Cengkeh untuk Bronkitis

Cengkeh (Syzygium aromaticum) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) pada Model Tikus Bronkitis Akut

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, model bronkitis, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB/hari per oral selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak daun cengkeh dosis 200 dan 400 mg/kgBB secara signifikan menurunkan jumlah sel inflamasi (neutrofil, makrofag) dan kadar TNF-α pada cairan lavage bronkoalveolar. Efek ini sebanding dengan deksametason tanpa efek samping berarti.
  2. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Cengkeh terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae Isolat Klinis Bronkitis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    20 isolat klinis (10 S. pneumoniae, 10 H. influenzae) dari pasien bronkitis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,25%-4% v/v, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri cengkeh menunjukkan aktivitas bakterisida dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) 0,5-2% v/v terhadap kedua bakteri. Eugenol sebagai komponen utama bertanggung jawab atas efek antibakteri dengan merusak membran sel.
  3. Efektivitas Sirup Ekstrak Cengkeh sebagai Ekspektoran pada Pasien Bronkitis Akut: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien bronkitis akut (30 kelompok perlakuan, 30 plasebo), usia 18-60 tahun
    Dosis/Durasi:
    Sirup mengandung ekstrak cengkeh setara 100 mg eugenol, 3 kali sehari selama 5 hari
    Temuan:
    Sirup ekstrak cengkeh (setara 100 mg eugenol) tiga kali sehari selama 5 hari secara signifikan memperbaiki skor batuk dan mempermudah pengeluaran dahak dibanding plasebo (p<0,01). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  4. Perlindungan Ekstrak Air Bunga Cengkeh terhadap Kerusakan Sel Epitel Bronkus Akibat Paparan Asap Rokok pada Kultur Sel BEAS-2B

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel epitel bronkus manusia (BEAS-2B) yang dipapar asap rokok
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 12,5-100 µg/mL selama 24 jam sebelum paparan asap rokok
    Temuan:
    Pretreatment dengan ekstrak air bunga cengkeh (25-100 µg/mL) menurunkan kadar ROS intraseluler dan menghambat aktivasi NF-κB serta pelepasan IL-6 dan IL-8 pada sel yang dipapar asap rokok. Efek protektif ini terkait kandungan polifenol dan eugenol.
  5. Meta-Analisis Efek Suplementasi Cengkeh terhadap Penanda Inflamasi pada Penyakit Saluran Napas

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi (4 RCT, 3 eksperimental) dengan total 412 subjek manusia dan hewan
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 200-400 mg ekstrak cengkeh/hari, durasi 2-8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi cengkeh secara signifikan menurunkan kadar CRP, TNF-α, dan IL-6 pada pasien dengan penyakit saluran napas (termasuk bronkitis) dengan efek samping minimal. Dosis efektif berkisar antara 200-400 mg ekstrak per hari.
  6. Uji Aktivitas Antitusif dan Ekspektoran Fraksi Eugenol dari Minyak Cengkeh pada Marmut yang Diinduksi Batuk

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    25 marmut jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol, kodein, 3 dosis fraksi eugenol)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 25, 50, 100 mg/kgBB per oral, diamati selama 30 menit setelah induksi
    Temuan:
    Fraksi eugenol dosis 50 dan 100 mg/kgBB secara signifikan menekan frekuensi batuk dan meningkatkan volume dahak pada marmut yang diinduksi asam sitrat. Efek antitusif setara dengan kodein, sedangkan efek ekspektoran lebih baik dari guaifenesin.


Cari: