Temulawak untuk Batu Empedu

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Pemberian Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap Profil Lipid Empedu dan Pembentukan Batu Empedu pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan galur Sprague-Dawley, dibagi 3 kelompok (kontrol, diet tinggi lemak, diet tinggi lemak + ekstrak temulawak)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB/hari ekstrak etanol 70% secara oral, selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak temulawak dosis 200 mg/kgBB/hari selama 8 minggu menurunkan kadar kolesterol empedu sebesar 28% dan menghambat pembentukan batu empedu kolesterol pada tikus yang diberi diet tinggi lemak. Efek ini terkait dengan peningkatan sekresi asam empedu dan aktivitas enzim HMG-CoA reduktase yang lebih rendah.
  2. Studi Klinis Awal Efek Koleretik dan Antikolelitiasis Ekstrak Curcuma xanthorrhiza pada Pasien dengan Dispepsia Fungsional dan Risiko Batu Empedu

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Klinis Terbuka (Open-Label)
    Sampel:
    24 pasien dewasa (18-65 tahun) dengan dispepsia fungsional dan ultrasonografi menunjukkan sludge empedu, diobati selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    3 x 500 mg kapsul ekstrak temulawak standar (mengandung 1% kurkuminoid dan 0,5% xantorizol) per hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Setelah 12 minggu pemberian ekstrak temulawak dosis 3 x 500 mg/hari, terjadi penurunan signifikan diameter kandung empedu saat puasa (p=0,03) dan peningkatan frekuensi kontraksi kandung empedu. Sebanyak 7 dari 24 pasien (29%) menunjukkan hilangnya sludge empedu pada USG akhir.
  3. Xanthorrhizol dari Curcuma xanthorrhiza sebagai Inhibitor Pembentukan Kristal Kolesterol pada Model Batu Empedu In Vitro

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sampel empedu dari 10 pasien yang menjalani kolesistektomi, diinkubasi dengan berbagai konsentrasi xantorizol (0,1–100 µM)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi xantorizol 0,1–100 µM dalam larutan bufer fosfat, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Xantorizol menghambat nukleasi dan agregasi kristal kolesterol dalam empedu secara dosis-tergantung. Konsentrasi efektif 50% (EC50) sebesar 12,5 µM. Efek ini dikaitkan dengan penurunan konsentrasi mikromisel yang kaya kolesterol dan stabilisasi garam empedu.
  4. Tinjauan Sistematis: Efek Tanaman Obat Keluarga Zingiberaceae pada Pengelolaan Batu Empedu – Fokus pada Curcuma longa dan Curcuma xanthorrhiza

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Menggunakan 14 studi (9 in vivo, 5 klinis) yang memenuhi kriteria inklusi dari 287 artikel yang disaring
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: dosis ekstrak 100-500 mg/kgBB pada hewan, dan 1-3 g/hari pada manusia; durasi 2-12 minggu
    Temuan:
    Kedua spesies Curcuma menunjukkan efek koleretik, penurunan kolesterol empedu, dan penghambatan pembentukan batu empedu. Khusus Curcuma xanthorrhiza, studi in vivo melaporkan penurunan indeks litogenik empedu sebesar 30-45%. Namun, kualitas studi klinis masih terbatas dengan risiko bias tinggi.
  5. Pengaruh Temulawak terhadap Sekresi Empedu dan Kadar Kolesterol pada Pasien dengan Kolelitiasis Kolesterol: Sebuah Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    68 pasien dengan kolelitiasis kolesterol (ukuran batu <15 mm) dibagi kelompok temulawak (n=34) dan plasebo (n=34), dirawat selama 6 bulan
    Dosis/Durasi:
    2 x 750 mg ekstrak temulawak terstandar (setara 15 mg xantorizol) per hari, selama 24 minggu
    Temuan:
    Kelompok temulawak menunjukkan penurunan rata-rata diameter batu empedu sebesar 2,3 mm (SD 1,1) dibandingkan plasebo yang meningkat 0,4 mm (p<0,001). Kadar kolesterol empedu menurun 18% pada kelompok aktif. Lima pasien (14,7%) mengalami disolusi batu total.
  6. Efek Hepatoprotektif dan Hipokolesterolemik Ekstrak Air Curcuma xanthorrhiza pada Tikus yang Diinduksi Batu Empedu dengan Diet Litogenik

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan dibagi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol batu empedu, 3 dosis ekstrak temulawak: 100, 200, 400 mg/kgBB)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kgBB/hari ekstrak air secara oral, selama 6 minggu bersamaan dengan diet litogenik
    Temuan:
    Semua dosis ekstrak temulawak secara signifikan menurunkan bobot batu empedu (terendah 0,12 g vs kontrol batu 0,89 g) dan kadar kolesterol serum total (p<0,01). Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal dengan peningkatan aktivitas superoksida dismutase hati sebesar 40%.


Cari: