Cengkeh untuk Maag

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Protektif Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Tukak Lambung pada Tikus yang Diinduksi Etanol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, berat 180-200 g
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 7 hari sebelum induksi etanol
    Temuan:
    Pemberian ekstrak cengkeh dosis 200 mg/kg BB secara signifikan menurunkan indeks tukak dan meningkatkan kadar prostaglandin E2 serta aktivitas antioksidan. Efek protektif sebanding dengan omeprazol.
  2. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Cengkeh terhadap Helicobacter pylori Isolat Klinis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    20 isolat klinis H. pylori dari pasien maag kronis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,125–2 mg/mL, inkubasi 24 jam pada suhu 37°C
    Temuan:
    Ekstrak metanol cengkeh menunjukkan aktivitas bakterisidal dengan MIC 0,5–1,0 mg/mL terhadap semua isolat. Eugenol diidentifikasi sebagai senyawa aktif utama.
  3. Efek Suplementasi Minyak Cengkeh pada Gejala Dispepsia Fungsional: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien dispepsia fungsional (18–65 tahun, tanpa ulkus endoskopi)
    Dosis/Durasi:
    150 mg minyak cengkeh (setara 0,3 mL) dua kali sehari setelah makan, selama 4 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima 150 mg minyak cengkeh dua kali sehari selama 4 minggu mengalami penurunan skor gejala dispepsia sebesar 42% dibandingkan plasebo (18%). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Meta-Analisis Efek Tanaman Obat Famili Myrtaceae terhadap Tukak Lambung: Fokus pada Cengkeh dan Kayu Manis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi hewan (total 540 tikus) dengan model induksi tukak
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 100–400 mg/kg BB per oral, durasi 3–14 hari sebelum induksi
    Temuan:
    Cengkeh secara signifikan menurunkan indeks tukak dengan standardized mean difference -2,1 (95% CI -3,0 hingga -1,2) dibandingkan kontrol. Heterogenitas rendah (I² = 32%).
  5. Systematic Review: Peran Eugenol dalam Pencegahan dan Pengobatan Tukak Lambung

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi (in vitro, in vivo, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik; rentang dosis eugenol dalam studi hewan 10–50 mg/kg BB
    Temuan:
    Eugenol menunjukkan mekanisme protektif melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan penghambatan sekresi asam lambung. Bukti klinis pada manusia masih terbatas, namun data preklinik mendukung potensi terapi.
  6. Uji Klinis Efek Kombinasi Ekstrak Cengkeh dan Madu terhadap Infeksi Helicobacter pylori pada Pasien Maag Kronis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    80 pasien dengan maag kronis dan H. pylori positif (konfirmasi histologi dan CLO-test)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak cengkeh (kapsul) + 20 g madu murni per oral setiap pagi, selama 14 hari
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak cengkeh 500 mg/hari dan madu 20 g/hari selama 2 minggu mencapai eradikasi H. pylori sebesar 65%, lebih tinggi dari plasebo (20%, p<0,001). Gejala maag berkurang signifikan pada kelompok intervensi.


Cari: