Pegagan untuk Osteoporosis

Pegagan (Centella asiatica) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Ekstrak Centella asiatica terhadap Kepadatan Tulang Tikus Ovariektomi

    Tahun: 2010
    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Centella asiatica secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang femur dan menurunkan kadar CTX-1, marker resorpsi tulang.
  2. Efek Asiaticoside terhadap Diferensiasi Osteoblas dan Formasi Tulang secara In Vitro dan In Vivo

    Tahun: 2015
    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Sel osteoblas MC3T3-E1 dan tikus C57BL/6 jantan
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 1–10 µM selama 14 hari; In vivo: 10 mg/kgBB/hari intraperitoneal selama 4 minggu
    Temuan:
    Asiaticoside meningkatkan aktivitas alkaline phosphatase, mineralisasi, dan formasi tulang melalui aktivasi jalur BMP.
  3. Centella asiatica Mencegah Kehilangan Tulang pada Tikus Ovariektomi melalui Regulasi Rasio OPG/RANKL

    Tahun: 2018
    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    24 tikus betina Wistar yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kgBB/hari secara oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica menurunkan rasio RANKL/OPG dan meningkatkan densitas tulang trabekular.
  4. Uji Klinis Acak Terkontrol Suplementasi Centella asiatica pada Wanita Pascamenopause dengan Osteopenia

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause usia 50–65 tahun dengan osteopenia (T-score -1 hingga -2.5)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar (asiaticoside 5%) per hari selama 12 bulan
    Temuan:
    Suplementasi selama 12 bulan meningkatkan kepadatan mineral tulang vertebra lumbalis dan menurunkan kadar C-telopeptida (CTX-1).
  5. Review Sistematis dan Meta-Analisis Efek Centella asiatica pada Kesehatan Tulang

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi (3 hewan, 2 klinis) dengan total 210 subjek
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: 100–500 mg/hari pada manusia, 10–200 mg/kgBB pada hewan, durasi 4–52 minggu
    Temuan:
    Centella asiatica secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang dan menurunkan marker resorpsi tulang CTX-1, tanpa efek samping serius.
  6. Mekanisme Molekuler Ekstrak Centella asiatica dalam Mencegah Osteoporosis: Aktivasi Jalur Wnt/β-Catenin

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Sel punca mesenkimal sumsum tulang tikus dan tikus ovariektomi
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 25–100 µg/mL; In vivo: 50 dan 200 mg/kgBB/hari oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak mengaktifkan jalur Wnt/β-catenin, meningkatkan ekspresi Runx2 dan osteokalsin, serta memperbaiki massa tulang.

Cari: