Kayu Legi untuk Maag

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Maag, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan keamanan ekstrak terstandarisasi Glycyrrhiza glabra pada dispepsia fungsional: uji acak terkontrol plasebo ganda-buta

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    RCT (Uji Acak Terkontrol)
    Sampel:
    120 pasien dengan dispepsia fungsional (usia 18-65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Glycyrrhiza glabra 300 mg dua kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak licorice secara signifikan mengurangi skor dispepsia dan meningkatkan kualitas hidup dibandingkan plasebo setelah 4 minggu pengobatan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pengaruh licorice terhadap eradikasi Helicobacter pylori: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    13 studi klinis dengan total 1.520 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Berbagai dosis ekstrak licorice (200–600 mg/hari) selama 1–4 minggu sebagai terapi tambahan
    Temuan:
    Suplementasi licorice bersama terapi eradikasi standar meningkatkan angka eradikasi H. pylori secara signifikan. Efek samping minimal, terutama gangguan gastrointestinal ringan.
  3. Licorice (Glycyrrhiza glabra) dan turunannya untuk tukak lambung: sebuah tinjauan sistematis

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    16 studi (termasuk RCT dan studi klinis non-acak) dengan total 1.200 pasien
    Dosis/Durasi:
    DGL 380–760 mg tiga kali sehari, atau ekstrak licorice 600–1200 mg/hari, durasi 2–12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak licorice dan deglycyrrhizinated licorice (DGL) efektif mengurangi ukuran tukak dan mempercepat penyembuhan. Karbenoxolon (turunan) juga efektif namun memiliki efek samping mineralokortikoid.
  4. Efek ekstrak licorice terhadap ulkus lambung: uji acak ganda-buta

    Tahun:
    2004
    Tipe:
    RCT (Uji Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien dengan ulkus lambung aktif (dikonfirmasi endoskopi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak licorice 500 mg tiga kali sehari selama 6 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak licorice selama 6 minggu menghasilkan penyembuhan ulkus yang lebih tinggi (85%) dibandingkan plasebo (30%). Rasa sakit berkurang lebih cepat pada kelompok licorice.
  5. Efikasi dan keamanan deglycyrrhizinated licorice pada pasien dispepsia fungsional: uji klinis acak

    Tahun:
    2008
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    80 pasien dispepsia fungsional (kriteria Roma III)
    Dosis/Durasi:
    Deglycyrrhizinated licorice (DGL) 380 mg tiga kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    DGL secara signifikan memperbaiki gejala dispepsia seperti kembung dan nyeri epigastrium setelah 4 minggu. Tidak ada perubahan kadar kalium atau tekanan darah yang signifikan.
  6. Pengaruh ekstrak akar licorice terhadap mukosa lambung pada pasien gastritis kronis: studi klinis eksploratif

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Klinis Eksploratif (Pilot Study)
    Sampel:
    30 pasien dengan gastritis kronis non-atrofi (konfirmasi endoskopi dan histologi)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak licorice 600 mg/hari (dibagi 3 dosis) selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak licorice menunjukkan perbaikan signifikan pada skor inflamasi mukosa dan penurunan gejala dispepsia. Tidak ada perubahan signifikan pada fungsi adrenal atau elektrolit.


Cari: