Kayu Legi untuk Osteoporosis

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) terhadap Kepadatan Tulang dan Marker Osteoporosis pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    30 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi, dibagi menjadi 3 kelompok (kontrol, dosis rendah, dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak akar licorice (etanol 70%) dosis 100 mg/kgBB/hari dan 200 mg/kgBB/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar licorice secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang (BMD) dan menurunkan kadar CTX-1 (marker resorpsi tulang) dibandingkan kontrol. Efek protektif setara dengan estrogen dosis rendah tanpa efek samping pada uterus.
  2. Glabridin, Isoflavan dari Akar Licorice, Menghambat Osteoklastogenesis dan Mencegah Pengeroposan Tulang pada Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo & In Vitro)
    Sampel:
    40 tikus betina C57BL/6 yang diovariektomi (in vivo) dan kultur sel RAW264.7 (in vitro)
    Dosis/Durasi:
    Glabridin murni 10 mg/kgBB/hari secara intraperitoneal selama 6 minggu (in vivo); konsentrasi 0,1–10 µM selama 5 hari (in vitro)
    Temuan:
    Glabridin menghambat diferensiasi osteoklas melalui penekanan jalur NF-κB dan MAPK. Pada tikus, glabridin mencegah penurunan BMD dan memperbaiki mikroarsitektur trabekular tulang.
  3. Efek Suplementasi Ekstrak Licorice terhadap Marker Turnover Tulang pada Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause (usia 50–65 tahun) dengan osteopenia, dibagi menjadi kelompok plasebo dan kelompok ekstrak licorice
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak akar licorice (terstandarisasi 5% glabridin) 500 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak licorice selama 12 minggu menurunkan kadar NTX (marker resorpsi tulang) dan meningkatkan kadar osteokalsin (marker pembentukan tulang) secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada perubahan signifikan pada BMD.
  4. Asam Glisirizinat Menghambat Diferensiasi Osteoklas dan Resorpsi Tulang melalui Penekanan Jalur Sinyal RANKL

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel osteoklas prekursor RAW264.7 dan sel sumsum tulang primer mencit
    Dosis/Durasi:
    Asam glisirizinat konsentrasi 25, 50, dan 100 µM selama 5–7 hari
    Temuan:
    Asam glisirizinat secara dosis-tergantung menghambat pembentukan osteoklas multinukleus dan aktivitas resorpsi tulang. Mekanismenya melibatkan penekanan aktivasi NF-κB dan MAPK serta penurunan ekspresi faktor transkripsi NFATc1.
  5. Tinjauan Sistematis Efek Glycyrrhiza glabra dan Senyawa Aktifnya terhadap Kesehatan Tulang pada Model Osteoporosis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi (in vivo, in vitro, dan klinis) yang memenuhi kriteria inklusi dari basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi; dosis ekstrak 100–500 mg/hari pada manusia, durasi 4–12 minggu
    Temuan:
    Mayoritas studi menunjukkan efek protektif licorice dan senyawa utamanya (glabridin, glisirizin) terhadap osteoporosis melalui penghambatan osteoklas dan stimulasi osteoblas. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba jangka panjang.
  6. Meta-Analisis Efek Suplementasi Licorice terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Manusia dan Hewan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (8 studi hewan, 4 studi manusia) dengan total 1.024 subjek (780 hewan, 244 manusia)
    Dosis/Durasi:
    Studi manusia: ekstrak licorice 300–600 mg/hari selama 8–24 minggu; studi hewan: 50–200 mg/kgBB/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi licorice secara signifikan meningkatkan BMD pada model hewan (SMD=0.82, p<0.001) dan memiliki efek positif pada marker turnover tulang pada manusia, meskipun efek terhadap BMD manusia belum signifikan secara statistik.


Cari: