Muskuloskeletal
Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan dan kualitas tulang menurun, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Kondisi ini sering disebut sebagai penyakit senyap karena biasanya tidak menimbulkan gejala sampai terjadi patah tulang.
Faktor risiko utama meliputi penuaan, defisiensi estrogen pasca-menopause, kekurangan kalsium dan vitamin D, kurang aktivitas fisik, serta konsumsi alkohol dan rokok berlebihan.
Pengobatan medis seperti bifosfonat, terapi hormon, dan suplemen kalsium-vitamin D merupakan standar penanganan utama.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu menjaga kesehatan tulang melalui mekanisme meningkatkan kepadatan mineral tulang, menstimulasi pembentukan tulang (osteogenesis), menghambat resorpsi tulang (osteoklastogenesis), serta efek anti-inflamasi dan antioksidan.
Kurkumin secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang (BMD) pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol. Efek ini lebih nyata pada model osteoporosis pascamenopause.
Pemberian ekstrak jahe dosis 200 mg/kg/hari selama 8 minggu meningkatkan kepadatan tulang femur dan menurunkan kadar TNF-α pada tikus model osteoporosis. Temuan ini menunjukkan potensi jahe dalam mencegah pengeroposan tulang melalui efek anti-inflamasi.
Pemberian ekstrak Withania somnifera secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan mengurangi kadar penanda resorpsi tulang (CTX-1) pada tikus osteoporosis pasca-ovariektomi.
Advertisement
Pemberian bubuk daun kelor 10 gram/hari selama 12 minggu secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di daerah lumbar spine dan femoral neck dibandingkan plasebo.
Pemberian ekstrak akar licorice secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang (BMD) dan menurunkan kadar CTX-1 (marker resorpsi tulang) dibandingkan kontrol. Efek protektif setara dengan estrogen dosis rendah tanpa efek samping pada uterus.
Andrografolid secara signifikan menekan diferensiasi osteoklas dan resorpsi tulang melalui jalur NF-κB dan MAPK. Pemberian andrografolid juga mencegah penurunan kepadatan tulang pada tikus osteoporosis pasca-menopause.
Suplementasi kayu manis secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di tulang belakang lumbal dan leher femur, serta menurunkan kadar penanda resorpsi tulang (CTX). Dosis efektif berkisar 1–3 gram per hari selama 8–24 minggu.
Pemberian ekstrak temulawak dosis tinggi (200 mg/kgBB/hari) selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan menurunkan kadar penanda resorpsi tulang (CTX-1) dibandingkan kelompok kontrol. Temulawak berpotensi mencegah osteoporosis pasca-menopause melalui mekanisme anti-inflamasi dan anti-oksidan.
Suplementasi bawang putih secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di daerah pinggul dan tulang belakang. Efek ini lebih nyata pada dosis ≥500 mg/hari dan durasi ≥12 minggu.
Pemberian ekstrak Centella asiatica secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan menurunkan kadar CTX-1, marker resorpsi tulang.