Kayu Legi untuk Gagal Ginjal

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Gagal Ginjal, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) terhadap Nefrotoksisitas yang Diinduksi Gentamisin pada Tikus

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    32 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, gentamisin, gentamisin+ekstrak 250 mg/kg, gentamisin+ekstrak 500 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    250 dan 500 mg/kg BB/hari per oral selama 10 hari, bersamaan dengan induksi gentamisin (80 mg/kg BB/hari i.p.)
    Temuan:
    Pemberian ekstrak licorice secara signifikan menurunkan kadar kreatinin serum, urea, dan malondialdehid (MDA) ginjal, serta meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD) pada tikus yang diinduksi gentamisin. Ekstrak licorice menunjukkan efek perlindungan terhadap kerusakan ginjal melalui mekanisme antioksidan.
  2. Glycyrrhizin Menghambat Fibrosis Ginjal pada Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Jalur TGF-β1/Smad

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo dan In Vitro
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan dengan diabetes induksi streptozotocin-nicotinamide, serta kultur sel fibroblas ginjal manusia (HK-2)
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg BB/hari intraperitoneal selama 8 minggu
    Temuan:
    Glycyrrhizin menurunkan ekspresi kolagen tipe I, α-SMA, dan fibronectin di ginjal tikus diabetes, serta menghambat aktivasi TGF-β1 dan fosforilasi Smad2/3. Temuan ini menunjukkan potensi glycyrrhizin sebagai agen antifibrosis pada nefropati diabetik.
  3. Glabridin dari Akar Licorice Meredakan Stres Oksidatif dan Disfungsi Ginjal pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi L-NAME

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    28 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi kelompok normal, hipertensi (L-NAME), hipertensi+glabridin 20 mg/kg, dan hipertensi+glabridin 40 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    20 dan 40 mg/kg BB/hari per oral selama 6 minggu, bersamaan dengan induksi L-NAME (40 mg/kg BB/hari)
    Temuan:
    Glabridin secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik, kadar kreatinin serum, dan proteinuria pada tikus hipertensi. Selain itu, glabridin meningkatkan kapasitas antioksidan total ginjal dan menekan ekspresi NADPH oksidase.
  4. Hubungan Konsumsi Licorice dengan Tekanan Darah dan Fungsi Ginjal: Sebuah Meta-Analisis Studi Observasional

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi observasional (kohort dan cross-sectional) dengan total 18.452 partisipan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis (setara 50–200 mg glisirizin/hari) dan durasi (2 minggu hingga 1 tahun) antar studi
    Temuan:
    Konsumsi licorice secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah sistolik (rata-rata 3,5 mmHg) dan penurunan kalium serum (rata-rata -0,2 mmol/L), namun tidak ditemukan hubungan signifikan dengan perubahan kadar kreatinin atau eGFR. Temuan ini menekankan risiko hipokalemia dan hipertensi pada konsumsi licorice kronis.
  5. Tinjauan Sistematis: Efek Samping Licorice terhadap Ginjal dan Elektrolit pada Populasi dengan Penyakit Ginjal Kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (kasus-kontrol, laporan kasus, dan uji klinis kecil) dengan total 246 pasien dengan CKD atau faktor risiko
    Dosis/Durasi:
    Dosis licorice bervariasi (1–15 g/hari), durasi 1–24 minggu
    Temuan:
    Pasien dengan penyakit ginjal kronis yang mengonsumsi licorice berisiko tinggi mengalami hipokalemia berat, hipertensi yang memburuk, dan episode gagal ginjal akut. Sebagian besar studi merekomendasikan penghindaran licorice pada populasi ini.


Cari: