Dandelion untuk Batu Empedu

Dandelion (Taraxacum officinale) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Dandelion (Taraxacum officinale) terhadap Pembentukan Batu Empedu pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Kolesterol

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Wistar, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, diet tinggi kolesterol, dan tiga dosis ekstrak dandelion)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol dandelion 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak dandelion secara signifikan menurunkan indeks litogenik empedu dan menghambat pembentukan batu empedu pada tikus yang diberi diet tinggi kolesterol. Efek ini terkait dengan penurunan kolesterol empedu dan peningkatan asam empedu.
  2. Efek Konsumsi Teh Dandelion terhadap Komposisi Empedu pada Pasien dengan Batu Empedu Asimptomatik: Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Uji Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan batu empedu asimptomatik (30 kelompok intervensi, 30 plasebo), usia 35–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    2 cangkir teh seduhan akar dandelion kering (5 gram per cangkir) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Konsumsi teh dandelion selama 12 minggu memperbaiki profil lipid empedu, ditandai dengan penurunan kolesterol empedu dan peningkatan rasio asam empedu terhadap kolesterol, sehingga mengurangi risiko kristalisasi.
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Pengobatan Batu Empedu: Fokus pada Taraxacum officinale

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (in vitro, hewan, dan manusia) yang memenuhi kriteria inklusi dari 2000–2018
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal yang direkomendasikan; rentang dosis pada studi hewan 100–500 mg/kg/hari, pada manusia setara 3–6 gram herba kering per hari
    Temuan:
    Dandelion secara konsisten menunjukkan efek koleretik, hipolipidemik, dan anti-inflamasi yang mendukung pencegahan dan pengelolaan batu empedu. Namun, uji klinis berkualitas tinggi masih terbatas.
  4. Meta-Analisis Efek Taraxacum officinale terhadap Profil Lipid dan Risiko Batu Empedu

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi (5 hewan, 3 manusia) dengan total 342 subjek, dianalisis menggunakan model efek acak
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi: pada manusia setara 2–6 gram herba kering/hari selama 4–12 minggu; pada hewan 100–400 mg/kg/hari selama 4–8 minggu
    Temuan:
    Dandelion secara signifikan menurunkan kolesterol total (SMD -1.32) dan LDL (SMD -1.08) serta menurunkan risiko pembentukan batu empedu (RR 0.65; 95% CI 0.50–0.84). Heterogenitas sedang diamati antar studi.
  5. Mekanisme Anti-Kristalisasi Kolesterol dari Ekstrak Dandelion pada Empedu: Studi In Vitro

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Empedu buatan yang mengandung kolesterol, lesitin, dan garam empedu dengan konsentrasi litogenik
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,1–1,0 mg/mL dalam medium empedu buatan, diamati selama 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak dandelion menghambat nukleasi dan agregasi kristal kolesterol secara dosis-tergantung. Mekanisme ini melibatkan interaksi langsung dengan misel empedu dan penundaan transisi fase kristal cair.
  6. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Dandelion dan Kurkumin terhadap Batu Empedu pada Tikus Hiperkolesterolemia

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley yang diinduksi batu empedu dengan diet tinggi kolesterol, dibagi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak dandelion 200 mg/kg/hari + kurkumin 100 mg/kg/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Kombinasi dandelion dan kurkumin secara sinergis mencegah pembentukan batu empedu dan memperbaiki profil lipid darah lebih baik daripada masing-masing tunggal, dengan penurunan kadar kolesterol empedu hingga 45%.


Cari: