Daun Sembung

Sembung Leaf | Blumea balsamifera
Nama
Daun Sembung (Sembung Leaf)
Nama Latin/Ilmiah
Blumea balsamifera
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit, pedas
Nama Lain
Sambong (Philippines), Da feng ai (China), Sembung (Indonesia), Krathin (Thailand), Balsam blumea (India)
Asal
Indonesia, Filipina, Thailand, India, Cina
Kandungan Utama
Minyak atsiri, flavonoid, saponin, tanin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Sembung

Blumea balsamifera, yang dikenal luas sebagai daun sembung, adalah tumbuhan semak tahunan dari famili Asteraceae yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki tinggi mencapai 1–4 meter dengan daun berbentuk lonjong dan tepi bergerigi yang mengeluarkan aroma khas saat diremas. Secara tradisional, daun sembung telah digunakan dalam pengobatan herbal untuk mengatasi berbagai penyakit seperti demam, batuk, masuk angin, serta gangguan pencernaan. Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan minyak atsiri memberikan efek antiinflamasi, analgesik, dan antimikroba yang membuatnya bernilai tinggi dalam farmakologi modern.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 06:41:29
 

II. Ciri-ciri Daun Sembung

Tanaman ini suka tumbuh di tempat terbuka yang agak lembap, seperti di pinggir sungai, ladang, atau padang rumput. Bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Daun Sembung (Blumea balsamifera):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Lonjong sampai bulat telur, ujungnya runcing dengan pangkal yang menyempit.
Tepi Daun Bergerigi kasar atau bergigi ganda, kadang terlihat seperti ada anak daun kecil di dekat pangkalnya.
Permukaan Daun Bagian atas berwarna hijau dengan rambut halus, sedangkan bagian bawah tertutup rambut tebal seperti beludru berwarna putih keabu-abuan.
Tekstur Dan Aroma Daunnya terasa agak kasar dan punya aroma khas seperti kamper atau minyak kayu putih kalau diremas.
Susunan Daun Daun tunggal yang letaknya berseling pada batang.
Ukuran Panjang daun bisa mencapai 10-30 cm dengan lebar sekitar 2-10 cm.

III. Manfaat Daun Sembung

8 Manfaat Daun Sembung untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Ekstrak daun sembung menghambat produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui supresi jalur NF-κB dan menurunkan aktivitas COX-2 serta LOX. Senyawa flavonoid seperti blumeatin dan kuersetin juga menghambat enzim 5-lipooksigenase.

    Senyawa Aktif: Blumeatin, Kuersetin, Kamper
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antimikroba Spektrum Luas

    Minyak atsiri dan flavonoid merusak membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada jamur, serta mengganggu pompa efluks bakteri. Senyawa borneol dan kamper menunjukkan afinitas tinggi terhadap protein dinding sel.

    Senyawa Aktif: Kamper, Borneol, β-Kariofilena
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Polifenol dan flavonoid dalam daun sembung mengkhelat logam transisi, menangkal radikal bebas (DPPH, ABTS), serta mengaktivasi faktor transkripsi Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx).

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Asam Klorogenat, Blumeatin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Sembung

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Sembung.

  1. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Antipruritik, Dan Stimulan Pernapasan Melalui Aktivasi Reseptor TRPV1 Dan TRPM8.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Neuroprotektif, Antioksidan, Dan Meningkatkan Penetrasi Obat Melalui Sawar Darah-otak. Juga Memiliki Aktivitas Antiinflamasi Dengan Menghambat NF-κB.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Agonis Reseptor CB2 (kanabinoid), Antiinflamasi, Gastroprotektif, Dan Antinociceptif Tanpa Efek Psikoaktif.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Daun Sembung

Interaksi & Kontraindikasi Daun Sembung dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Senyawa dalam sembung dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kurangi atau hindari karena belum ada data keamanan yang memadai. Dapat terbawa ke ASI dan memengaruhi bayi.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan Pembekuan Darah (misal hemofilia, trombosit rendah)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan. Sembung memiliki efek antikoagulan yang dapat memperburuk risiko perdarahan.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Daun Sembung

Daun Sembung (Blumea balsamifera) umumnya dianggap aman bila digunakan secara tradisional, namun penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan iritasi lambung akibat kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi di dalamnya. Selain itu, beberapa individu yang memiliki sensitivitas tinggi dapat mengalami reaksi alergi pada kulit, seperti dermatitis kontak atau ruam kemerahan, setelah bersentuhan langsung dengan ekstrak atau daun segarnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Daun Sembung

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Daun Sembung.

  1. Tinjauan Komprehensif Aspek Botani, Fitokimia, dan Farmakologi Daun Sembung (Blumea balsamifera)

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Daun sembung mengandung flavonoid dan minyak atsiri yang berperan dalam aktivitas anti-inflamasi, diuretik, dan anti-urolitiasis. Tinjauan ini menegaskan potensi daun sembung sebagai kandidat fitofarmaka yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Efek Diuretik dan Anti-Urolitiasis Ekstrak Etanol Daun Sembung pada Tikus yang Diinduksi Etilen Glikol

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun sembung dosis 250–500 mg/kgBB meningkatkan volume urin dan menurunkan jumlah kristal kalsium oksalat secara signifikan. Efek terbaik terdapat pada dosis 500 mg/kgBB dibandingkan kontrol positif.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Anti-Inflamasi Ekstrak Etil Asetat Daun Sembung pada Makrofag RAW264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Ekstrak etil asetat daun sembung menghambat produksi nitrit oksida serta menurunkan ekspresi TNF-α dan IL-6 secara signifikan. Aktivitas anti-inflamasi ini didukung oleh kandungan flavonoid dan asam klorogenat.
    Tampilkan

VIII. FAQ Daun Sembung

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Daun Sembung.

Apa saja senyawa fitokimia utama yang terkandung dalam daun sembung (Blumea balsamifera)?
Daun sembung mengandung berbagai senyawa bioaktif, antara lain flavonoid (seperti krisin, luteolin, dan kuersetin), saponin, tanin, alkaloid, steroid, dan minyak atsiri yang mengandung borneol, kamfor, dan sineol. Studi fitokimia oleh Laksmita et al. (2020) mengidentifikasi adanya flavonoid dan fenolik dengan aktivitas antioksidan kuat.
Bagaimana cara konsumsi daun sembung yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Konsumsi daun sembung paling umum dalam bentuk rebusan atau infusa. Ambil 5–10 gram daun kering atau 10–15 gram daun segar, rebus dalam 200 ml air hingga mendidih, lalu minum 1–2 kali sehari. Untuk penggunaan luar, daun segar dapat ditumbuk dan ditempelkan pada luka atau area peradangan. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) menyarankan penggunaan bahan herbal dalam dosis moderat dan tidak berlebihan.
Apakah daun sembung aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan daun sembung pada ibu hamil dan menyusui belum diteliti secara memadai. Kandungan minyak atsiri dan senyawa aktif seperti borneol dapat bersifat stimulan pada rahim, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kontraksi dini. WHO (2015) menyarankan untuk menghindari herbal yang belum teruji keamanannya selama kehamilan dan menyusui. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan.
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan daun sembung?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti mual, gangguan pencernaan, atau alergi kulit pada penggunaan topikal. Penggunaan dosis tinggi atau jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lambung dan hepatotoksisitas karena kandungan alkaloid dan minyak atsiri. Sebuah studi toksisitas oleh Siregar et al. (2018) menunjukkan bahwa ekstrak daun sembung dosis >2 g/kg BB dapat menyebabkan kerusakan hati pada tikus.
Bisakah daun sembung digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Penggunaan daun sembung pada bayi dan anak-anak tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena sistem metabolisme dan detoksifikasi mereka belum matang. Kandungan senyawa aktif seperti minyak atsiri dapat menyebabkan iritasi saluran cerna dan reaksi alergi. American Academy of Pediatrics (2019) menekankan bahwa herbal tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 2 tahun tanpa rekomendasi dokter.
Apa saja manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah terhadap daun sembung?
Beberapa manfaat yang telah diteliti antara lain: aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (Sari et al., 2020), efek antiinflamasi pada model edema tikus (Utami et al., 2019), serta potensi hepatoprotektif pada kerusakan hati akibat parasetamol. Penelitian klinis masih terbatas, sehingga klaim manfaat belum dapat digeneralisasi untuk manusia.
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat menggunakan daun sembung?
Daun sembung dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin) karena kandungan kumarin alami yang berpotensi meningkatkan risiko perdarahan. Efek diuretiknya juga dapat memengaruhi obat antihipertensi dan diuretik konvensional. Menurut Natural Medicines Comprehensive Database, sebaiknya hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang dimetabolisme oleh enzim CYP450.

Mangkokan

Nothopanax scutellarium

Iler

Coleus scutellarioides

Cari: