Kayu Legi

Licorice | Glycyrrhiza glabra
Kayu Legi
Nama
Kayu Legi (Licorice)
Nama Latin/Ilmiah
Glycyrrhiza glabra
Famili
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Manis

Nama Lain
Mulethi (India), reglisse (France), lakritze (Germany), liquirizia (Italy), sous (Egypt)
Asal
Eropa Selatan, Asia Barat, dan Asia Tengah
Kandungan Utama
Glisirizin, likuitrin, asam glisiretanat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kayu Legi

Licorice atau yang dikenal di Indonesia sebagai Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) merupakan tanaman perdu abadi dari famili Fabaceae yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia Barat. Bagian yang paling bernilai dari tanaman ini adalah akar tunggangnya yang panjang dan berdaging, berwarna cokelat keabu-abuan di luar dan kuning di dalam. Akar ini mengandung senyawa glisirizin (glycyrrhizin) yang memberikan rasa manis khas hingga 50 kali lebih manis dari gula tebu. Secara botani, tanaman ini memiliki daun majemuk menyirip, bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan, dan buah polong yang berisi biji kecil. Pertumbuhannya optimal di tanah berpasir dengan drainase baik dan paparan sinar matahari penuh, serta sering dibudidayakan di daerah subtropis dan tropis kering.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Agu 2026 - 02:42:32
 

II. Ciri-ciri Kayu Legi

Tanaman ini suka banget sama iklim subtropis yang agak kering. Biasanya tumbuh subur di wilayah Mediterania, Asia Barat, sampai ke sebagian Rusia. Dia paling oke kalau ditanam di tanah yang dalam, berpasir, dan punya sistem drainase yang bagus biar akarnya nggak busuk. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan herba menahun yang tingginya bisa mencapai 1 sampai 1,5 meter.
Sistem Perakaran Bagian paling ikoniknya ada di sini; punya akar tunggang yang panjang, berserat, dan menjalar (rizoma) di bawah tanah. Warnanya cokelat di luar dan kuning cerah di dalam. Inilah yang punya rasa manis khas.
Batang Batangnya tegak, berkayu di bagian bawah, dan punya banyak cabang.
Daun Daunnya tipe majemuk menyirip gasal, bentuknya oval memanjang, permukaannya agak lengket, dan berwarna hijau cerah.
Bunga Bunganya kecil-kecil, bergerombol, warnanya cantik antara ungu muda sampai putih kebiruan, bentuknya mirip kupu-kupu khas keluarga kacang-kacangan (Fabaceae).
Buah Buahnya berbentuk polong pipih, warnanya cokelat, di dalamnya berisi biji-biji kecil yang keras.

III. Manfaat Kayu Legi

8 Manfaat Kayu Legi untuk kesehatan.

  1. Gastroprotektif dan Pengobatan Ulkus Lambung

    Meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat aktivitas pepsin, mengurangi sekresi asam lambung, dan mempercepat regenerasi mukosa melalui aktivasi faktor pertumbuhan epidermis (EGF) dan siklooksigenase-2 (COX-2). Deglycyrrhizinated licorice (DGL) menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori dan mengurangi adhesi bakteri.

    Senyawa Aktif: Asam glycyrrhetinic, Liquiritin, Glabridin
    Tampilkan
  2. Antivirus pada Hepatitis C Kronis

    Glycyrrhizin menghambat replikasi virus hepatitis C (HCV) melalui induksi interferon endogen, modulasi imun (peningkatan sel NK dan T helper), serta penghambatan enzim NS3 protease dan RNA polimerase. Juga menghambat penyerapan virus ke hepatosit.

    Senyawa Aktif: Glycyrrhizin (asam glycyrrhizic), Asam glycyrrhetinic, Licochalcone A
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Menghambat jalur NF-κB dan COX-2 sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Senyawa glabridin dan licochalcone A juga menghambat enzim fosfolipase A2 dan lipooksigenase, mengurangi peradangan sendi.

    Senyawa Aktif: Glabridin, Licochalcone A, Liquiritin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kayu Legi

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Legi.

  1. Glycyrrhizin (Asam Glycyrrhizic)

    Golongan: Triterpenoid Saponin
    Bagian Tanaman: Akar dan stolon (rhizome)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antivirus (termasuk SARS-CoV-2), Hepatoprotektif, Ekspektoran.
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid (Isoflavon)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba, Aktivitas Estrogenik Lemah, Efek Neuroprotektif.
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (Flavanon glikosida)
    Bagian Tanaman: Akar
    Aktivitas Farmakologis:
    Antidepresan, Antidiabetes, Antioksidan, Antiinflamasi, Perlindungan Mukosa Lambung.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kayu Legi

Interaksi & Kontraindikasi Kayu Legi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan diuretik loop (misal furosemide) atau diuretik thiazide

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena risiko hipokalemia berat. Jika tidak terhindarkan, pantau kadar kalium secara ketat dan pertimbangkan suplementasi kalium.

  2. Kortikosteroid sistemik (misal prednison, deksametason)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kombinasi meningkatkan efek mineralokortikoid sehingga memperburuk retensi cairan, hipertensi, dan hipokalemia. Sebaiknya dihindari.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi (ACE inhibitor, ARB, beta-blocker, CCB)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Licorice meningkatkan tekanan darah melalui efek mineralokortikoid, sehingga dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi. Pantau tekanan darah dan sesuaikan dosis atau hentikan licorice.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Kayu Legi

Kayu Legi atau Liquorice (Glycyrrhiza glabra) mengandung senyawa aktif utama bernama glycyrrhizin (asam glycyrrhizic). Konsumsi akar kayu legi dalam jumlah berlebihan atau jangka panjang dapat memicu efek samping serius yang berkaitan dengan ketidakseimbangan elektrolit dan hormonal dalam tubuh. Glycyrrhizin menghambat enzim 11-beta-HSD2, yang berakibat pada peningkatan kadar kortisol di reseptor mineralokortikoid ginjal. Kondisi ini meniru kelebihan hormon aldosteron, menyebabkan retensi natrium dan air yang masif serta pengeluaran kalium (hipokalemia).

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kayu Legi

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kayu Legi.

  1. Glycyrrhiza glabra (Kayu Legi): Tinjauan Komprehensif tentang Fitokimia, Aktivitas Biologis, Bukti Klinis, dan Toksikologi

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Tanaman Kayu Legi memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antivirus, antimikroba, dan gastroprotektif. Glisirizin dan glabridin merupakan senyawa bioaktif utama yang bertanggung jawab terhadap sebagian besar efek terapeutik.
    Tampilkan
  2. Pengaruh Suplementasi Akar Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) terhadap Enzim Hati: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Suplementasi akar Kayu Legi secara signifikan menurunkan kadar ALT dan AST dibandingkan plasebo. Namun, tidak ditemukan perbaikan bermakna pada kadar bilirubin dan albumin total.
    Tampilkan
  3. Hubungan Dosis Licorice (Glycyrrhiza glabra) dengan Perubahan Tekanan Darah dan Kalium Serum: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Licorice meningkatkan tekanan darah sistolik dan menurunkan kalium serum secara signifikan. Efek ini bersifat tergantung dosis, terutama bila asupan glisirizin melebihi 100 mg per hari.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kayu Legi

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kayu Legi.

Apa itu licorice (akar manis) dan senyawa aktif utamanya?
Licorice adalah tanaman herbal dari spesies Glycyrrhiza glabra. Senyawa aktif utamanya adalah glycyrrhizin (asam glycyrrhizic) yang memberikan rasa manis, serta flavonoid seperti liquiritin dan glabridin. Glycyrrhizin memiliki efek antiinflamasi dan antivirus, namun dapat menyebabkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. (Food and Chemical Toxicology, 2013)
Berapa dosis harian yang aman untuk konsumsi licorice?
Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) merekomendasikan batas asupan glycyrrhizin tidak lebih dari 100 mg per hari untuk orang dewasa. Konsumsi di atas 100 mg/hari dalam jangka panjang dapat menyebabkan hipertensi, hipokalemia, dan gangguan elektrolit. (EFSA Journal, 2014)
Apa efek samping dari konsumsi licorice berlebihan?
Efek samping utama adalah pseudohyperaldosteronism yang ditandai dengan retensi natrium, kehilangan kalium, edema, tekanan darah tinggi, dan aritmia jantung. Gejala lain termasuk kelelahan, sakit kepala, dan gangguan otot. Risiko meningkat pada orang dengan hipertensi, penyakit ginjal, atau yang mengonsumsi diuretik. (New England Journal of Medicine, 1991)
Apakah licorice aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Konsumsi licorice selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia dan kelahiran prematur. Glycyrrhizin dapat memengaruhi hormon steroid dan menyebabkan gangguan pada janin. Ibu menyusui juga sebaiknya menghindari karena dapat ditransfer ke ASI. (American Journal of Obstetrics and Gynecology, 1997; Pediatrics, 2001)
Apakah licorice aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Anak-anak lebih sensitif terhadap efek glycyrrhizin, dan konsumsi dapat menyebabkan hipokalemia, hipertensi, dan gangguan pertumbuhan. Sebaiknya hindari penggunaan dalam bentuk suplemen atau teh pekat. (Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2005)
Apa interaksi licorice dengan obat-obatan?
Licorice dapat berinteraksi dengan obat diuretik (misalnya furosemide), meningkatkan risiko hipokalemia. Juga dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi, dan meningkatkan efek kortikosteroid. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat digitalis (digoxin) karena risiko aritmia. (British Journal of Clinical Pharmacology, 1995)
Apa manfaat kesehatan licorice yang didukung bukti ilmiah?
Licorice telah diteliti untuk meredakan batuk dan radang tenggorokan karena efek ekspektoran dan antiinflamasi. Ekstraknya juga digunakan dalam pengobatan ulkus lambung (Helicobacter pylori) dan sebagai antivirus herpes. Namun, manfaat ini perlu divalidasi lebih lanjut dan dosis harus dikontrol. (Phytotherapy Research, 2012; Journal of Ethnopharmacology, 2010)
Bagaimana cara penggunaan licorice yang aman dalam konsumsi sehari-hari?
Gunakan dalam jumlah kecil sebagai perasa makanan atau minuman, misalnya dalam teh atau permen. Pastikan tidak mengonsumsi lebih dari 100 mg glycyrrhizin per hari. Periksa label produk jika menggunakan suplemen. Orang dengan riwayat hipertensi, penyakit jantung, ginjal, atau kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2002)

Suji

Dracaena angustifolia

Mangkokan

Nothopanax scutellarium

Cari: