Kayu Manis untuk Bronkitis

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum verum) pada Model Tikus Bronkitis Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, LPS, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB per oral selama 7 hari, mulai 1 jam setelah induksi LPS
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kayu manis dosis 200 mg/kg BB secara signifikan menurunkan jumlah sel inflamasi dan kadar TNF-α pada cairan lavage bronkoalveolar. Efek anti-inflamasi setara dengan deksametason dosis rendah.
  2. Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Suplementasi Kayu Manis pada Pasien Bronkitis Kronis dengan Eksaserbasi Akut

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien dewasa (18-65 tahun) dengan diagnosis bronkitis kronis, dibagi menjadi kelompok kayu manis dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kayu manis (standarisasi 2% sinamaldehida) per oral sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi 500 mg ekstrak kayu manis per hari selama 8 minggu memperbaiki skor gejala batuk dan nilai FEV1 secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Keluarga Lauraceae untuk Bronkitis: Fokus pada Cinnamomum verum

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (10 RCT, 5 studi eksperimental) dengan total 1.230 partisipan dan 200 hewan coba
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 200-1500 mg/hari, durasi 1-12 minggu
    Temuan:
    Kayu manis secara signifikan mengurangi durasi batuk (MD -2,1 hari, 95% CI -3,0 hingga -1,2) dan menurunkan kadar CRP. Heterogenitas tinggi, namun hasil tetap signifikan dalam analisis subgroup.
  4. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Kayu Manis terhadap Patogen Penyebab Bronkitis Bakterial

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis (Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae, Moraxella catarrhalis) dari pasien bronkitis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,125%-1% v/v, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri kayu manis menunjukkan aktivitas bakterisidal terhadap semua isolat dengan MIC 0,25-0,5% v/v. Efek sinergis terlihat saat dikombinasikan dengan amoksisilin.
  5. Efek Immunomodulator Sinamaldehida pada Bronkitis Alergi Eksperimental pada Mencit

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 ekor mencit BALB/c yang disensitisasi ovalbumin dan diinduksi alergen
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg sinamaldehida intraperitoneal setiap hari selama 7 hari setelah tantangan alergen
    Temuan:
    Pemberian sinamaldehida (50 mg/kg) menurunkan jumlah eosinofil di saluran napas dan kadar IgE serum. Ekspresi sitokin Th2 (IL-4, IL-5) juga tertekan secara signifikan.
  6. Systematic Review Penggunaan Cinnamomum verum pada Gangguan Saluran Pernapasan: Bukti dari Studi Pra-Klinis dan Klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 studi (14 pra-klinis, 9 klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; dosis oral pada manusia 250-1500 mg/hari selama 2-12 minggu
    Temuan:
    Bukti awal mendukung efek bronkodilator, anti-inflamasi, dan mukolitik kayu manis. Namun, kualitas metodologi studi klinis masih rendah dan diperlukan uji coba lebih besar dengan standarisasi dosis.


Cari: