Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Glycyrrhiza glabra (Kayu Legi): Tinjauan Komprehensif tentang Fitokimia, Aktivitas Biologis, Bukti Klinis, dan Toksikologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Review Naratif
    Sampel:
    Mencakup 147 artikel pendukung; tidak melibatkan subjek manusia secara langsung
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi review).
    Temuan:
    Tanaman Kayu Legi memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antivirus, antimikroba, dan gastroprotektif. Glisirizin dan glabridin merupakan senyawa bioaktif utama yang bertanggung jawab terhadap sebagian besar efek terapeutik.
  2. Pengaruh Suplementasi Akar Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) terhadap Enzim Hati: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak dengan total 342 pasien gangguan hati berlemak non-alkoholik dan hepatitis kronis
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak akar Kayu Legi 0,5–2 g/hari; durasi 8–24 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi akar Kayu Legi secara signifikan menurunkan kadar ALT dan AST dibandingkan plasebo. Namun, tidak ditemukan perbaikan bermakna pada kadar bilirubin dan albumin total.
  3. Hubungan Dosis Licorice (Glycyrrhiza glabra) dengan Perubahan Tekanan Darah dan Kalium Serum: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    10 uji klinis acak dengan total 410 subjek dewasa normotensi dan hipertensi
    Dosis/Durasi:
    Asupan setara glisirizin 50–300 mg/hari; durasi 1–12 minggu.
    Temuan:
    Licorice meningkatkan tekanan darah sistolik dan menurunkan kalium serum secara signifikan. Efek ini bersifat tergantung dosis, terutama bila asupan glisirizin melebihi 100 mg per hari.
  4. Efek Ekstrak Akar Kayu Legi terhadap Sindrom Pra-Menstruasi: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 wanita usia 18–35 tahun dengan sindrom pra-menstruasi ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak akar licorice 380 mg dua kali sehari, diberikan selama 3 siklus menstruasi.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Kayu Legi selama tiga siklus menstruasi secara signifikan menurunkan skor gejala fisik dan psikologis PMS. Tidak ditemukan efek samping serius.
  5. Obat Kumur Licorice (Glycyrrhiza glabra) untuk Mencegah Mukositis Oral akibat Kemoterapi pada Pasien Leukemia: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien leukemia yang menjalani kemoterapi dengan risiko mukositis oral
    Dosis/Durasi:
    Berkumur 10 mL larutan licorice 5% selama 2 menit, 3 kali sehari, selama 14 hari.
    Temuan:
    Obat kumur licorice 5% menurunkan insiden dan tingkat keparahan mukositis oral serta mengurangi rasa nyeri. Tidak ada perbedaan signifikan pada mual dan muntah.
  6. Peran Glycyrrhiza glabra (Kayu Legi) sebagai Terapi Komplementer pada COVID-19: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (uji klinis dan studi observasional) dengan total 1.208 pasien COVID-19 ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi; glisirizin 75–200 mg/hari atau ekstrak akar licorice 1–3 g/hari selama 7–14 hari.
    Temuan:
    Kayu Legi/glysirizin memperbaiki gejala klinis, menurunkan durasi rawat, dan menurunkan penanda inflamasi seperti CRP dan IL-6 pada pasien COVID-19. Belum cukup bukti untuk merekomendasikan sebagai terapi standar.
  7. Efek Akar Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) terhadap Kadar Testosteron dan Hirsutisme pada Wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita dengan sindrom ovarium polikistik dan hirsutisme ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    Bubuk akar licorice 1,5 g/hari dalam dua dosis terbagi selama 12 minggu.
    Temuan:
    Konsumsi bubuk akar Kayu Legi selama 12 minggu menurunkan kadar testosteron total dan skor hirsutisme Ferriman-Gallwey. Pasien mengalami toleransi yang baik tanpa perubahan signifikan pada fungsi hati.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Kayu Legi dan Asma

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Asma:
    • Efek Antiinflamasi dan Bronkodilator Glycyrrhiza glabra pada Pasien Asma: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Glycyrrhizin Menurunkan Inflamasi Saluran Napas dan Hipersekresi Mukus pada Model Mencit Asma Alergi
    • Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Termasuk Glycyrrhiza glabra pada Asma
  2. Kayu Legi dan Pneumonia

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Pneumonia:
    • Efek Antiinflamasi Asam Glycyrrhizic pada Pneumonia Akibat Lipopolisakarida pada Mencit melalui Penghambatan Jalur Sinyal TLR4/NF-κB
    • Efek Antivirus dan Perbaikan Pneumonia COVID-19 oleh Glycyrrhizin pada Model Hamster
    • Efikasi dan Keamanan Glycyrrhizin pada Pneumonia COVID-19 Berat: Studi Retrospektif
  3. Kayu Legi dan Gagal Ginjal

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Gagal Ginjal:
    • Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) terhadap Nefrotoksisitas yang Diinduksi Gentamisin pada Tikus
    • Glycyrrhizin Menghambat Fibrosis Ginjal pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Jalur TGF-β1/Smad
    • Glabridin dari Akar Licorice Meredakan Stres Oksidatif dan Disfungsi Ginjal pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi L-NAME
  4. Kayu Legi dan Osteoporosis

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Osteoporosis:
    • Efek Ekstrak Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) terhadap Kepadatan Tulang dan Marker Osteoporosis pada Tikus Ovariektomi
    • Glabridin, Isoflavan dari Akar Licorice, Menghambat Osteoklastogenesis dan Mencegah Pengeroposan Tulang pada Tikus Ovariektomi
    • Efek Suplementasi Ekstrak Licorice terhadap Marker Turnover Tulang pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
  5. Kayu Legi dan Sinusitis

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Sinusitis:
    • Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) pada Pasien Rinosinusitis Kronis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Anti-Inflamasi untuk Sinusitis Akut dan Kronis: Fokus pada Glycyrrhiza glabra
    • Meta-Analisis Efek Glycyrrhizin terhadap Penanda Inflamasi pada Penyakit Saluran Napas Atas: Implikasi untuk Sinusitis
  6. Kayu Legi dan Insomnia

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Insomnia:
    • Efek Sedatif dan Hipnotik Ekstrak Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) pada Mencit
    • Pengaruh Suplementasi Ekstrak Glycyrrhiza glabra terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia Ringan: Uji Acak Terkontrol Plasebo
    • Obat Herbal untuk Insomnia: Tinjauan Sistematis Uji Acak Terkontrol
  7. Kayu Legi dan Maag

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Maag:
    • Efektivitas dan keamanan ekstrak terstandarisasi Glycyrrhiza glabra pada dispepsia fungsional: uji acak terkontrol plasebo ganda-buta
    • Pengaruh licorice terhadap eradikasi Helicobacter pylori: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis
    • Licorice (Glycyrrhiza glabra) dan turunannya untuk tukak lambung: sebuah tinjauan sistematis
  8. Kayu Legi dan Bronkitis

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Bronkitis:
    • Efikasi dan Keamanan Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) pada Bronkitis Akut: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Sirup Licorice pada Pasien Bronkitis Akut Dewasa
    • Efek Anti-Inflamasi Glycyrrhizin pada Bronkitis Kronis: Studi Eksperimental pada Tikus
  9. Kayu Legi dan Vertigo

    Penilitian Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Vertigo:
    • Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) pada Model Tikus Vertigo Perifer Akibat Labirinitis
    • Efek Suplementasi Glycyrrhiza glabra pada Pasien Migrain Vestibular: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    • Pengaruh Konsumsi Licorice terhadap Tekanan Darah dan Kejadian Vertigo Ortostatik pada Populasi Dewasa Sehat

Cari: