Kayu Legi untuk Insomnia

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Sedatif dan Hipnotik Ekstrak Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) pada Mencit

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor mencit jantan galur Swiss Webster
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan, diberikan secara oral satu kali sebelum uji tidur
    Temuan:
    Ekstrak akar manis meningkatkan durasi tidur yang diinduksi pentobarbital secara signifikan pada dosis 200 dan 400 mg/kg, menunjukkan aktivitas sedatif-hipnotik.
  2. Pengaruh Suplementasi Ekstrak Glycyrrhiza glabra terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia Ringan: Uji Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Uji Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien dengan insomnia ringan (skor PSQI >5), usia 25-55 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar (mengandung 5% glisirizin) per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Glycyrrhiza glabra 500 mg/hari selama 4 minggu secara signifikan menurunkan skor PSQI dan meningkatkan efisiensi tidur dibandingkan plasebo.
  3. Obat Herbal untuk Insomnia: Tinjauan Sistematis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    20 uji acak terkontrol yang mengevaluasi berbagai herbal termasuk Glycyrrhiza glabra
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (250-1000 mg/hari, 2-6 minggu)
    Temuan:
    Bukti terbatas menunjukkan bahwa Glycyrrhiza glabra memiliki potensi sebagai sedatif ringan, namun kualitas studi rendah dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
  4. Asam Glisirizin Memodulasi Reseptor GABA-A dan Menimbulkan Efek Seperti Anksiolitik pada Mencit

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 ekor mencit jantan galus C57BL/6
    Dosis/Durasi:
    Dosis 50, 100, dan 200 mg/kg berat badan, diberikan secara intraperitoneal selama 7 hari
    Temuan:
    Asam glisirizin, senyawa aktif utama licorice, meningkatkan pengikatan pada subunit reseptor GABA-A dan menunjukkan efek anksiolitik serta sedatif yang sebanding dengan diazepam dosis rendah.
  5. Efikasi Obat Herbal untuk Insomnia: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 uji acak terkontrol (total 1.240 partisipan) termasuk satu studi tentang Glycyrrhiza glabra
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (rentang dosis 200-1000 mg/hari, durasi 2-8 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek positif kecil namun signifikan dari herbal termasuk licorice terhadap kualitas tidur (SMD -0,28, p=0,04), namun heterogenitas tinggi.
  6. Pengaruh Ekstrak Glycyrrhiza glabra terhadap Pola Tidur dan Stres Oksidatif pada Tikus yang Mengalami Kurang Tidur

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    24 ekor tikus Sprague-Dawley jantan
    Dosis/Durasi:
    300 mg/kg berat badan per hari, diberikan secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak licorice 300 mg/kg/hari selama 14 hari memperbaiki gangguan pola tidur dan menurunkan kadar malondialdehid (MDA) di otak tikus yang mengalami sleep deprivation.


Cari: