Advertisement
Licorice atau yang dikenal di Indonesia sebagai Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) merupakan tanaman perdu abadi dari famili Fabaceae yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia Barat. Bagian yang paling bernilai dari tanaman ini adalah akar tunggangnya yang panjang dan berdaging, berwarna cokelat keabu-abuan di luar dan kuning di dalam. Akar ini mengandung senyawa glisirizin (glycyrrhizin) yang memberikan rasa manis khas hingga 50 kali lebih manis dari gula tebu. Secara botani, tanaman ini memiliki daun majemuk menyirip, bunga ungu kebiruan yang tersusun dalam tandan, dan buah polong yang berisi biji kecil. Pertumbuhannya optimal di tanah berpasir dengan drainase baik dan paparan sinar matahari penuh, serta sering dibudidayakan di daerah subtropis dan tropis kering.
Tanaman ini suka banget sama iklim subtropis yang agak kering. Biasanya tumbuh subur di wilayah Mediterania, Asia Barat, sampai ke sebagian Rusia. Dia paling oke kalau ditanam di tanah yang dalam, berpasir, dan punya sistem drainase yang bagus biar akarnya nggak busuk. Karakteristik/ciri-ciri Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuhan herba menahun yang tingginya bisa mencapai 1 sampai 1,5 meter. |
| Sistem Perakaran | Bagian paling ikoniknya ada di sini; punya akar tunggang yang panjang, berserat, dan menjalar (rizoma) di bawah tanah. Warnanya cokelat di luar dan kuning cerah di dalam. Inilah yang punya rasa manis khas. |
| Batang | Batangnya tegak, berkayu di bagian bawah, dan punya banyak cabang. |
| Daun | Daunnya tipe majemuk menyirip gasal, bentuknya oval memanjang, permukaannya agak lengket, dan berwarna hijau cerah. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, bergerombol, warnanya cantik antara ungu muda sampai putih kebiruan, bentuknya mirip kupu-kupu khas keluarga kacang-kacangan (Fabaceae). |
| Buah | Buahnya berbentuk polong pipih, warnanya cokelat, di dalamnya berisi biji-biji kecil yang keras. |
8 Manfaat Kayu Legi untuk kesehatan.
Meningkatkan produksi mukus lambung, menghambat aktivitas pepsin, mengurangi sekresi asam lambung, dan mempercepat regenerasi mukosa melalui aktivasi faktor pertumbuhan epidermis (EGF) dan siklooksigenase-2 (COX-2). Deglycyrrhizinated licorice (DGL) menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori dan mengurangi adhesi bakteri.
Glycyrrhizin menghambat replikasi virus hepatitis C (HCV) melalui induksi interferon endogen, modulasi imun (peningkatan sel NK dan T helper), serta penghambatan enzim NS3 protease dan RNA polimerase. Juga menghambat penyerapan virus ke hepatosit.
Menghambat jalur NF-κB dan COX-2 sehingga menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Senyawa glabridin dan licochalcone A juga menghambat enzim fosfolipase A2 dan lipooksigenase, mengurangi peradangan sendi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kayu Legi.
Interaksi & Kontraindikasi Kayu Legi dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kayu Legi atau Liquorice (Glycyrrhiza glabra) mengandung senyawa aktif utama bernama glycyrrhizin (asam glycyrrhizic). Konsumsi akar kayu legi dalam jumlah berlebihan atau jangka panjang dapat memicu efek samping serius yang berkaitan dengan ketidakseimbangan elektrolit dan hormonal dalam tubuh. Glycyrrhizin menghambat enzim 11-beta-HSD2, yang berakibat pada peningkatan kadar kortisol di reseptor mineralokortikoid ginjal. Kondisi ini meniru kelebihan hormon aldosteron, menyebabkan retensi natrium dan air yang masif serta pengeluaran kalium (hipokalemia).
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kayu Legi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kayu Legi.