Clove / Cengkeh

Syzygium aromaticum
Clove / Cengkeh
Clove / Cengkeh
Botanical Illustration Clove / Cengkeh
Cengkeh Kering Clove / Cengkeh
Bubuk Cengkeh Clove / Cengkeh

Clove / Cengkeh
Botanical Illustration Clove / Cengkeh
Cengkeh Kering Clove / Cengkeh
Bubuk Cengkeh Clove / Cengkeh
Nama: Clove / Cengkeh
Nama Latin/Ilmiah: Syzygium aromaticum
Famili: Myrtaceae

Kandungan:
Eugenol, eugenol asetat, beta-kariofilen
Nama Lain:
Clavo de olor (Spanyol), clou de girofle (Prancis), kruidnagel (Belanda), laung (India), karanfil (Turki)
Asal:
Maluku, Indonesia
Bagian Utama:
Kuncup Bunga
Rasa:
Pedas, manis

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Clove / Cengkeh

Syzygium aromaticum, yang dikenal sebagai cengkeh atau clove, adalah tumbuhan rempah asli Kepulauan Maluku, Indonesia. Pohon cengkeh termasuk famili Myrtaceae dan dapat tumbuh setinggi 8–12 meter dengan daun berbentuk lonjong dan kuncup bunga berwarna merah muda yang kemudian mengering menjadi cokelat. Bagian yang digunakan sebagai rempah adalah kuntum bunga yang belum mekar dan dikeringkan. Aroma khas cengkeh berasal dari senyawa eugenol yang dominan, mencapai 70–90% dari minyak atsirinya. Tanaman ini membutuhkan iklim tropis dengan curah hujan merata serta tanah vulkanik yang subur, sehingga Indonesia menjadi pusat keanekaragaman genetiknya.

Advertisement

Dalam sejarah, cengkeh menjadi salah satu komoditas paling berharga pada era perdagangan rempah. Sejak abad ke-2, cengkeh telah diangkut ke Tiongkok dan Romawi. Pada abad ke-16, bangsa Eropa seperti Portugis dan Belanda memperebutkan kendali atas Maluku demi monopoli cengkeh. Belanda melalui VOC bahkan menerapkan kebijakan ekstirpasi – membatasi area penanaman hanya di Ambon dan sekitarnya – untuk menjaga harga tinggi. Perjuangan rakyat Maluku melawan monopoli ini menjadi bagian penting dari sejarah kolonial. Baru pada akhir abad ke-18, bibit cengkeh berhasil diselundupkan ke Mauritius dan Zanzibar, mengakhiri monopoli Indonesia.

Saat ini, Syzygium aromaticum tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur untuk masakan dan minuman tradisional, tetapi juga dalam industri farmasi dan kosmetik. Minyak cengkeh bersifat antiseptik, analgesik, dan antioksidan, sering dipakai dalam obat kumur, pasta gigi, serta pereda nyeri gigi. Eugenol juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pestisida alami dan parfum. Negara penghasil utama meliputi Indonesia, Madagaskar, Tanzania, dan Sri Lanka. Di Indonesia sendiri, cengkeh menjadi bagian penting dari industri rokok kretek yang menyerap lebih dari separuh produksi nasional, sekaligus menopang ekonomi petani di Sulawesi, Jawa, dan Maluku.

Update: 29 Jul 2026 - 13:39:00

 

II. Manfaat Clove / Cengkeh

Manfaat Clove / Cengkeh untuk kesehatan.

  1. Analgesia dan Antiseptik Oral (Sakit Gigi)

    Eugenol bekerja sebagai anestetik lokal dengan memblokir saluran natrium (Na+) pada neuron sensorik dan mengaktifkan reseptor TRPV1, menghasilkan desensitisasi. Aktivitas antiseptik melalui penghambatan enzim bakteri (misalnya DNA girase) dan merusak membran sel patogen oral seperti Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asetileugenol, β-kariofillen
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas (Infeksi Rongga Mulut)

    Eugenol dan β-kariofillen mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada Candida spp., serta menurunkan produksi biofilm bakteri gram positif dan negatif. Aktivitas diperkuat oleh efek sinergis dengan komponen fenolik lainnya.

    Senyawa Aktif: Eugenol, β-kariofillen, Asam Galat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoartritis (Topikal)

    Eugenol menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. β-kariofillen bekerja sebagai agonis reseptor CB2 (kanabinoid) perifer yang memodulasi inflamasi lokal tanpa efek psikoaktif.

    Senyawa Aktif: Eugenol, β-kariofillen, Metil eugenol
    Tampilkan
  4. Antioksidan dan Perlindungan Seluler

    Senyawa fenolik (eugenol, asam elagat) menyumbangkan atom hidrogen kepada radikal bebas, memutus rantai oksidasi. Aktivasi faktor transkripsi Nrf2 meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen (katalase, SOD, glutation peroksidase).

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asam elagat, Asam Galat
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Clove / Cengkeh

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Clove / Cengkeh.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik (anestesi Lokal), Antiinflamasi, Antiseptik, Antimikroba (bakteri Dan Jamur), Antioksidan..
    Tampilkan
  2. Eugenil asetat

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Dan Antispasmodik. Memiliki Aktivitas Sinergis Dengan Eugenol..
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (kering) dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Kuat (agonis Reseptor CB2), Gastroprotektif, Antinosiseptif, Dan Antimikroba..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Clove / Cengkeh

Penggunaan bersamaan dengan antasida

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Tidak ada interaksi signifikan, namun eugenol dapat sedikit mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dalam dosis sangat tinggi. Gunakan jeda 2 jam antara konsumsi cengkeh dan antasida.

Penggunaan topikal minyak cengkeh pada kulit rusak atau sensitif

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Dapat menyebabkan iritasi ringan atau reaksi alergi lokal. Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan atau gatal. Gunakan dalam konsentrasi rendah (1-2%) dan hindari pemakaian jangka panjang pada area luas.

Penggunaan bersamaan dengan Penderita diabetes yang menggunakan obat hipoglikemik (misal metformin, insulin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Cengkeh dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi dengan obat diabetes meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Clove / Cengkeh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Clove / Cengkeh.

Senyawa aktif apa yang paling dominan dalam cengkeh (Syzygium aromaticum) dan apa manfaat kesehatannya?
Senyawa aktif utama adalah eugenol, yang dapat mencapai 70-90% dari minyak atsiri cengkeh. Eugenol memiliki sifat antiinflamasi, analgesik, dan antimikroba yang kuat. Selain itu, terdapat juga β-kariofilen, asetil eugenol, dan flavonoid seperti kaempferol yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiproliferatif. (Cortés-Rojas et al., 2014, Brazilian Journal of Pharmacognosy)
Berapa dosis konsumsi cengkeh harian yang aman untuk orang dewasa?
Dosis aman konsumsi cengkeh sebagai bumbu masakan umumnya hingga 2-3 gram per hari (sekitar 1-2 sendok teh bubuk). Untuk penggunaan ekstrak atau minyak cengkeh, dosis terapeutik biasanya 0,5-1,5 ml minyak atsiri per hari, namun harus diencerkan karena risiko iritasi. Konsumsi berlebihan (>10 gram) dapat menyebabkan toksisitas hati dan gangguan pernapasan. (EFSA Journal, 2012; Panel on Additives and Products)
Apakah cengkeh aman digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan memberikan cengkeh secara oral pada bayi di bawah 2 tahun karena risiko toksisitas eugenol yang dapat menyebabkan methemoglobinemia dan kerusakan hati. Pada anak yang lebih besar, penggunaan topikal (misalnya minyak cengkeh encer untuk sakit gigi) boleh dengan pengawasan ketat, tetapi oral tetap dibatasi. (National Center for Biotechnology Information, 2021; Drug and Lactation Database)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan cengkeh berlebihan?
Konsumsi berlebih (>10 gram/hari atau minyak atsiri >2 ml) dapat menyebabkan iritasi mukosa mulut dan lambung, muntah, diare, serta depresi sistem saraf pusat. Kasus keracunan akut dilaporkan menyebabkan gangguan pernapasan, kejang, dan gagal hati. Penggunaan topikal tanpa pengenceran dapat menyebabkan luka bakar kimia. (Hartnoll et al., 1993, Pediatric Emergency Care; Prasad et al., 2018, Journal of Ethnopharmacology)
Bagaimana cengkeh dapat digunakan untuk kesehatan mulut dan gigi?
Eugenol dalam cengkeh memiliki sifat anestesi lokal dan antibakteri yang efektif melawan patogen mulut seperti Streptococcus mutans. Penggunaan minyak cengkeh encer (0,5-1% dalam minyak pembawa) pada sakit gigi dapat meredakan nyeri. Namun, penggunaan jangka panjang dapat merusak gusi karena iritasi. (Kumar et al., 2020, International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research)
Apakah cengkeh aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan dianggap aman. Namun, dosis tinggi dalam bentuk suplemen atau minyak atsiri tidak dianjurkan karena eugenol dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Pada ibu menyusui, belum ada data cukup tentang keamanan, sehingga sebaiknya hindari dosis terapeutik. (Drug and Lactation Database, 2021; Briggs et al., 2017, Drugs in Pregnancy and Lactation)
Apakah cengkeh memiliki interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, eugenol dapat menghambat enzim CYP450, terutama CYP2E1 dan CYP1A2, sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat seperti warfarin, teofilin, dan beberapa obat antidepresan. Selain itu, cengkeh juga dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga risiko perdarahan meningkat jika dikombinasikan dengan antikoagulan. (Cortés-Rojas et al., 2014; Bhat et al., 2019, Journal of Pharmacy and Pharmacology)
Apa manfaat cengkeh untuk sistem pencernaan?
Cengkeh merangsang produksi enzim pencernaan dan memiliki efek karminatif (mengurangi gas). Ekstrak cengkeh juga menunjukkan aktivitas antiulkus dan melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat NSAID. Namun, konsumsi berlebihan justru dapat mengiritasi lambung. (Rahman et al., 2017, Journal of Integrative Medicine; Al-Mussawi et al., 2020, Egyptian Journal of Basic and Applied Sciences)

Chinese Cassia

Cinnamomum cassia

Nutmeg / Pala

Myristica fragrans