Advertisement
Atropa belladonna, yang dikenal sebagai kecubung hitam atau deadly nightshade, adalah tumbuhan perdu tahunan dari famili Solanaceae yang tumbuh liar di kawasan Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat. Seluruh bagian tumbuhan ini mengandung alkaloid tropana, terutama atropin, skopolamin, dan hiosiamin, yang menjadikannya salah satu tanaman paling beracun di dunia. Nama “belladonna” berasal dari bahasa Italia yang berarti “wanita cantik”, merujuk pada kebiasaan wanita Venesia pada abad pertengahan yang meneteskan ekstrak tumbuhan ini ke mata untuk melebarkan pupil demi penampilan yang memikat—efek yang justru berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan sementara.
6 Manfaat Belladonna untuk kesehatan.
Atropin secara kompetitif menghambat reseptor muskarinik asetilkolin (mAChR), terutama subtipe M2 di jantung dan M3 pada otot polos bronkus, saluran cerna, serta kelenjar eksokrin. Pada keracunan organofosfat/karbamat terjadi akumulasi asetilkolin karena inhibisi asetilkolinesterase; atropin memblokir efek muskarinik tersebut sehingga mengatasi bradikardia, bronkospasme, bronkorea, miosis, dan sekresi berlebihan.
Atropin menghambat reseptor muskarinik, terutama M1 dan M4, di retina/sklera dan memengaruhi pensinyalan dopamin/asetilkolin yang berperan dalam remodelling sklera. Efek akhirnya berupa penekanan pemanjangan aksial bola mata. Mekanisme pasti masih belum sepenuhnya dipahami.
Atropin menghambat reseptor M3 pada sfingter iris dan otot siliaris, menyebabkan dilatasi pupil dan paralisis akomodasi. Pada uveitis anterior, imobilisasi iris dan otot siliaris membantu mengurangi nyeri serta mencegah pembentukan sinekia posterior.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Belladonna.