Serai Wangi

Citronella Grass | Cymbopogon nardus
Serai Wangi
Nama
Serai Wangi (Citronella Grass)
Nama Latin/Ilmiah
Cymbopogon nardus
Famili
Bagian Digunakan
Batang, Daun
Rasa
Lemon

Nama Lain
Citronela (Spanyol), zitronengras (Jerman), ta-krai hom (Thailand), citronelle (Perancis)
Asal
Sri Lanka, India
Kandungan Utama
Sitronelal, geraniol, sitronelol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Serai Wangi

Cymbopogon nardus, yang dikenal luas sebagai citronella grass atau sereh wangi, adalah tanaman rumput tahunan asli Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini dibudidayakan secara komersial terutama untuk kandungan minyak atsiri dalam daunnya yang memiliki aroma khas mirip lemon dan tanah. Berbeda dengan sereh dapur (Cymbopogon citratus) yang lebih sering digunakan sebagai bumbu masak, C. nardus memiliki kandungan geraniol dan citronellal yang lebih tinggi, menjadikannya bahan baku utama dalam industri pengharum, sabun, dan terutama sebagai pengusir serangga alami. Daunnya yang panjang, runcing, dan berwarna hijau kebiruan tumbuh rumpun menjulang hingga 2 meter, dengan batang semu yang padat dan rizoma yang kuat.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 14:59:13
 

II. Ciri-ciri Serai Wangi

Sereh wangi paling seneng hidup di daerah tropis dengan sinar matahari penuh dan tanah yang gembur. Biasanya gampang ditemukan di lahan terbuka, kebun, atau lereng pegunungan dengan drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Serai Wangi (Cymbopogon nardus):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Tumbuhan Tumbuhan rumput menahun yang tumbuh berumpun dengan bau khas yang sangat kuat (aromatik).
Akar Sistem perakaran serabut yang cukup kuat dan dalam untuk menopang rumpunnya.
Batang Batang tidak berkayu, berbentuk silindris, berwarna hijau keputihan atau keunguan, dan sebenarnya merupakan kumpulan pelepah daun yang saling menutup.
Daun Bentuknya memanjang seperti pita, permukaannya agak kasar, tepinya tajam, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Kalau diremas, keluar aroma wangi yang khas.
Bunga Jarang sekali berbunga, tapi kalau muncul, bunganya berupa malai yang terdiri dari bulir-bulir kecil (spikelet) yang menggantung.

III. Manfaat Serai Wangi

8 Manfaat Serai Wangi untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Minyak atsiri dan ekstrak C. nardus menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Selain itu, senyawa citronellal dan geraniol menekan jalur NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Citronellal, Geraniol, Sitronelol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Senyawa monoterpen seperti citronellal dan citronellol berinteraksi dengan membran sel bakteri dan jamur, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Pada bakteri Gram-positif, terjadi inhibisi sintesis dinding sel, sedangkan pada jamur terjadi kerusakan membran ergosterol.

    Senyawa Aktif: Citronellal, Sitronelol, Geraniol
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Ekstrak C. nardus kaya akan flavonoid dan asam fenolik (asam klorogenat, asam ferulat) yang mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas, menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS). Juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Serai Wangi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Serai Wangi.

  1. Citronellal

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli, Efek Antiinflamasi, Serta Repelan Serangga..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba (terhadap Candida Albicans), Antioksidan, Dan Potensi Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Efek Sedatif Ringan, Repelan Serangga, Dan Aktivitas Antijamur..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Serai Wangi

Interaksi & Kontraindikasi Serai Wangi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan oral atau topikal dalam dosis tinggi karena dapat merangsang kontraksi uterus. Tidak ada data keamanan yang memadai. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Keamanan belum ditetapkan. Kandungan senyawa aktif dapat masuk ke ASI. Sebaiknya hindari penggunaan kecuali di bawah pengawasan medis.

  3. Anak-anak (usia <6 tahun)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Risiko iritasi kulit dan efek toksik jika tertelan. Hindari penggunaan oral pada bayi dan anak kecil. Untuk topikal, gunakan dalam konsentrasi rendah dan uji sensitivitas terlebih dahulu.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+13)

VI. Efek Samping Serai Wangi

Sereh wangi (Cymbopogon nardus) umumnya aman bila digunakan sebagai aromaterapi atau diencerkan untuk penggunaan topikal, namun minyak esensialnya dapat menimbulkan berbagai efek samping jika tidak digunakan dengan benar. Efek samping yang paling umum pada kulit adalah dermatitis kontak, iritasi lokal, dan sensitisasi kulit, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau bila minyak tidak diencerkan dengan minyak pembawa (carrier oil). Kandungan senyawa aktif seperti sitronellal dan geraniol dapat memicu reaksi alergi berupa kemerahan, rasa terbakar, gatal, dan timbulnya ruam pada lokasi aplikasi.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Serai Wangi

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Serai Wangi.

