Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efektivitas Ekstrak Paeonia lactiflora dalam Mengurangi Gejala Depresi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review & Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 620 partisipan dewasa yang didiagnosis depresi ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    Paeoniflorin 200–400 mg/hari selama 6–8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Paeonia lactiflora secara signifikan menurunkan skor depresi dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol.
  2. Paeoniflorin Memperbaiki Kolitis Ulseratif melalui Penghambatan Jalur NF-κB dan Inflamasi NLRP3 pada Mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 yang diinduksi DSS (dextran sulfate sodium) untuk model kolitis ulseratif
    Dosis/Durasi:
    Paeoniflorin 50 dan 100 mg/kg/hari selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian paeoniflorin menurunkan skor keparahan kolitis dan kerusakan jaringan pada usus besar. Ekspresi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6 juga menurun secara signifikan.
  3. Aktivitas Antikanker Ekstrak Paeonia lactiflora pada Sel Kanker Payudara MCF-7 melalui Induksi Apoptosis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 sebagai sel kanker payudara dan sel MCF-10A sebagai kontrol normal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 100–400 µg/mL selama 24–72 jam
    Temuan:
    Ekstrak metanol Paeonia lactiflora menghambat proliferasi sel MCF-7 secara tergantung dosis. Ekstrak memicu apoptosis melalui peningkatan rasio Bax/Bcl-2.
  4. Efek Neuroprotektif Paeonia lactiflora terhadap Model Penyakit Parkinson: Tinjauan Sistematis Studi Praklinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi praklinis pada mencit dan tikus yang diinduksi MPTP atau 6-OHDA
    Dosis/Durasi:
    Paeoniflorin 20–80 mg/kg/hari selama 2–4 minggu
    Temuan:
    Paeonia lactiflora memperbaiki fungsi motorik dan melindungi neuron dopaminergik di substansia nigra. Mekanisme neuroproteksi melibatkan aktivasi jalur Nrf2/HO-1 dan penghambatan neuroinflamasi.
  5. Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Ekstrak Paeonia lactiflora untuk Osteoarthritis Lutut

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    96 pasien osteoarthritis lutut ringan hingga sedang berusia 45–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 500 mg dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Paeonia lactiflora selama 12 minggu menurunkan nyeri dan memperbaiki fungsi lutut dibandingkan plasebo. Kadar hs-CRP serum juga menurun secara bermakna pada kelompok perlakuan.
  6. Paeoniflorin Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Menormalkan Profil Lipid pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    50 tikus Sprague-Dawley jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    Paeoniflorin 25, 50, dan 100 mg/kg/hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Paeoniflorin menurunkan kadar glukosa puasa, HOMA-IR, dan trigliserida serum pada tikus obesitas. Ekspresi GLUT4 di jaringan adiposa meningkat setelah pemberian paeoniflorin.
  7. Ekstrak Paeonia lactiflora Memodulasi Mikrobioma Usus dan Meredakan Peradangan Sistemik pada Obesitas

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo
    Sampel:
    60 mencit C57BL/6 yang diberi diet tinggi lemak selama 16 minggu
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 200 dan 400 mg/kg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Paeonia lactiflora meningkatkan kelimpahan Lactobacillus dan Akkermansia di usus mencit. Pemberian ekstrak juga menurunkan peradangan jaringan adiposa dan permeabilitas usus.

Advertisement


Cari: