Advertisement
Atropa belladonna, yang dikenal sebagai kecubung hitam atau deadly nightshade, adalah tumbuhan perdu tahunan dari famili Solanaceae yang tumbuh liar di kawasan Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Seluruh bagian tumbuhan ini mengandung alkaloid tropana, terutama atropin, skopolamin, dan hiosiamin, yang menjadikannya salah satu tanaman paling beracun di dunia. Nama “belladonna” berasal dari bahasa Italia yang berarti “wanita cantik”, merujuk pada kebiasaan wanita Venesia pada abad pertengahan yang meneteskan ekstrak tumbuhan ini ke mata untuk melebarkan pupil demi penampilan yang memikat—efek yang justru berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan sementara.
Tanaman ini suka tumbuh di tempat yang agak teduh dan lembap, biasanya di area hutan yang tanahnya kaya kapur atau di bekas lahan garapan. Mereka asli dari Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Karakteristik/ciri-ciri Belladonna (Atropa belladonna):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Punya sistem perakaran yang kuat, tebal, dan bercabang, warnanya pucat kecokelatan. |
| Batang | Tumbuh tegak, bercabang banyak, dan tingginya bisa mencapai 1,5 meter dengan tekstur yang agak berbulu halus saat masih muda. |
| Daun | Bentuknya oval atau lonjong dengan ujung yang runcing. Letaknya berselang-seling, dan biasanya ada satu daun besar yang berpasangan dengan daun yang lebih kecil di tangkai yang sama. |
| Bunga | Bentuknya mirip lonceng atau terompet yang menggantung, warnanya ungu kusam dengan sedikit gradasi kuning kehijauan di bagian pangkal. |
| Buah | Berbentuk bulat seperti beri, awalnya hijau lalu berubah menjadi hitam mengilap saat sudah matang. Hati-hati, buah ini sangat beracun meski terlihat menggoda seperti ceri. |
| Biji | Jumlahnya sangat banyak di dalam buah beri, berukuran kecil dengan warna cokelat tua atau hitam. |
6 Manfaat Belladonna untuk kesehatan.
Atropin secara kompetitif menghambat reseptor muskarinik asetilkolin (mAChR), terutama subtipe M2 di jantung dan M3 pada otot polos bronkus, saluran cerna, serta kelenjar eksokrin. Pada keracunan organofosfat/karbamat terjadi akumulasi asetilkolin karena inhibisi asetilkolinesterase; atropin memblokir efek muskarinik tersebut sehingga mengatasi bradikardia, bronkospasme, bronkorea, miosis, dan sekresi berlebihan.
Atropin menghambat reseptor muskarinik, terutama M1 dan M4, di retina/sklera dan memengaruhi pensinyalan dopamin/asetilkolin yang berperan dalam remodelling sklera. Efek akhirnya berupa penekanan pemanjangan aksial bola mata. Mekanisme pasti masih belum sepenuhnya dipahami.
Atropin menghambat reseptor M3 pada sfingter iris dan otot siliaris, menyebabkan dilatasi pupil dan paralisis akomodasi. Pada uveitis anterior, imobilisasi iris dan otot siliaris membantu mengurangi nyeri serta mencegah pembentukan sinekia posterior.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Belladonna.
Interaksi & Kontraindikasi Belladonna dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Belladonna (Atropa belladonna) mengandung alkaloid tropana yang kuat, terutama atropin, skopolamin, dan hiosiamin. Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai antagonis kompetitif pada reseptor asetilkolin muskarinik, yang mengakibatkan hambatan pada sistem saraf parasimpatis (efek antikolinergik). Efek samping sistemik yang umum terjadi meliputi kekeringan pada mulut (xerostomia), penglihatan kabur akibat midriasis (pembesaran pupil) dan siklopegia (kehilangan akomodasi visual), takikardia, konstipasi, retensi urin, serta penurunan keringat (anhidrosis) yang dapat memicu peningkatan suhu tubuh secara signifikan (hipertermia).
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Belladonna.