  1. Efektivitas Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus) sebagai Repelan terhadap Nyamuk Aedes aegypti: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa minyak C. nardus secara signifikan menurunkan risiko gigitan nyamuk dengan risk ratio gabungan 0,27 (95% CI 0,19–0,38). Peningkatan konsentrasi di atas 10% tidak memberikan tambahan proteksi yang bermakna.
    Tampilkan
  2. Potensi Nanoemulsi Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus) sebagai Larvasida Aedes aegypti

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Nanoemulsi minyak C. nardus memiliki LC50 sebesar 54,2 ppm terhadap larva A. aegypti setelah 24 jam paparan. Efektivitasnya lebih tinggi dibandingkan minyak murni karena ukuran partikel nanoemulsi yang lebih kecil.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antijamur Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus) terhadap Candida albicans secara In Vitro

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Minyak C. nardus menghambat pertumbuhan C. albicans dengan diameter zona hambat 15,8 mm pada konsentrasi 10%. Aktivitas fungisida minimal terjadi pada konsentrasi 2,5%.
    Tampilkan

VIII. FAQ Serai Wangi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Serai Wangi.

Apa perbedaan utama antara Cymbopogon nardus (serai wangi) dan Cymbopogon citratus (serai dapur) dari segi fitokimia dan penggunaan?
Cymbopogon nardus mengandung kadar sitronellal dan geraniol yang lebih tinggi, menjadikannya efektif sebagai repelan serangga, sedangkan Cymbopogon citratus kaya akan sitral dan lebih sering digunakan sebagai bumbu masakan atau teh herbal. Perbedaan komposisi ini didukung oleh studi dalam Journal of Essential Oil Research (2018) yang menunjukkan bahwa minyak atsiri C. nardus memiliki aktivitas anti-nyamuk yang lebih kuat.
Apakah aman mengonsumsi teh atau infus dari daun Cymbopogon nardus untuk kesehatan sehari-hari?
Konsumsi oral Cymbopogon nardus tidak dianjurkan karena kandungan sitronellal yang tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung dan efek toksik pada dosis besar. Berbeda dengan serai dapur, serai wangi umumnya hanya digunakan secara topikal atau aromaterapi. Penelitian dalam Food and Chemical Toxicology (2016) mencatat bahwa LD50 oral minyak C. nardus pada tikus adalah 4,2 g/kg, yang menunjukkan potensi toksisitas jika dikonsumsi tanpa pengawasan.
Bagaimana cara penggunaan minyak esensial citronella yang aman pada bayi dan anak-anak?
Minyak esensial citronella tidak boleh dioleskan langsung pada kulit bayi atau anak di bawah 2 tahun karena risiko iritasi dan sensitisasi. Untuk anak yang lebih besar, gunakan dalam bentuk enceran (maksimal 0,5-1% dalam minyak pembawa) dan hindari area wajah. Studi dalam Pediatric Dermatology (2019) menekankan bahwa penggunaan repelan nabati pada bayi harus disetujui dokter karena potensi reaksi alergi.
Apakah ibu hamil dan menyusui boleh menggunakan produk berbasis Cymbopogon nardus?
Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan minyak esensial citronella secara topikal maupun inhalasi karena kurangnya data keamanan. Beberapa senyawa seperti sitronellal dapat menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan janin. Sebuah tinjauan dalam Reproductive Toxicology (2020) menyimpulkan bahwa penggunaan minyak atsiri selama kehamilan hanya direkomendasikan jika ada pengawasan medis.
Apa efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan topikal minyak citronella?
Efek samping meliputi iritasi kulit, kemerahan, dan reaksi alergi kontak, terutama pada individu dengan kulit sensitif. Penggunaan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan sensasi terbakar atau dermatitis. Data dari Contact Dermatitis (2017) menunjukkan bahwa sitronellal dan geraniol merupakan alergen potensial yang sering menyebabkan reaksi pada uji tempel.
Bagaimana mekanisme fitokimia Cymbopogon nardus dalam mengusir nyamuk?
Komponen utama sitronellal dan geraniol bekerja dengan mengganggu reseptor olfaktori nyamuk, sehingga menghalangi deteksi karbon dioksida dan bau tubuh manusia. Studi dalam Journal of Insect Science (2015) membuktikan bahwa minyak atsiri C. nardus memiliki efikasi repelan hingga 85% selama 2 jam, setara dengan DEET dosis rendah.
Apakah Cymbopogon nardus memiliki manfaat kesehatan lain selain sebagai repelan serangga?
Penelitian awal menunjukkan potensi antioksidan dan anti-inflamasi dari ekstrak C. nardus, namun bukti klinis masih terbatas. Sebuah studi dalam Phytotherapy Research (2021) melaporkan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Meskipun demikian, penggunaan untuk terapi internal tidak dianjurkan tanpa konsultasi ahli karena risiko toksisitas.

Beluntas

Pluchea indica

Suji

Dracaena angustifolia

Cari: