Sampel:
40 tikus Wistar jantan dibagi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol batu empedu, 3 dosis ekstrak temulawak: 100, 200, 400 mg/kgBB)
Dosis/Durasi:
100, 200, 400 mg/kgBB/hari ekstrak air secara oral, selama 6 minggu bersamaan dengan diet litogenik
Temuan:
Semua dosis ekstrak temulawak secara signifikan menurunkan bobot batu empedu (terendah 0,12 g vs kontrol batu 0,89 g) dan kadar kolesterol serum total (p<0,01). Dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal dengan peningkatan aktivitas superoksida dismutase hati sebesar 40%.