• Herbapedia.id

Licorice / Kayu Legi

Glycyrrhiza glabra
Nama: Licorice / Kayu Legi
Nama Latin/Ilmiah: Glycyrrhiza glabra
Famili: Fabaceae

Kandungan:
Glisirizin, likuitrin, asam glisiretanat
Nama Lain:
Mulethi (India), reglisse (France), lakritze (Germany), liquirizia (Italy), sous (Egypt)
Asal:
Eropa Selatan, Asia Barat, dan Asia Tengah
Bagian Utama:
Akar
Rasa:
Manis

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Licorice / Kayu Legi

Licorice atau yang dikenal di Indonesia sebagai Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) merupakan tanaman perdu abadi dari famili Fabaceae yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia Barat. Bagian yang paling bernilai dari tanaman ini adalah akar tunggangnya yang panjang dan berdaging, berwarna cokelat keabu-abuan di luar dan kuning di dalam. Akar ini mengandung senyawa glisirizin (glycyrrhizin) yang memberikan rasa manis khas hingga 50 kali lebih manis dari gula tebu. Secara botani, tanaman ini memiliki daun majemuk menyirip, bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan, dan buah polong yang berisi biji kecil. Pertumbuhannya optimal di tanah berpasir dengan drainase baik dan paparan sinar matahari penuh, serta sering dibudidayakan di daerah subtropis dan tropis kering.

Advertisement

Kandungan fitokimia utama dalam akar Glycyrrhiza glabra meliputi glisirizin, flavonoid (seperti likuiritin dan likuiritigenin), kumarin, serta sterol tumbuhan. Glisirizin memiliki efek antiinflamasi, antivirus, dan ekspektoran yang kuat, namun konsumsi berlebihan dapat menyebabkan pseudohiperaldosteronisme akibat penghambatan enzim 11β-hidroksisteroid dehidrogenase tipe 2. Selain itu, flavonoid dalam licorice berperan sebagai antioksidan dan pelindung mukosa lambung, sehingga sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk tukak lambung dan radang tenggorokan. Proses ekstraksi biasanya dilakukan dengan merebus akar kering, kemudian menguapkan airnya hingga diperoleh pasta atau ekstrak kental yang siap diolah menjadi produk komersial.

Dalam penggunaannya, Glycyrrhiza glabra telah dimanfaatkan selama ribuan tahun oleh peradaban Mesir kuno, Yunani, Tiongkok, dan India sebagai jamu serta bahan perisa. Di industri modern, licorice digunakan dalam produk confectionery (permen licorice), minuman herbal, suplemen kesehatan, dan kosmetik untuk efek menenangkan kulit. Peraturan internasional membatasi konsumsi harian glisirizin maksimal 100 mg untuk menghindari efek samping. Dengan multifungsi sebagai pemanis alami, antiinflamasi, dan adaptogen, licorice tetap menjadi subjek penelitian farmakologi yang menarik, meskipun diperlukan kehati-hatian dalam dosis terapinya.

Update: 30 Jul 2026 - 00:00:18

 

II. Manfaat Licorice / Kayu Legi

Manfaat Licorice / Kayu Legi untuk kesehatan.

  1. Gastroprotektif dan Pengobatan Ulkus Lambung

    Meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat aktivitas pepsin, mengurangi sekresi asam lambung, dan mempercepat regenerasi mukosa melalui aktivasi faktor pertumbuhan epidermis (EGF) dan siklooksigenase-2 (COX-2). Deglycyrrhizinated licorice (DGL) menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori dan mengurangi adhesi bakteri.

    Senyawa Aktif: Asam glycyrrhetinic, Liquiritin, Glabridin
    Tampilkan
  2. Antivirus pada Hepatitis C Kronis

    Glycyrrhizin menghambat replikasi virus hepatitis C (HCV) melalui induksi interferon endogen, modulasi imun (peningkatan sel NK dan T helper), serta penghambatan enzim NS3 protease dan RNA polimerase. Juga menghambat penyerapan virus ke hepatosit.

    Senyawa Aktif: Glycyrrhizin (asam glycyrrhizic), Asam glycyrrhetinic, Licochalcone A
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat jalur NF-κB dan COX-2 sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Senyawa glabridin dan licochalcone A juga menghambat enzim fosfolipase A2 dan lipooksigenase, mengurangi peradangan sendi.

    Senyawa Aktif: Glabridin, Licochalcone A, Liquiritin
    Tampilkan
  4. Antidiabetes dan Resistensi Insulin

    Mengaktifkan AMPK dan PPAR-γ, meningkatkan translokasi GLUT4 ke membran sel, serta menghambat α-glukosidase dan α-amilase sehingga memperlambat penyerapan karbohidrat. Asam glycyrrhetinic juga menghambat 11β-HSD1, mengurangi konversi kortison menjadi kortisol di jaringan adiposa.

    Senyawa Aktif: Asam glycyrrhetinic, Isoliquiritigenin, Licuraside
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Licorice / Kayu Legi

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Licorice / Kayu Legi.

  1. Glycyrrhizin (Asam Glycyrrhizic)

    Golongan: Triterpenoid Saponin
    Bagian Tanaman: Akar dan stolon (rhizome)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antivirus (termasuk SARS-CoV-2), Hepatoprotektif, Ekspektoran.
    Tampilkan
  2. Glabridin

    Golongan: Flavonoid (Isoflavon)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba, Aktivitas Estrogenik Lemah, Efek Neuroprotektif.
    Tampilkan
  3. Liquiritin

    Golongan: Flavonoid (Flavanon glikosida)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidepresan, Antidiabetes, Antioksidan, Antiinflamasi, Perlindungan Mukosa Lambung.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Licorice / Kayu Legi

Penggunaan bersamaan dengan diuretik loop (misal furosemide) atau diuretik thiazide

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari kombinasi karena risiko hipokalemia berat. Jika tidak terhindarkan, pantau kadar kalium secara ketat dan pertimbangkan suplementasi kalium.

Kortikosteroid sistemik (misal prednison, deksametason)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Kombinasi meningkatkan efek mineralokortikoid sehingga memperburuk retensi cairan, hipertensi, dan hipokalemia. Sebaiknya dihindari.

Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker, CCB)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Licorice meningkatkan tekanan darah melalui efek mineralokortikoid, sehingga dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi. Pantau tekanan darah dan sesuaikan dosis atau hentikan licorice.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Licorice / Kayu Legi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Licorice / Kayu Legi.

Apa itu licorice (akar manis) dan senyawa aktif utamanya?
Licorice adalah tanaman herbal dari spesies Glycyrrhiza glabra. Senyawa aktif utamanya adalah glycyrrhizin (asam glycyrrhizic) yang memberikan rasa manis, serta flavonoid seperti liquiritin dan glabridin. Glycyrrhizin memiliki efek antiinflamasi dan antivirus, namun dapat menyebabkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. (Food and Chemical Toxicology, 2013)
Berapa dosis harian yang aman untuk konsumsi licorice?
Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) merekomendasikan batas asupan glycyrrhizin tidak lebih dari 100 mg per hari untuk orang dewasa. Konsumsi di atas 100 mg/hari dalam jangka panjang dapat menyebabkan hipertensi, hipokalemia, dan gangguan elektrolit. (EFSA Journal, 2014)
Apa efek samping dari konsumsi licorice berlebihan?
Efek samping utama adalah pseudohyperaldosteronism yang ditandai dengan retensi natrium, kehilangan kalium, edema, tekanan darah tinggi, dan aritmia jantung. Gejala lain termasuk kelelahan, sakit kepala, dan gangguan otot. Risiko meningkat pada orang dengan hipertensi, penyakit ginjal, atau yang mengonsumsi diuretik. (New England Journal of Medicine, 1991)
Apakah licorice aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Konsumsi licorice selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia dan kelahiran prematur. Glycyrrhizin dapat memengaruhi hormon steroid dan menyebabkan gangguan pada janin. Ibu menyusui juga sebaiknya menghindari karena dapat ditransfer ke ASI. (American Journal of Obstetrics and Gynecology, 1997; Pediatrics, 2001)
Apakah licorice aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Anak-anak lebih sensitif terhadap efek glycyrrhizin, dan konsumsi dapat menyebabkan hipokalemia, hipertensi, dan gangguan pertumbuhan. Sebaiknya hindari penggunaan dalam bentuk suplemen atau teh pekat. (Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2005)
Apa interaksi licorice dengan obat-obatan?
Licorice dapat berinteraksi dengan obat diuretik (misalnya furosemide), meningkatkan risiko hipokalemia. Juga dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi, dan meningkatkan efek kortikosteroid. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat digitalis (digoxin) karena risiko aritmia. (British Journal of Clinical Pharmacology, 1995)
Apa manfaat kesehatan licorice yang didukung bukti ilmiah?
Licorice telah diteliti untuk meredakan batuk dan radang tenggorokan karena efek ekspektoran dan antiinflamasi. Ekstraknya juga digunakan dalam pengobatan ulkus lambung (Helicobacter pylori) dan sebagai antivirus herpes. Namun, manfaat ini perlu divalidasi lebih lanjut dan dosis harus dikontrol. (Phytotherapy Research, 2012; Journal of Ethnopharmacology, 2010)
Bagaimana cara penggunaan licorice yang aman dalam konsumsi sehari-hari?
Gunakan dalam jumlah kecil sebagai perasa makanan atau minuman, misalnya dalam teh atau permen. Pastikan tidak mengonsumsi lebih dari 100 mg glycyrrhizin per hari. Periksa label produk jika menggunakan suplemen. Orang dengan riwayat hipertensi, penyakit jantung, ginjal, atau kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2002)

Suji Leaf / Daun Suji

Dracaena angustifolia

Mangkokan Leaf

Nothopanax scutellarium