatan.
Batang Tumbuh tegak, bercabang banyak, dan tingginya bisa mencapai 1,5 meter dengan tekstur yang agak berbulu halus saat masih muda.
Daun Bentuknya oval atau lonjong dengan ujung yang runcing. Letaknya berselang-seling, dan biasanya ada satu daun besar yang berpasangan dengan daun yang lebih kecil di tangkai yang sama.
Bunga Bentuknya mirip lonceng atau terompet yang menggantung, warnanya ungu kusam dengan sedikit gradasi kuning kehijauan di bagian pangkal.
Buah Berbentuk bulat seperti beri, awalnya hijau lalu berubah menjadi hitam mengilap saat sudah matang. Hati-hati, buah ini sangat beracun meski terlihat menggoda seperti ceri.
Biji Jumlahnya sangat banyak di dalam buah beri, berukuran kecil dengan warna cokelat tua atau hitam.

III. Manfaat Belladonna

6 Manfaat Belladonna untuk kesehatan.

  1. Keracunan organofosfat/karbamat (antidotum terhadap efek muskarinik)

    Atropin secara kompetitif menghambat reseptor muskarinik asetilkolin (mAChR), terutama subtipe M2 di jantung dan M3 pada otot polos bronkus, saluran cerna, serta kelenjar eksokrin. Pada keracunan organofosfat/karbamat terjadi akumulasi asetilkolin karena inhibisi asetilkolinesterase; atropin memblokir efek muskarinik tersebut sehingga mengatasi bradikardia, bronkospasme, bronkorea, miosis, dan sekresi berlebihan.

    Senyawa Aktif: Atropin, (-)-hiosiamin, Skopolamin
    Tampilkan
  2. Perlambatan perkembangan miopia pada anak

    Atropin menghambat reseptor muskarinik, terutama M1 dan M4, di retina/sklera dan memengaruhi pensinyalan dopamin/asetilkolin yang berperan dalam remodelling sklera. Efek akhirnya berupa penekanan pemanjangan aksial bola mata. Mekanisme pasti masih belum sepenuhnya dipahami.

    Senyawa Aktif: Atropin, Hiosiamin, Skopolamin
    Tampilkan
  3. Siklopegia dan midriasis untuk refraksi oftalmologi serta terapi uveitis anterior

    Atropin menghambat reseptor M3 pada sfingter iris dan otot siliaris, menyebabkan dilatasi pupil dan paralisis akomodasi. Pada uveitis anterior, imobilisasi iris dan otot siliaris membantu mengurangi nyeri serta mencegah pembentukan sinekia posterior.

    Senyawa Aktif: Atropin, Hiosiamin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+3)

Advertisement


IV. Kandungan Belladonna

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Belladonna.

  1. (-)-Hiosiamin; atropin adalah bentuk rasematnya

    Golongan: Alkaloid tropan
    Bagian Tanaman: Daun dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antagonis Reseptor Muskarinik; Antispasmodik; Midriatik; Digunakan Sebagai Atropin Murni Untuk Bradikardia Dan Antidotum Keracunan Organofosfat..
    Tampilkan
  2. Skopolamin (hiosin)

    Golongan: Alkaloid tropan
    Bagian Tanaman: Daun dan akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimuskarinik; Antiemetik; Digunakan Sebagai Skopolamin Murni Untuk Mencegah Mabuk Perjalanan Dan Mual/muntah Pascaoperasi..
    Tampilkan
  3. Apoatropin (atropamin)

    Golongan: Alkaloid tropan (produk degradasi)
    Bagian Tanaman: Daun dan akar; terutama pada sediaan yang telah lama disimpan
    Aktivitas Farmakologis:
    Efek Antimuskarinik Lemah; Tidak Digunakan Secara Klinis. Data Farmakologi Sangat Terbatas..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Belladonna

Interaksi & Kontraindikasi Belladonna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Antasida (mengandung Mg/Al hidroksida)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Berikan jarak minimal 2 jam antara penggunaan antasida dan belladonna karena dapat menurunkan absorpsi belladonna.

  2. Demam tinggi / lingkungan panas

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena efek antikolinergik dapat menghambat keringat dan meningkatkan risiko hipertermia.

  3. Hipertiroidisme

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Gunakan dengan sangat hati-hati; efek kardiovaskular belladonna dapat diperberat pada pasien hipertiroid.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+13)

VI. Efek Samping Belladonna

Belladonna (Atropa belladonna) mengandung alkaloid tropana yang kuat, terutama atropin, skopolamin, dan hiosiamin. Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai antagonis kompetitif pada reseptor asetilkolin muskarinik, yang mengakibatkan hambatan pada sistem saraf parasimpatis (efek antikolinergik). Efek samping sistemik yang umum terjadi meliputi kekeringan pada mulut (xerostomia), penglihatan kabur akibat midriasis (pembesaran pupil) dan siklopegia (kehilangan akomodasi visual), takikardia, konstipasi, retensi urin, serta penurunan keringat (anhidrosis) yang dapat memicu peningkatan suhu tubuh secara signifikan (hipertermia).

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Belladonna

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Belladonna.

Apakah Belladonna aman dikonsumsi sebagai teh herbal untuk kesehatan sehari-hari?
Tidak. Seluruh bagian tanaman Atropa belladonna mengandung alkaloid tropan—terutama atropin, skopolamin, dan hiosiamin—yang sangat toksik. Konsumsi sebagai teh atau suplemen tanpa standarisasi dapat menyebabkan keracunan serius. Menurut European Medicines Agency (EMA) Public statement on the use of herbal medicinal products containing belladonna, sediaan herbal belladonna tidak memiliki tingkat keamanan yang memadai untuk penggunaan bebas.
Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Belladonna?
Efek samping timbul akibat penghambatan reseptor muskarinik asetilkolin: mulut kering, penglihatan kabur, kulit kering dan merah, sembelit, retensi urine, takikardia, dan hipertermia. Pada dosis tinggi dapat terjadi halusinasi, kejang, depresi pernapasan, dan koma. Goldfrank's Toxicologic Emergencies menjelaskan bahwa toksisitas antikolinergik dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis segera.
Apakah Belladonna dapat digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak. Anak-anak sangat rentan terhadap keracunan alkaloid tropan; gejala neurologis dan kardiovaskular dapat muncul cepat. Buah belladonna yang manis sering menarik perhatian anak dan menyebabkan keracunan. Kew Science mencatat bahwa insiden keracunan pada anak akibat konsumsi buah Atropa belladonna sudah dikenal luas. Sediaan farmasi yang mengandung belladonna hanya boleh diberikan atas resep dokter, bukan sebagai herbal bebas.
Apakah Belladonna aman untuk ibu hamil atau menyusui?
Tidak ada bukti keamanan herbal belladonna untuk ibu hamil dan menyusui. Alkaloid tropan dapat menembus plasenta dan diekskresikan dalam ASI, sehingga berisiko terhadap janin dan bayi. Drugs and Lactation Database (LactMed) menyebutkan bahwa atropin masuk ke ASI dan senyawa antikolinergik dapat menimbulkan efek pada bayi; oleh karena itu belladonna sebaiknya dihindari dan hanya digunakan berdasarkan pertimbangan dokter.
Apakah Belladonna dapat digunakan untuk mengatasi sakit maag atau kram perut?
Ekstrak belladonna digunakan dalam sediaan farmasi sebagai antispasmodik untuk mengurangi kontraksi otot polos saluran cerna. Namun yang digunakan adalah alkaloid murni dengan dosis terstandar, bukan tanaman mentah. Martindale: The Complete Drug Reference menyatakan atropin sulfat dapat digunakan untuk mengurangi motilitas gastrointestinal dan sekresi asam, tetapi penggunaannya harus dalam pengawasan medis.
Bagaimana mekanisme kerja Belladonna di dalam tubuh?
Alkaloid tropan dalam belladonna bekerja sebagai antagonis kompetitif pada reseptor muskarinik asetilkolin, menghambat efek saraf parasimpatis. Akibatnya terjadi penurunan sekresi kelenjar, peningkatan denyut jantung, dilatasi pupil, dan relaksasi otot polos tertentu. Rang and Dale's Pharmacology menyebut mekanisme ini sebagai dasar efek antikolinergik yang juga digunakan dalam pengobatan.
Apa pertolongan pertama pada keracunan Belladonna?
Segera bawa pasien ke unit gawat darurat; jangan menunda atau memicu muntah tanpa instruksi tenaga medis. Di rumah sakit, pasien dapat diberikan arang aktif untuk mengurangi absorbsi serta fisostigmin sebagai antidotum efek antikolinergik sentral, disertai perawatan suportif. Goldfrank's Toxicologic Emergencies menekankan bahwa tindakan ini harus dilakukan oleh profesional kesehatan.
Apakah benar Belladonna bisa dipakai untuk diet atau menurunkan berat badan?
Tidak. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan belladonna untuk menurunkan berat badan. Efek antikolinergiknya dapat menyebabkan takikardia, mulut kering, dan gangguan irama jantung; risiko keracunan jauh lebih besar daripada manfaat yang diklaim. Natural Medicines Comprehensive Database mengkategorikan belladonna sebagai tidak aman untuk penggunaan tanpa pengawasan dan tanpa bukti efektivitas untuk indikasi diet.

Mandragora

Mandragora officinarum

Kecubung

Datura stramonium

Cari: