Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan dan kualitas tulang menurun, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Kondisi ini sering disebut sebagai penyakit senyap karena biasanya tidak menimbulkan gejala sampai terjadi patah tulang.
Faktor risiko utama meliputi penuaan, defisiensi estrogen pasca-menopause, kekurangan kalsium dan vitamin D, kurang aktivitas fisik, serta konsumsi alkohol dan rokok berlebihan.
Pengobatan medis seperti bifosfonat, terapi hormon, dan suplemen kalsium-vitamin D merupakan standar penanganan utama.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu menjaga kesehatan tulang melalui mekanisme meningkatkan kepadatan mineral tulang, menstimulasi pembentukan tulang (osteogenesis), menghambat resorpsi tulang (osteoklastogenesis), serta efek anti-inflamasi dan antioksidan.
Namun, penting untuk diingat bahwa herbal ini bersifat pendukung dan TIDAK boleh menggantikan pengobatan medis.
Konsultasikan selalu dengan dokter sebelum mengonsumsi herbal apapun, terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan osteoporosis.
Pemberian ekstrak Withania somnifera secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan mengurangi kadar penanda resorpsi tulang (CTX-1) pada tikus osteoporosis pasca-ovariektomi.
Advertisement
Suplementasi kayu manis secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di tulang belakang lumbal dan leher femur, serta menurunkan kadar penanda resorpsi tulang (CTX). Dosis efektif berkisar 1–3 gram per hari selama 8–24 minggu.
Pemberian ekstrak Centella asiatica secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan menurunkan kadar CTX-1, marker resorpsi tulang.