• Herbapedia.id

Citronella Grass / Sereh Wangi

Cymbopogon nardus
Nama: Citronella Grass / Sereh Wangi
Nama Latin/Ilmiah: Cymbopogon nardus
Famili: Poaceae

Kandungan:
Sitronelal, geraniol, sitronelol
Nama Lain:
Ceylon citronella (Sri Lanka), citronela (Spanyol), zitronengras (Jerman), ta-krai hom (Thailand), citronelle (Perancis)
Asal:
Sri Lanka, India
Bagian Utama:
Batang, Daun
Rasa:
Lemon

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Citronella Grass / Sereh Wangi

Cymbopogon nardus, yang dikenal luas sebagai citronella grass atau sereh wangi, adalah tanaman rumput tahunan asli Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini dibudidayakan secara komersial terutama untuk kandungan minyak atsiri dalam daunnya yang memiliki aroma khas mirip lemon dan tanah. Berbeda dengan sereh dapur (Cymbopogon citratus) yang lebih sering digunakan sebagai bumbu masak, C. nardus memiliki kandungan geraniol dan citronellal yang lebih tinggi, menjadikannya bahan baku utama dalam industri pengharum, sabun, dan terutama sebagai pengusir serangga alami. Daunnya yang panjang, runcing, dan berwarna hijau kebiruan tumbuh rumpun menjulang hingga 2 meter, dengan batang semu yang padat dan rizoma yang kuat.

Advertisement

Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan sinar matahari penuh. Perakarannya yang dangkal namun menyebar membuatnya mudah tumbuh di berbagai jenis tanah, asalkan drainasenya baik. Perbanyakan dilakukan dengan membagi anakan atau stek rumpun karena bijinya seringkali steril. Sereh wangi memiliki ketahanan alami terhadap sebagian besar hama karena minyak esensialnya sendiri bersifat repelen, sehingga sangat cocok ditanam di sekitar rumah atau kebun sebagai penghalau nyamuk tanpa menggunakan bahan kimia. Proses pemanenan dilakukan dengan memotong daun sekitar 10–15 cm di atas permukaan tanah, dan tanaman dapat dipanen setiap 2–3 bulan sekali, menghasilkan panen berkelanjutan selama bertahun-tahun.

Minyak atsiri dari Cymbopogon nardus diekstrak melalui destilasi uap dari daun segar atau kering. Komponen utamanya, citronellal, geraniol, dan citronellol, memberikan aroma segar serta sifat antiseptik, antijamur, dan antinyamuk. Kegunaan utamanya adalah sebagai bahan aktif dalam lilin, lotion, spray, dan gel pengusir serangga. Minyak ini juga digunakan dalam aromaterapi untuk mengurangi stres dan kelelahan. Di Indonesia, sereh wangi telah lama menjadi tanaman perkebunan rakyat di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, dengan hasil yang diekspor ke berbagai negara. Penanaman sereh wangi tidak hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga mendukung ekosistem karena fungsinya sebagai pengusir serangga alami dan tanaman penutup tanah yang mencegah erosi.

Update: 29 Jul 2026 - 23:16:25

 

II. Manfaat Citronella Grass / Sereh Wangi

Manfaat Citronella Grass / Sereh Wangi untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

    Minyak atsiri dan ekstrak C. nardus menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 (PGE2) dan leukotrien. Selain itu, senyawa citronellal dan geraniol menekan jalur NF-κB, sehingga mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Citronellal, Geraniol, Sitronelol
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas

    Senyawa monoterpen seperti citronellal dan citronellol berinteraksi dengan membran sel bakteri dan jamur, meningkatkan permeabilitas dan menyebabkan kebocoran sitoplasma. Pada bakteri Gram-positif, terjadi inhibisi sintesis dinding sel, sedangkan pada jamur terjadi kerusakan membran ergosterol.

    Senyawa Aktif: Citronellal, Sitronelol, Geraniol
    Tampilkan
  3. Antioksidan

    Ekstrak C. nardus kaya akan flavonoid dan asam fenolik (asam klorogenat, asam ferulat) yang mendonorkan atom hidrogen kepada radikal bebas, menetralkan spesies oksigen reaktif (ROS). Juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase.

    Tampilkan
  4. Antidiabetes (Penurun Glukosa Darah)

    Citronellal dan geraniol menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dan α-amilase di usus, memperlambat absorbsi karbohidrat. Juga meningkatkan sekresi insulin melalui stimulasi sel beta pankreas dan memperbaiki sensitivitas insulin melalui aktivasi jalur AMPK.

    Senyawa Aktif: Citronellal, Geraniol, Sitronelol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Citronella Grass / Sereh Wangi

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Citronella Grass / Sereh Wangi.

  1. Citronellal

    Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli, Efek Antiinflamasi, Serta Repelan Serangga..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antimikroba (terhadap Candida Albicans), Antioksidan, Dan Potensi Antiinflamasi..
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Efek Sedatif Ringan, Repelan Serangga, Dan Aktivitas Antijamur..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Citronella Grass / Sereh Wangi

Kehamilan

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan oral atau topikal dalam dosis tinggi karena dapat merangsang kontraksi uterus. Tidak ada data keamanan yang memadai. Konsultasikan dengan dokter sebelum penggunaan.

Menyusui

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Keamanan belum ditetapkan. Kandungan senyawa aktif dapat masuk ke ASI. Sebaiknya hindari penggunaan kecuali di bawah pengawasan medis.

Anak-anak (usia <6 tahun)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Risiko iritasi kulit dan efek toksik jika tertelan. Hindari penggunaan oral pada bayi dan anak kecil. Untuk topikal, gunakan dalam konsentrasi rendah dan uji sensitivitas terlebih dahulu.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Citronella Grass / Sereh Wangi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Citronella Grass / Sereh Wangi.

Apa perbedaan utama antara Cymbopogon nardus (serai wangi) dan Cymbopogon citratus (serai dapur) dari segi fitokimia dan penggunaan?
Cymbopogon nardus mengandung kadar sitronellal dan geraniol yang lebih tinggi, menjadikannya efektif sebagai repelan serangga, sedangkan Cymbopogon citratus kaya akan sitral dan lebih sering digunakan sebagai bumbu masakan atau teh herbal. Perbedaan komposisi ini didukung oleh studi dalam Journal of Essential Oil Research (2018) yang menunjukkan bahwa minyak atsiri C. nardus memiliki aktivitas anti-nyamuk yang lebih kuat.
Apakah aman mengonsumsi teh atau infus dari daun Cymbopogon nardus untuk kesehatan sehari-hari?
Konsumsi oral Cymbopogon nardus tidak dianjurkan karena kandungan sitronellal yang tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung dan efek toksik pada dosis besar. Berbeda dengan serai dapur, serai wangi umumnya hanya digunakan secara topikal atau aromaterapi. Penelitian dalam Food and Chemical Toxicology (2016) mencatat bahwa LD50 oral minyak C. nardus pada tikus adalah 4,2 g/kg, yang menunjukkan potensi toksisitas jika dikonsumsi tanpa pengawasan.
Bagaimana cara penggunaan minyak esensial citronella yang aman pada bayi dan anak-anak?
Minyak esensial citronella tidak boleh dioleskan langsung pada kulit bayi atau anak di bawah 2 tahun karena risiko iritasi dan sensitisasi. Untuk anak yang lebih besar, gunakan dalam bentuk enceran (maksimal 0,5-1% dalam minyak pembawa) dan hindari area wajah. Studi dalam Pediatric Dermatology (2019) menekankan bahwa penggunaan repelan nabati pada bayi harus disetujui dokter karena potensi reaksi alergi.
Apakah ibu hamil dan menyusui boleh menggunakan produk berbasis Cymbopogon nardus?
Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan minyak esensial citronella secara topikal maupun inhalasi karena kurangnya data keamanan. Beberapa senyawa seperti sitronellal dapat menembus plasenta dan memengaruhi perkembangan janin. Sebuah tinjauan dalam Reproductive Toxicology (2020) menyimpulkan bahwa penggunaan minyak atsiri selama kehamilan hanya direkomendasikan jika ada pengawasan medis.
Apa efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan topikal minyak citronella?
Efek samping meliputi iritasi kulit, kemerahan, dan reaksi alergi kontak, terutama pada individu dengan kulit sensitif. Penggunaan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan sensasi terbakar atau dermatitis. Data dari Contact Dermatitis (2017) menunjukkan bahwa sitronellal dan geraniol merupakan alergen potensial yang sering menyebabkan reaksi pada uji tempel.
Bagaimana mekanisme fitokimia Cymbopogon nardus dalam mengusir nyamuk?
Komponen utama sitronellal dan geraniol bekerja dengan mengganggu reseptor olfaktori nyamuk, sehingga menghalangi deteksi karbon dioksida dan bau tubuh manusia. Studi dalam Journal of Insect Science (2015) membuktikan bahwa minyak atsiri C. nardus memiliki efikasi repelan hingga 85% selama 2 jam, setara dengan DEET dosis rendah.
Apakah Cymbopogon nardus memiliki manfaat kesehatan lain selain sebagai repelan serangga?
Penelitian awal menunjukkan potensi antioksidan dan anti-inflamasi dari ekstrak C. nardus, namun bukti klinis masih terbatas. Sebuah studi dalam Phytotherapy Research (2021) melaporkan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Meskipun demikian, penggunaan untuk terapi internal tidak dianjurkan tanpa konsultasi ahli karena risiko toksisitas.

Beluntas

Pluchea indica

Suji Leaf / Daun Suji

Dracaena angustifolia