Cengkeh untuk Batu Empedu

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Eugenol terhadap Pembentukan Batu Empedu Kolesterol pada Mencit

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 mencit jantan galur Balb/c, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, induksi batu empedu, dan tiga dosis eugenol)
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kgBB/hari per oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian eugenol dosis 50 dan 100 mg/kgBB selama 6 minggu secara signifikan menurunkan bobot batu empedu dan indeks litogenik dibandingkan kontrol. Eugenol juga menekan ekspresi gen terkait sintesis kolesterol di hati.
  2. Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Profil Lipid Empedu Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan, dibagi 4 kelompok (kontrol, tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kgBB/hari per oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun cengkeh dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar kolesterol empedu dan meningkatkan konsentrasi asam empedu total secara signifikan, sehingga menurunkan risiko pembentukan batu empedu. Efek terlihat mulai minggu ke-3 pemberian.
  3. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Cengkeh dan Potensinya dalam Mencegah Batu Empedu pada Tikus Hiperkolesterolemia

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi hiperkolesterolemia, dibagi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kgBB/hari per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak cengkeh dosis 300 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar malondialdehid (MDA) di hati dan empedu, serta mengurangi jumlah dan ukuran batu empedu yang terbentuk. Efek antioksidan diduga sebagai mekanisme utama perlindungan.
  4. Pengaruh Minyak Atsiri Cengkeh terhadap Kontraktilitas Kandung Empedu pada Tikus

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo dan In Vitro
    Sampel:
    20 tikus Wistar jantan (in vivo) dan otot polos kandung empedu (in vitro)
    Dosis/Durasi:
    In vivo: 50 mg/kgBB/hari per oral selama 2 minggu; in vitro: konsentrasi 0,05%–0,5%
    Temuan:
    Minyak atsiri cengkeh dosis 50 mg/kgBB meningkatkan kontraktilitas kandung empedu secara signifikan pada tikus, dan secara in vitro konsentrasi 0,1% menyebabkan peningkatan amplitudo kontraksi otot polos. Hal ini berpotensi mencegah stasis empedu yang memicu batu.
  5. Efek Eugenol pada Kristalisasi Kolesterol Empedu secara In Vitro

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sampel empedu dari 5 pasien dengan batu empedu kolesterol
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–2 mM, diamati selama 72 jam
    Temuan:
    Eugenol pada konsentrasi 1 mM secara signifikan menghambat nukleasi dan pertumbuhan kristal kolesterol monohidrat, serta memperpanjang waktu nukleasi. Efek ini bersifat dosis-tergantung dan menunjukkan potensi antilitogenik langsung.
  6. Systematic Review: Tanaman Herbal sebagai Terapi Pendukung Batu Empedu dengan Fokus pada Cengkeh

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi yang memenuhi kriteria (in vivo, in vitro, dan satu uji klinis tahap awal)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (rentang dosis 50–400 mg/kgBB/hari, durasi 2–8 minggu)
    Temuan:
    Bukti dari studi in vivo menunjukkan bahwa cengkeh dan eugenol dapat mengurangi pembentukan batu empedu melalui mekanisme penurunan kolesterol empedu, peningkatan kontraktilitas kandung empedu, dan efek antioksidan. Namun, masih diperlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia.


Cari: