Kayu Manis untuk Osteoporosis

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi Suplementasi Kayu Manis terhadap Kepadatan Mineral Tulang: Meta-Analisis Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 uji acak terkendali dengan total 420 partisipan (wanita pascamenopause dan pria lanjut usia)
    Dosis/Durasi:
    1–3 gram/hari, 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kayu manis secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di tulang belakang lumbal dan leher femur, serta menurunkan kadar penanda resorpsi tulang (CTX). Dosis efektif berkisar 1–3 gram per hari selama 8–24 minggu.
  2. Efek Suplementasi Kayu Manis terhadap Marker Turnover Tulang pada Wanita Pascamenopause: Uji Acak Terkendali

    Tahun: 2021
    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause (usia 50–65 tahun) dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    1,5 gram/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian kayu manis dosis 1,5 gram per hari selama 8 minggu menurunkan kadar CTX (penanda resorpsi tulang) dan meningkatkan kadar P1NP (penanda pembentukan tulang) secara bermakna dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Ekstrak Kayu Manis Meningkatkan Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Pascamenopause dengan Osteopenia

    Tahun: 2023
    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 wanita pascamenopause (usia 55–70 tahun) dengan osteopenia
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak dua kali sehari (total 1 g/hari), 12 bulan
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak kayu manis (500 mg dua kali sehari) selama 12 bulan secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang di tulang belakang lumbal dan leher femur. Kelompok plasebo menunjukkan penurunan BMD yang signifikan.
  4. Cinnamomum verum Mencegah Osteoporosis yang Diinduksi Ovariektomi pada Tikus

    Tahun: 2018
    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kgBB/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Cinnamomum verum dosis 100 mg/kgBB/hari selama 8 minggu mencegah kehilangan massa tulang, menekan diferensiasi osteoklas, dan meningkatkan ekspresi gen osteoblas. Efek ini setara dengan terapi estrogen dosis rendah.
  5. Efek Kayu Manis terhadap Kesehatan Tulang: Sebuah Tinjauan Sistematis Studi pada Hewan dan Manusia

    Tahun: 2022
    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    15 studi (12 studi hewan, 3 uji klinis pada manusia) dengan total >500 subjek
    Dosis/Durasi:
    Tidak terstandarisasi; pada studi manusia berkisar 1–3 gram/hari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi menunjukkan efek positif kayu manis terhadap kepadatan mineral tulang dan penanda turnover tulang, terutama melalui aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Namun, diperlukan lebih banyak uji klinis berkualitas tinggi untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.
  6. Hubungan Konsumsi Kayu Manis dengan Risiko Osteoporosis pada Populasi Lansia: Studi Kohort Prospektif

    Tahun: 2020
    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Kohort Prospektif
    Sampel:
    1.200 lansia (usia ≥60 tahun) tanpa osteoporosis awal, diikuti selama 5 tahun
    Dosis/Durasi:
    ≥2 gram/minggu (dosis konsumsi diet), durasi pengamatan 5 tahun
    Temuan:
    Konsumsi kayu manis ≥2 gram per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko osteoporosis sebesar 28% setelah disesuaikan dengan faktor perancu. Hubungan ini lebih kuat pada wanita dibandingkan pria.

Cari: