Advertisement
Cymbopogon nardus, yang dikenal luas sebagai citronella grass atau sereh wangi, adalah tanaman rumput tahunan asli Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini dibudidayakan secara komersial terutama untuk kandungan minyak atsiri dalam daunnya yang memiliki aroma khas mirip lemon dan tanah. Berbeda dengan sereh dapur (Cymbopogon citratus) yang lebih sering digunakan sebagai bumbu masak, C. nardus memiliki kandungan geraniol dan citronellal yang lebih tinggi, menjadikannya bahan baku utama dalam industri pengharum, sabun, dan terutama sebagai pengusir serangga alami. Daunnya yang panjang, runcing, dan berwarna hijau kebiruan tumbuh rumpun menjulang hingga 2 meter, dengan batang semu yang padat dan rizoma yang kuat.
Sereh wangi paling seneng hidup di daerah tropis dengan sinar matahari penuh dan tanah yang gembur. Biasanya gampang ditemukan di lahan terbuka, kebun, atau lereng pegunungan dengan drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Serai Wangi (Cymbopogon nardus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tipe Tumbuhan | Tumbuhan rumput menahun yang tumbuh berumpun dengan bau khas yang sangat kuat (aromatik). |
| Akar | Sistem perakaran serabut yang cukup kuat dan dalam untuk menopang rumpunnya. |
| Batang | Batang tidak berkayu, berbentuk silindris, berwarna hijau keputihan atau keunguan, dan sebenarnya merupakan kumpulan pelepah daun yang saling menutup. |
| Daun | Bentuknya memanjang seperti pita, permukaannya agak kasar, tepinya tajam, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Kalau diremas, keluar aroma wangi yang khas. |
| Bunga | Jarang sekali berbunga, tapi kalau muncul, bunganya berupa malai yang terdiri dari bulir-bulir kecil (spikelet) yang menggantung. |
8 Manfaat Serai Wangi untuk kesehatan.
Minyak atsiri dan ekstrak C. nardus menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Selain itu, senyawa citronellal dan geraniol menekan jalur NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Senyawa monoterpen seperti citronellal dan citronellol berinteraksi dengan membran sel bakteri dan jamur, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Pada bakteri Gram-positif, terjadi inhibisi sintesis dinding sel, sedangkan pada jamur terjadi kerusakan membran ergosterol.
Ekstrak C. nardus kaya akan flavonoid dan asam fenolik (asam klorogenat, asam ferulat) yang mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas, menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS). Juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Serai Wangi.
Interaksi & Kontraindikasi Serai Wangi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sereh wangi (Cymbopogon nardus) umumnya aman bila digunakan sebagai aromaterapi atau diencerkan untuk penggunaan topikal, namun minyak esensialnya dapat menimbulkan berbagai efek samping jika tidak digunakan dengan benar. Efek samping yang paling umum pada kulit adalah dermatitis kontak, iritasi lokal, dan sensitisasi kulit, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau bila minyak tidak diencerkan dengan minyak pembawa (carrier oil). Kandungan senyawa aktif seperti sitronellal dan geraniol dapat memicu reaksi alergi berupa kemerahan, rasa terbakar, gatal, dan timbulnya ruam pada lokasi aplikasi.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Serai Wangi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Serai Wangi.