Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Cengkeh (Syzygium aromaticum L.): Penggunaan tradisional, konstituen kimia bioaktif, serta aktivitas farmakologis dan toksikologis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Literature Review
    Sampel:
    N/A (tinjauan pustaka; mencakup berbagai studi preklinis dan fitokimia cengkeh)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi tunggal; berbagai studi menggunakan eugenol/cengkeh pada dosis 10–1000 mg/kgBB pada model hewan.
    Temuan:
    Cengkeh kaya akan eugenol yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, anti-inflamasi, analgesik, dan antikanker. Tinjauan ini juga menyoroti potensi efek toksik pada dosis tinggi sehingga perlu kajian keamanan lebih lanjut.
  2. Sifat biologis dan prospek aplikasi eugenol—sebuah tinjauan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Literature Review
    Sampel:
    N/A (tinjauan pustaka; eugenol sebagai komponen utama minyak cengkeh)
    Dosis/Durasi:
    N/A (ulasan; rentang dosis umum pada studi in vitro 10–500 µM dan pada studi in vivo 10–100 mg/kgBB).
    Temuan:
    Eugenol menunjukkan aktivitas antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, antikanker, dan neuroprotektif. Tinjauan ini menekankan potensi eugenol sebagai kandidat tetapi juga menyoroti perlunya studi toksisitas jangka panjang.
  3. Aktivitas antibakteri dan antibiofilm minyak atsiri cengkeh terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Isolat bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi hambat minimum sekitar 0,25–1% (v/v); paparan selama 24 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri cengkeh menghambat pertumbuhan dan pembentukan biofilm bakteri patogen secara signifikan. Efek antibakteri utamanya disebabkan oleh eugenol yang merusak integritas membran sel bakteri.
  4. Aktivitas anti-inflamasi minyak atsiri cengkeh pada sel makrofag yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7
    Dosis/Durasi:
    Dosis 10–100 µg/mL; pra-perlakuan 1 jam, dilanjutkan stimulasi LPS selama 24 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri cengkeh menurunkan produksi mediator inflamasi seperti NO, TNF-α, dan IL-6 pada sel yang distimulasi lipopolisakarida. Efek ini dimediasi melalui penghambatan jalur NF-κB.
  5. Ekstrak cengkeh memperbaiki resistensi insulin dan dislipidemia pada tikus yang diberi diet tinggi lemak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    Tikus yang diberi diet tinggi lemak (model obesitas dan resistensi insulin)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak cengkeh diberikan 100–200 mg/kgBB per oral selama 8–12 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak cengkeh mengurangi resistensi insulin dan memperbaiki profil lipid pada tikus obesitas. Temuan ini menunjukkan potensi cengkeh dalam manajemen sindrom metabolik.
  6. Efek cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap profil glikemik pada orang dewasa: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review / Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak terkendali dengan total 512 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis yang dianalisis: 100–600 mg ekstrak/minyak cengkeh per hari selama 4–16 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi cengkeh secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan kontrol. Namun, heterogenitas antar studi cukup tinggi sehingga hasil perlu diinterpretasikan secara hati-hati.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Cengkeh dan Diabetes

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Diabetes:
    • Efek suplementasi ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap kontrol glikemik dan profil lipid pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis acak tersamar ganda
    • Pengaruh konsumsi bubuk cengkeh terhadap resistensi insulin dan kadar glukosa pada subjek prediabetes: uji klinis acak terkontrol plasebo
    • Efek ekstrak cengkeh terhadap stres oksidatif dan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2: uji klinis terbuka
  2. Cengkeh dan Pneumonia

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Pneumonia:
    • Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae Penyebab Pneumonia
    • Efek Eugenol dari Cengkeh terhadap Pneumonia yang Diinduksi Klebsiella pneumoniae pada Mencit: Studi In Vivo
    • Tinjauan Sistematis: Potensi Antimikroba dan Antiinflamasi Syzygium aromaticum pada Infeksi Saluran Pernapasan, Termasuk Pneumonia
  3. Cengkeh dan Gagal Ginjal

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Gagal Ginjal:
    • Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Ginjal Tikus yang Diinduksi Gentamisin
    • Aktivitas Antioksidan dan Nefroprotektif Ekstrak Cengkeh pada Nefropati Diabetik Tikus
    • Pengaruh Pemberian Minyak Cengkeh terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin pada Tikus dengan Gagal Ginjal Akut Akibat Induksi Karbon Tetraklorida
  4. Cengkeh dan Osteoporosis

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Osteoporosis:
    • Pengaruh Ekstrak Etanol Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Tikus Ovariektomi
    • Efek Eugenol terhadap Osteoklastogenesis dan Ekspresi RANKL pada Kultur Sel Osteoblas Manusia
    • Uji Klinis Acak Terkontrol: Suplementasi Minyak Cengkeh terhadap Marker Pembentukan Tulang pada Wanita Postmenopause
  5. Cengkeh dan Sinusitis

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Sinusitis:
    • Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Bakteri Penyebab Sinusitis Kronis
    • Efektivitas Semprot Hidung Ekstrak Cengkeh terhadap Gejala Rinosinusitis Kronis: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Efek Anti-Inflamasi Eugenol pada Model Tikus Sinusitis Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida
  6. Cengkeh dan Maag

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Maag:
    • Efek Protektif Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Tukak Lambung pada Tikus yang Diinduksi Etanol
    • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Cengkeh terhadap Helicobacter pylori Isolat Klinis
    • Efek Suplementasi Minyak Cengkeh pada Gejala Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
  7. Cengkeh dan Bronkitis

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Bronkitis:
    • Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) pada Model Tikus Bronkitis Akut
    • Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Cengkeh terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae Isolat Klinis Bronkitis
    • Efektivitas Sirup Ekstrak Cengkeh sebagai Ekspektoran pada Pasien Bronkitis Akut: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
  8. Cengkeh dan Asam Urat

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Asam Urat:
    • Efikasi dan keamanan tanaman obat untuk hiperurisemia: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis
    • Pengaruh suplementasi ekstrak cengkeh terhadap kadar asam urat serum pada pasien gout: uji acak terkontrol plasebo ganda buta
    • Efek antihiperurisemia ekstrak etanol Syzygium aromaticum pada tikus hiperurisemia yang diinduksi kalium oksonat
  9. Cengkeh dan Batu Empedu

    Penilitian Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Batu Empedu:
    • Efek Eugenol terhadap Pembentukan Batu Empedu Kolesterol pada Mencit
    • Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Profil Lipid Empedu Tikus
    • Aktivitas Antioksidan Ekstrak Cengkeh dan Potensinya dalam Mencegah Batu Empedu pada Tikus Hiperkolesterolemia

Cari: