Kayu Legi untuk Asma

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Asma, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiinflamasi dan Bronkodilator Glycyrrhiza glabra pada Pasien Asma: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien asma ringan-sedang berusia 20–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar (kandungan glycyrrhizin 10%) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar licorice selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan FEV1 dan menurunkan frekuensi serangan asma dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Glycyrrhizin Menurunkan Inflamasi Saluran Napas dan Hipersekresi Mukus pada Model Mencit Asma Alergi

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 mencit BALB/c yang diinduksi ovalbumin
    Dosis/Durasi:
    Glycyrrhizin 10 mg/kg/hari intraperitoneal selama 14 hari
    Temuan:
    Glycyrrhizin secara signifikan mengurangi jumlah eosinofil dan kadar IL-4, IL-5, serta IgE di cairan lavage bronkoalveolar. Produksi mukus dan hiperresponsivitas saluran napas juga menurun.
  3. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Termasuk Glycyrrhiza glabra pada Asma

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    23 studi klinis acak dengan total 1.874 pasien asma (termasuk 4 studi tentang licorice)
    Dosis/Durasi:
    Beragam dosis (200–1000 mg/hari) selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak licorice secara signifikan meningkatkan FEV1 dan mengurangi gejala asma dibandingkan plasebo, dengan efek samping minimal. Meta-analisis menunjukkan efek moderat pada kontrol asma.
  4. Mekanisme Anti-Asma Ekstrak Glycyrrhiza glabra melalui Penghambatan Jalur NF-κB pada Sel Epitel Saluran Napas Manusia

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel bronkial manusia (BEAS-2B) yang distimulasi IL-13
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 10–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak licorice menekan produksi IL-6, IL-8, dan eotaksin melalui penghambatan aktivasi NF-κB. Efek ini terkait dengan kandungan glabridin dan liquiritigenin.
  5. Keamanan dan Khasiat Glycyrrhiza glabra pada Anak dengan Asma Persisten Ringan: Uji Klinis Pendahuluan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    30 anak usia 6–12 tahun dengan asma persisten ringan
    Dosis/Durasi:
    Sirup ekstrak licorice setara 2 mg/kg glisirizin per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan sirup ekstrak licorice pada terapi standar memperbaiki kontrol asma dan mengurangi penggunaan β2-agonis jangka pendek. Tidak ada perubahan tekanan darah atau kalium serum yang bermakna.
  6. Peran Glycyrrhizin dalam Modulasi Respons Imun Th2 pada Mencit Model Asma Kronis

    Tahun:
    2013
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    48 mencit C57BL/6 yang diinduksi house dust mite
    Dosis/Durasi:
    Glycyrrhizin 15 mg/kg/hari secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Glycyrrhizin menekan proliferasi sel Th2 dan produksi IL-13, serta meningkatkan jumlah sel T regulator. Hiperresponsivitas saluran napas dan remodeling dinding bronkus berkurang.


Cari: