Jahe untuk Bronkitis

Jahe (Zingiber officinale) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Penurunan Gejala Bronkitis Akut pada Dewasa: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun: 2019
    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien dewasa dengan bronkitis akut (usia 18-65 tahun), dibagi menjadi kelompok jahe dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe (setara 1 g rimpang segar) tiga kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe selama 7 hari secara signifikan mengurangi frekuensi batuk dan durasi gejala dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Tinjauan Sistematis Efek Anti-Inflamasi Jahe (Zingiber officinale) pada Penyakit Saluran Pernapasan Termasuk Bronkitis

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (in vitro, hewan, dan manusia) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis pada studi manusia 500-2000 mg/hari selama 1-4 minggu
    Temuan:
    Jahe dan senyawa aktifnya (gingerol, shogaol) menunjukkan efek anti-inflamasi pada sel epitel bronkus melalui penghambatan jalur NF-κB dan COX-2. Potensi sebagai terapi adjuvan bronkitis didukung oleh bukti awal.
  3. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Termasuk Jahe (Zingiber officinale) pada Bronkitis Kronis

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    8 uji klinis acak dengan total 1.200 pasien bronkitis kronis, 3 di antaranya menggunakan jahe
    Dosis/Durasi:
    500-1500 mg ekstrak jahe per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Kombinasi jahe dengan terapi standar menunjukkan perbaikan signifikan pada fungsi paru (FEV1) dan penurunan eksaserbasi dibandingkan plasebo. Efek lebih nyata pada dosis tinggi (≥1 g/hari).
  4. Mekanisme Molekuler Gingerol dalam Menghambat Inflamasi Sel Epitel Bronkus pada Model In Vitro Bronkitis

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel bronkus manusia (BEAS-2B) yang diinduksi LPS
    Dosis/Durasi:
    Paparan gingerol 10, 25, 50 µM selama 24 jam
    Temuan:
    Gingerol (10-50 µM) menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi IL-6, IL-8, dan TNF-α melalui penekanan aktivasi NF-κB. Efek ini tergantung dosis dan tidak toksik pada konsentrasi yang diuji.
  5. Perbandingan Efektivitas Jahe (Zingiber officinale) dengan Bromheksin pada Pasien Bronkitis Akut di Puskesmas

    Tahun: 2018
    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 pasien bronkitis akut (usia 20-60 tahun), dibagi menjadi kelompok jahe, bromheksin, dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe (kapsul) tiga kali sehari selama 5 hari
    Temuan:
    Jahe (500 mg tiga kali sehari) sama efektifnya dengan bromheksin dalam mengurangi batuk dan produksi sputum setelah 5 hari. Efek samping minimal pada kedua kelompok.
  6. Efek Suplementasi Jahe (Zingiber officinale) terhadap Fungsi Paru dan Kualitas Hidup pada Pasien Bronkitis Kronis Stabil

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien bronkitis kronis stabil (usia 40-75 tahun), randomized double-blind
    Dosis/Durasi:
    1000 mg ekstrak jahe (standar 5% gingerol) per hari dalam dua dosis terbagi selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi jahe selama 8 minggu meningkatkan nilai FEV1 dan FVC secara signifikan serta menurunkan skor gejala batuk. Kualitas hidup (SGRQ) membaik dibanding plasebo.

Cari: