Respirasi
Bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkus, yaitu saluran udara yang menghubungkan tenggorokan dengan paru-paru.
Kondisi ini dapat bersifat akut (biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan berlangsung beberapa minggu) atau kronis (biasanya disebabkan oleh iritasi jangka panjang seperti merokok atau polusi udara).
Gejala umum bronkitis meliputi batuk berdahak yang persisten, sesak napas, nyeri dada, mengi, demam ringan, dan kelelahan.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala bronkitis melalui mekanisme anti-inflamasi, ekspektoran, antimikroba, serta membantu membersihkan saluran pernapasan.
Pemberian ekstrak jahe selama 7 hari secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan durasi gejala dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Kurkumin secara signifikan menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α serum serta memperbaiki volume ekspirasi paksa detik pertama (FEV1) dibandingkan plasebo.
Suplementasi ekstrak bawang putih tua selama 12 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan produksi dahak dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Advertisement
Pemberian ekstrak kayu manis dosis 200 mg/kg BB secara signifikan menurunkan jumlah sel inflamasi dan kadar TNF-α pada cairan lavage bronkoalveolar. Efek anti-inflamasi setara dengan deksametason dosis rendah.
Meta-analisis menunjukkan bahwa pemberian cineole (kandungan utama eucalyptus) secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan memperbaiki gejala bronkitis akut dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan ringan dan jarang terjadi.
Akar manis secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan durasi bronkitis dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan minimal dan bersifat ringan.
Pemberian ekstrak etanol daun adas dosis 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan menurunkan jumlah neutrofil dan kadar TNF-α dalam cairan lavage bronkoalveolar dibandingkan kelompok LPS saja. Efek anti-inflamasi ini sebanding dengan deksametason dosis 1 mg/kg.
Pemberian ekstrak temulawak dosis 200 mg/kgBB selama 7 hari menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 secara signifikan, serta mengurangi infiltrasi neutrofil di jaringan paru. Ekstrak temulawak menunjukkan efek protektif terhadap peradangan saluran napas.
Mentol secara signifikan mengurangi frekuensi dan keparahan batuk pada bronkitis akut dibandingkan plasebo. Efek samping minimal dan bersifat lokal.
Pemberian ekstrak serai dosis 200 mg/kgBB/hari selama 7 hari secara signifikan menurunkan jumlah neutrofil dan kadar TNF-α dalam cairan bronkoalveolar pada tikus bronkitis akut. Efek anti-inflamasi ini sebanding dengan deksametason dosis rendah.