Adas untuk Bronkitis

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-inflamasi Ekstrak Etanol Daun Adas (Foeniculum vulgare) pada Tikus Model Bronkitis Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan, berat 200–250 g, dibagi dalam 5 kelompok (kontrol, LPS, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB/hari secara oral selama 7 hari, dengan induksi LPS pada hari ke-7
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun adas dosis 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan menurunkan jumlah neutrofil dan kadar TNF-α dalam cairan lavage bronkoalveolar dibandingkan kelompok LPS saja. Efek anti-inflamasi ini sebanding dengan deksametason dosis 1 mg/kg.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo pada Sirup Ekstrak Buah Adas sebagai Ekspektoran pada Pasien Bronkitis Akut

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien bronkitis akut (30 intervensi, 30 plasebo), usia 18–65 tahun, tanpa komorbid berat
    Dosis/Durasi:
    5 ml sirup (setara 2 g buah kering) 3× sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Sirup ekstrak buah adas (setara 2 g buah kering per 5 ml) yang diberikan 3× sehari selama 7 hari secara signifikan memperbaiki skor batuk, volume dahak, dan frekuensi batuk dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Systematic Review dan Meta-Analisis Tanaman Obat Ekspektoran: Fokus pada Foeniculum vulgare

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    13 studi (7 in vivo, 4 in vitro, 2 RCT) yang memenuhi kriteria inklusi, total sampel manusia 180 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya 1–4 g buah kering/hari atau setara ekstrak, durasi 5–14 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa preparat adas secara signifikan meningkatkan volume dahak dan memperbaiki skor batuk dibandingkan kontrol (SMD 0.72; 95% CI 0.45–0.99). Efek samping ringan berupa gangguan pencernaan dilaporkan pada 5% partisipan.
  4. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Adas (Foeniculum vulgare) terhadap Bakteri Patogen Penyebab Bronkitis

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    10 strain bakteri (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, dan lainnya) diisolasi dari pasien bronkitis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi uji 0,125–8 µL/mL, inkubasi 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri adas menunjukkan aktivitas antibakteri kuat terhadap S. pneumoniae dan H. influenzae dengan MIC 0,5–2,0 µL/mL. Efek bakterisidal diamati pada konsentrasi 2× MIC dalam 4 jam.
  5. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Akar Adas terhadap Fungsi Paru dan Remodeling Jaringan pada Tikus Model Bronkitis Kronis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    24 ekor tikus Wistar jantan, diinduksi paparan asap rokok selama 8 minggu untuk menghasilkan bronkitis kronis
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kg BB/hari secara oral selama 28 hari (minggu ke-9 hingga ke-12)
    Temuan:
    Ekstrak etanol akar adas dosis 150 mg/kg/hari selama 4 minggu secara signifikan memperbaiki rasio FEV1/FVC, menurunkan ketebalan dinding bronkus, dan mengurangi infiltrasi sel inflamasi. Ekspresi MMP-9 juga menurun.


Cari: