Kunyit untuk Batu Empedu

Kunyit (Curcuma longa) untuk Batu Empedu, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Kurkumin terhadap Komposisi Empedu dan Risiko Pembentukan Batu Empedu pada Pasien dengan Kolelitiasis: Sebuah Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    60 pasien dengan batu empedu kolesterol (30 kelompok kurkumin, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (terstandarisasi 95% kurkuminoid) per hari dalam bentuk kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kurkumin 500 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan indeks litogenisitas empedu dan meningkatkan kadar asam empedu total. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, namun 2 pasien mengalami nyeri kolik ringan.
  2. Peran Kurkumin dalam Menghambat Kristalisasi Kolesterol Empedu dan Mencegah Kolelitiasis: Studi In Vivo pada Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus Wistar jantan yang diinduksi batu empedu dengan diet litogenik
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg BB kurkumin (dilarutkan dalam minyak jagung) per oral setiap hari, selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian kurkumin dosis 100 mg/kg BB selama 8 minggu menurunkan deposisi kolesterol di kantong empedu sebesar 45% dan menghambat pembentukan kristal kolesterol monohidrat. Efek ini terkait dengan modulasi ekspresi gen ABCG5/ABCG8.
  3. Meta-Analisis Efektivitas dan Keamanan Kurkumin pada Penyakit Kandung Empedu: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Studi Klinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis dan Systematic Review
    Sampel:
    Menggabungkan 8 studi klinis (total 412 pasien) dengan berbagai kondisi kandung empedu, termasuk 3 studi spesifik pada batu empedu
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 300-1500 mg/hari kurkuminoid selama 4-24 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan indeks litogenisitas empedu (SMD -0.89, 95% CI -1.32 hingga -0.46) dan meningkatkan fungsi kontraktil kandung empedu. Namun, risiko kolik bilier meningkat pada pasien dengan batu empedu simptomatik (RR 1.34, 95% CI 1.01-1.78).
  4. Pengaruh Kurkumin terhadap Motilitas Kandung Empedu pada Subjek Sehat dan Pasien dengan Batu Empedu Asimptomatik: Studi Klinis Prospektif

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Klinis Prospektif (Non-RCT)
    Sampel:
    30 subjek sehat dan 20 pasien dengan batu empedu asimptomatik (dikonfirmasi USG)
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal 500 mg kurkumin (kapsul) diukur efeknya selama 4 jam setelah konsumsi
    Temuan:
    Kurkumin dosis tunggal 500 mg meningkatkan volume ejeksi kandung empedu pada subjek sehat (peningkatan 22%) namun tidak pada pasien batu empedu. Pada pasien batu, terjadi peningkatan frekuensi kontraksi ringan tanpa perubahan volume ejeksi.
  5. Kurkumin Menghambat Ekspresi Transporter Kolesterol Empedu dan Mengurangi Sekresi Kolesterol pada Sel Kandung Empedu Manusia: Studi In Vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro (Seluler)
    Sampel:
    Kultur sel epitel kandung empedu manusia (sel GBC-SD) yang diberi perlakuan kurkumin 0-50 µM
    Dosis/Durasi:
    Kurkumin 10, 25, 50 µM selama 24 jam inkubasi
    Temuan:
    Kurkumin 25 µM menurunkan ekspresi mRNA ABCG5/ABCG8 sebesar 60% dan mengurangi sekresi kolesterol ke medium kultur. Efek ini bersifat dosis-dependent tanpa sitotoksisitas signifikan pada konsentrasi ≤ 50 µM.
  6. Efek Protektif Kurkumin terhadap Kolelitiasis yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak pada Mencit melalui Jalur Antioksidan dan Anti-Inflamasi

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    50 mencit C57BL/6 (25 kelompok kontrol, 25 kelompok kurkumin) dengan diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg BB kurkumin (intragastrik) setiap hari, dimulai bersamaan dengan diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Temuan:
    Kurkumin 50 mg/kg BB mencegah pembentukan batu empedu pada 80% mencit, disertai penurunan kadar malondialdehida (MDA) empedu dan penurunan ekspresi TNF-α di jaringan kandung empedu. Kadar kolesterol empedu juga menurun signifikan.
  7. Suplementasi Kurkumin sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Batu Empedu Kolesterol yang Menjalani Terapi Ursodeoxycholic Acid: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    80 pasien batu empedu kolesterol kecil (<1 cm) yang mendapat UDCA 10 mg/kg/hari, dibagi menjadi kelompok tambahan kurkumin (n=40) atau plasebo (n=40)
    Dosis/Durasi:
    1000 mg kurkumin (dalam bentuk kurkuminoid terstandarisasi 95%) per hari, diberikan bersama UDCA selama 6 bulan
    Temuan:
    Penambahan kurkumin 1000 mg/hari selama 6 bulan meningkatkan laju disolusi batu empedu (45% vs 25% pada plasebo) dan memperbaiki profil lipid empedu. Namun, 3 pasien mengalami kolik bilier ringan yang membaik dengan penghentian sementara.


Cari: