Adas untuk Batu Empedu

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Biji Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Sekresi Empedu dan Pencegahan Pembentukan Batu Empedu pada Tikus Putih

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 tikus putih jantan galur Wistar, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol batu empedu, tiga kelompok perlakuan dosis berbeda)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral setiap hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak adas dosis 200 mg/kgBB meningkatkan sekresi empedu secara signifikan dan menghambat pembentukan batu empedu yang diinduksi diet tinggi kolesterol. Efek ini diduga terkait dengan aktivitas koleretik dan antioksidan senyawa anetol dan fenchon.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo pada Pasien dengan Batu Empedu Kolesterol Kecil: Pengaruh Suplemen Ekstrak Adas terhadap Ukuran Batu dan Frekuensi Kolik

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien dengan batu empedu kolesterol berdiameter < 1 cm, dibagi menjadi kelompok adas (30) dan plasebo (30)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak adas standar 500 mg (setara 2 g biji kering) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Setelah 12 minggu, kelompok adas menunjukkan penurunan ukuran batu rata-rata 0,3 cm (p<0,05) dan penurunan frekuensi serangan kolik bilier sebesar 40% dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Efek Tanaman Obat Koleretik (Termasuk Adas) terhadap Parameter Empedu dan Pencegahan Kolelitiasis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    17 studi yang melibatkan total 1.200 partisipan (manusia dan hewan), dengan 4 studi spesifik pada Foeniculum vulgare
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; dosis adas berkisar 200-600 mg ekstrak per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Tanaman koleretik, termasuk adas, secara signifikan meningkatkan volume empedu dan menurunkan indeks litogenik empedu (efek ukuran sedang, SMD = 0,67). Sub-analisis pada adas menunjukkan efek protektif terhadap pembentukan batu empedu dengan odds ratio 0,45 (95% CI 0,28-0,72).
  4. Efek Minyak Atsiri Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Kristalisasi Kolesterol Empedu secara In Vitro dan In Vivo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    In vitro: sampel empedu dari 10 pasien kolesistektomi; in vivo: 20 tikus dengan batu empedu buatan
    Dosis/Durasi:
    Minyak atsiri dosis 25, 50, dan 100 mg/kgBB per oral selama 2 minggu (in vivo); konsentrasi 0,1-1% v/v dalam empedu (in vitro)
    Temuan:
    Minyak atsiri adas (terutama anetol) menghambat nukleasi kristal kolesterol monohidrat secara in vitro. Pada tikus, pemberian minyak atsiri dosis 50 mg/kgBB mengurangi jumlah dan ukuran kristal kolesterol dalam empedu.
  5. Studi Eksperimental Kombinasi Ekstrak Adas dan Curcuma xanthorrhiza dalam Mencegah Pembentukan Batu Empedu pada Tikus Hiperkolesterolemia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, batu empedu, adas, curcuma, kombinasi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak adas 200 mg/kgBB + curcuma 100 mg/kgBB per oral setiap hari selama 6 minggu
    Temuan:
    Kombinasi adas (200 mg/kgBB) dan curcuma (100 mg/kgBB) menunjukkan efek sinergis dalam menurunkan kadar kolesterol empedu dan indeks litogenik, serta mengurangi pembentukan batu empedu hingga 70% lebih efektif dibandingkan masing-masing tunggal.
  6. Systematic Review Pengobatan Herbal untuk Kolelitiasis: Fokus pada Foeniculum vulgare dan Tanaman Koleretik Lainnya

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi klinis dan 20 studi preklinis yang memenuhi kriteria inklusi, dengan 5 studi spesifik tentang adas
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirangkum secara tunggal; dosis ekstrak adas dalam studi klinis berkisar 500-1000 mg/hari selama 4-16 minggu
    Temuan:
    Adas memiliki bukti yang konsisten sebagai agen koleretik dan antilitogenik, terutama melalui mekanisme peningkatan sekresi empedu dan penghambatan kristalisasi kolesterol. Namun, sebagian besar studi masih terbatas pada hewan dan uji klinis skala kecil.


Cari: