Sampel:
10 studi (5 studi hewan, 3 studi klinis retrospektif, 2 RCT) dengan total 1.234 subjek (manusia dan hewan) yang mengevaluasi glycyrrhizin pada pneumonia viral
Dosis/Durasi:
Bervariasi antar studi: dosis glycyrrhizin intravena 50-200 mg/hari selama 5-14 hari pada manusia; dosis hewan 25-100 mg/kg/hari
Temuan:
Meta-analisis menunjukkan glycyrrhizin secara signifikan mengurangi mortalitas (RR 0,55, 95% CI 0,38-0,80) dan memperbaiki oksigenasi pada pneumonia viral. Efek antiinflamasi dan antivirus glycyrrhizin konsisten di berbagai model, namun kualitas studi klinis masih rendah dan diperlukan RCT lebih besar.