Gastroenterologi & Hepatologi
Kolelitiasis adalah kondisi terbentuknya batu di dalam kandung empedu atau saluran empedu.
Batu empedu terbentuk ketika komponen empedu seperti kolesterol atau bilirubin mengkristal dan menggumpal.
Faktor risiko meliputi kelebihan berat badan, diet tinggi lemak dan rendah serat, kehamilan, serta riwayat keluarga.
Gejala umum meliputi nyeri perut kanan atas yang hebat (kolik bilier), mual, muntah, dan gangguan pencernaan.
Pengobatan utama batu empedu meliputi obat asam ursodeoksikolat untuk melarutkan batu kolesterol, atau prosedur operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi) untuk kasus yang lebih parah.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala, mencegah pembentukan batu, atau membantu melarutkan batu empedu, berdasarkan penelitian dan penggunaan tradisional.
Minyak peppermint secara signifikan menurunkan tekanan sfingter Oddi dan meningkatkan aliran empedu, sehingga berpotensi mengurangi kolik bilier.
Ekstrak artichoke menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan sekresi empedu, sehingga mengurangi insiden pembentukan batu empedu baru sebesar 45% dibandingkan plasebo.
Suplementasi kurkumin 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan indeks litogenisitas empedu dan meningkatkan kadar asam empedu total. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, namun 2 pasien mengalami nyeri kolik ringan.
Advertisement
Pemberian ekstrak dandelion secara signifikan menurunkan indeks litogenik empedu dan menghambat pembentukan batu empedu pada tikus yang diberi diet tinggi kolesterol. Efek ini terkait dengan penurunan kolesterol empedu dan peningkatan asam empedu.
Silymarin menghambat pembentukan batu empedu kolesterol dengan meningkatkan rasio asam empedu/kolesterol dan memodulasi komposisi mikrobiota usus.
Pemberian ekstrak adas dosis 200 mg/kgBB meningkatkan sekresi empedu secara signifikan dan menghambat pembentukan batu empedu yang diinduksi diet tinggi kolesterol. Efek ini diduga terkait dengan aktivitas koleretik dan antioksidan senyawa anetol dan fenchon.
Suplementasi jahe secara signifikan menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida, serta meningkatkan HDL. Efek ini berkontribusi pada penurunan risiko pembentukan batu empedu kolesterol.
Pemberian ekstrak temulawak dosis 200 mg/kgBB/hari selama 8 minggu menurunkan kadar kolesterol empedu sebesar 28% dan menghambat pembentukan batu empedu kolesterol pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Efek ini terkait dengan peningkatan sekresi asam empedu dan aktivitas enzim HMG-CoA reduktase yang lebih rendah.