Sampel:
Minyak atsiri C. nardus dari Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan; masing-masing dianalisis dengan tiga ulangan.
Dosis/Durasi:
Tidak ada dosis terapeutik; uji DPPH dilakukan pada rentang konsentrasi 10–80 μg/mL.
Temuan:
Kandungan utama minyak C. nardus adalah sitronelal, geraniol, dan sitronelol dengan rentang berturut-turut 28,4–32,1%, 14,7–19,2%, dan 8,3–11,6%. Sampel dari Sumatera Utara menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 48,2 μg/mL.