Cengkeh

Clove | Syzygium aromaticum
Cengkeh
Cengkeh
Botanical Illustration Cengkeh
Cengkeh Kering Cengkeh
Bubuk Cengkeh Cengkeh

Cengkeh
Botanical Illustration Cengkeh
Cengkeh Kering Cengkeh
Bubuk Cengkeh Cengkeh
Nama
Cengkeh (Clove)
Nama Latin/Ilmiah
Syzygium aromaticum
Bagian Digunakan
Kuncup Bunga
Rasa
Pedas, manis

Nama Lain
Clavo de olor (Spanyol), clou de girofle (Prancis), kruidnagel (Belanda), laung (India), karanfil (Turki)
Asal
Maluku, Indonesia
Kandungan Utama
Eugenol, eugenol asetat, beta-kariofilen

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cengkeh

Syzygium aromaticum, yang dikenal sebagai cengkeh atau clove, adalah tumbuhan rempah asli Kepulauan Maluku, Indonesia. Pohon cengkeh termasuk famili Myrtaceae dan dapat tumbuh setinggi 8–12 meter dengan daun berbentuk lonjong dan kuncup bunga berwarna merah muda yang kemudian mengering menjadi cokelat. Bagian yang digunakan sebagai rempah adalah kuntum bunga yang belum mekar dan dikeringkan. Aroma khas cengkeh berasal dari senyawa eugenol yang dominan, mencapai 70–90% dari minyak atsirinya. Tanaman ini membutuhkan iklim tropis dengan curah hujan merata serta tanah vulkanik yang subur, sehingga Indonesia menjadi pusat keanekaragaman genetiknya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 10:20:03
 

II. Ciri-ciri Cengkeh

Tumbuh subur di daerah tropis dengan curah hujan tinggi dan suhu hangat. Cengkeh paling suka tanah yang subur, gembur, dan punya sistem drainase yang baik. Biasanya dikembangkan di lahan terbuka atau perkebunan yang terlindung dari angin kencang. Karakteristik/ciri-ciri Cengkeh (Syzygium aromaticum):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup dalam dan kuat untuk menopang pohon agar tidak mudah tumbang.
Batang Pohonnya berkayu, bisa tumbuh tinggi sampai belasan meter. Kulit batangnya agak kasar dan warnanya cenderung abu-abu kecokelatan.
Daun Bentuknya lonjong memanjang dengan ujung yang agak runcing. Daunnya berwarna hijau mengkilap, punya aroma khas kalau diremas, dan letaknya berhadapan di ranting.
Bunga Ini bagian yang paling ikonik. Bunganya muncul bergerombol, awalnya berwarna hijau, lalu berubah jadi kuning kemerahan saat matang. Bagian inilah yang dikeringkan dan dikenal sebagai cengkeh rempah.
Buah Buah cengkeh berbentuk lonjong, berwarna merah tua atau keunguan saat sudah masak, dan di dalamnya terdapat biji.

III. Manfaat Cengkeh

7 Manfaat Cengkeh untuk kesehatan.

  1. Analgesia dan Antiseptik Oral (Sakit Gigi)

    Eugenol bekerja sebagai anestetik lokal dengan memblokir saluran natrium (Na+) pada neuron sensorik dan mengaktifkan reseptor TRPV1, menghasilkan desensitisasi. Aktivitas antiseptik melalui penghambatan enzim bakteri (misalnya DNA girase) dan merusak membran sel patogen oral seperti Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis.

    Senyawa Aktif: Eugenol, Asetileugenol, β-kariofillen
    Tampilkan
  2. Antimikroba Spektrum Luas (Infeksi Rongga Mulut)

    Eugenol dan β-kariofillen mengganggu integritas membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol pada Candida spp., serta menurunkan produksi biofilm bakteri gram positif dan negatif. Aktivitas diperkuat oleh efek sinergis dengan komponen fenolik lainnya.

    Senyawa Aktif: Eugenol, β-kariofillen, Asam Galat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoartritis (Topikal)

    Eugenol menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. β-kariofillen bekerja sebagai agonis reseptor CB2 (kanabinoid) perifer yang memodulasi inflamasi lokal tanpa efek psikoaktif.

    Senyawa Aktif: Eugenol, β-kariofillen, Metil eugenol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Cengkeh

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cengkeh.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik (anestesi Lokal), Antiinflamasi, Antiseptik, Antimikroba (bakteri Dan Jamur), Antioksidan..
    Tampilkan
  2. Eugenil asetat

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (kering)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Dan Antispasmodik. Memiliki Aktivitas Sinergis Dengan Eugenol..
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpenoid
    Bagian Tanaman: Kuncup bunga (kering) dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Kuat (agonis Reseptor CB2), Gastroprotektif, Antinosiseptif, Dan Antimikroba..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cengkeh

Interaksi & Kontraindikasi Cengkeh dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan antasida

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ada interaksi signifikan, namun eugenol dapat sedikit mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dalam dosis sangat tinggi. Gunakan jeda 2 jam antara konsumsi cengkeh dan antasida.

  2. Penggunaan topikal minyak cengkeh pada kulit rusak atau sensitif

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat menyebabkan iritasi ringan atau reaksi alergi lokal. Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan atau gatal. Gunakan dalam konsentrasi rendah (1-2%) dan hindari pemakaian jangka panjang pada area luas.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Penderita diabetes yang menggunakan obat hipoglikemik (misal metformin, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Cengkeh dapat menurunkan kadar gula darah. Kombinasi dengan obat diabetes meningkatkan risiko hipoglikemia. Pantau gula darah secara teratur dan konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis obat.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Cengkeh

Cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah rempah yang kaya akan senyawa aktif, terutama eugenol, yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional maupun kuliner. Meskipun memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang bermanfaat, penggunaan cengkeh, khususnya dalam bentuk minyak atsiri atau ekstrak pekat, dapat menimbulkan berbagai efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah iritasi lokal pada selaput lendir mulut, gusi, dan saluran pencernaan. Penggunaan minyak cengkeh secara langsung tanpa pengenceran pada rongga mulut dapat menyebabkan luka bakar kimiawi pada mukosa oral, kerusakan pulpa gigi, serta hipersensitivitas kontak yang memicu dermatitis pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Cengkeh

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Cengkeh.

  1. Cengkeh (Syzygium aromaticum L.): Penggunaan tradisional, konstituen kimia bioaktif, serta aktivitas farmakologis dan toksikologis

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Cengkeh kaya akan eugenol yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, anti-inflamasi, analgesik, dan antikanker. Tinjauan ini juga menyoroti potensi efek toksik pada dosis tinggi sehingga perlu kajian keamanan lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Sifat biologis dan prospek aplikasi eugenol—sebuah tinjauan

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Eugenol menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, antikanker, dan neuroprotektif. Tinjauan ini menekankan potensi eugenol sebagai kandidat tetapi juga menyoroti perlunya studi toksisitas jangka panjang.
    Tampilkan
  3. Aktivitas antibakteri dan antibiofilm minyak atsiri cengkeh terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Minyak atsiri cengkeh menghambat pertumbuhan dan pembentukan biofilm bakteri patogen secara signifikan. Efek antibakteri utamanya disebabkan oleh eugenol yang merusak integritas membran sel bakteri.
    Tampilkan

VIII. FAQ Cengkeh

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cengkeh.

Senyawa aktif apa yang paling dominan dalam cengkeh (Syzygium aromaticum) dan apa manfaat kesehatannya?
Senyawa aktif utama adalah eugenol, yang dapat mencapai 70-90% dari minyak atsiri cengkeh. Eugenol memiliki sifat antiinflamasi, analgesik, dan antimikroba yang kuat. Selain itu, terdapat juga β-kariofilen, asetil eugenol, dan flavonoid seperti kaempferol yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antiproliferatif. (Cortés-Rojas et al., 2014, Brazilian Journal of Pharmacognosy)
Berapa dosis konsumsi cengkeh harian yang aman untuk orang dewasa?
Dosis aman konsumsi cengkeh sebagai bumbu masakan umumnya hingga 2-3 gram per hari (sekitar 1-2 sendok teh bubuk). Untuk penggunaan ekstrak atau minyak cengkeh, dosis terapeutik biasanya 0,5-1,5 ml minyak atsiri per hari, namun harus diencerkan karena risiko iritasi. Konsumsi berlebihan (>10 gram) dapat menyebabkan toksisitas hati dan gangguan pernapasan. (EFSA Journal, 2012; Panel on Additives and Products)
Apakah cengkeh aman digunakan pada bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan memberikan cengkeh secara oral pada bayi di bawah 2 tahun karena risiko toksisitas eugenol yang dapat menyebabkan methemoglobinemia dan kerusakan hati. Pada anak yang lebih besar, penggunaan topikal (misalnya minyak cengkeh encer untuk sakit gigi) boleh dengan pengawasan ketat, tetapi oral tetap dibatasi. (National Center for Biotechnology Information, 2021; Drug and Lactation Database)
Apa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan cengkeh berlebihan?
Konsumsi berlebih (>10 gram/hari atau minyak atsiri >2 ml) dapat menyebabkan iritasi mukosa mulut dan lambung, muntah, diare, serta depresi sistem saraf pusat. Kasus keracunan akut dilaporkan menyebabkan gangguan pernapasan, kejang, dan gagal hati. Penggunaan topikal tanpa pengenceran dapat menyebabkan luka bakar kimia. (Hartnoll et al., 1993, Pediatric Emergency Care; Prasad et al., 2018, Journal of Ethnopharmacology)
Bagaimana cengkeh dapat digunakan untuk kesehatan mulut dan gigi?
Eugenol dalam cengkeh memiliki sifat anestesi lokal dan antibakteri yang efektif melawan patogen mulut seperti Streptococcus mutans. Penggunaan minyak cengkeh encer (0,5-1% dalam minyak pembawa) pada sakit gigi dapat meredakan nyeri. Namun, penggunaan jangka panjang dapat merusak gusi karena iritasi. (Kumar et al., 2020, International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research)
Apakah cengkeh aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan dianggap aman. Namun, dosis tinggi dalam bentuk suplemen atau minyak atsiri tidak dianjurkan karena eugenol dapat merangsang kontraksi uterus dan berpotensi menyebabkan keguguran. Pada ibu menyusui, belum ada data cukup tentang keamanan, sehingga sebaiknya hindari dosis terapeutik. (Drug and Lactation Database, 2021; Briggs et al., 2017, Drugs in Pregnancy and Lactation)
Apakah cengkeh memiliki interaksi dengan obat-obatan tertentu?
Ya, eugenol dapat menghambat enzim CYP450, terutama CYP2E1 dan CYP1A2, sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat seperti warfarin, teofilin, dan beberapa obat antidepresan. Selain itu, cengkeh juga dapat memperlambat pembekuan darah, sehingga risiko perdarahan meningkat jika dikombinasikan dengan antikoagulan. (Cortés-Rojas et al., 2014; Bhat et al., 2019, Journal of Pharmacy and Pharmacology)
Apa manfaat cengkeh untuk sistem pencernaan?
Cengkeh merangsang produksi enzim pencernaan dan memiliki efek karminatif (mengurangi gas). Ekstrak cengkeh juga menunjukkan aktivitas antiulkus dan melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat NSAID. Namun, konsumsi berlebihan justru dapat mengiritasi lambung. (Rahman et al., 2017, Journal of Integrative Medicine; Al-Mussawi et al., 2020, Egyptian Journal of Basic and Applied Sciences)

Kayu Manis Cina

Cinnamomum cassia

Pala

Myristica fragrans

Cari: