Kayu Legi untuk Pneumonia

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antiinflamasi Asam Glycyrrhizic pada Pneumonia Akibat Lipopolisakarida pada Mencit melalui Penghambatan Jalur Sinyal TLR4/NF-κB

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 mencit jantan dewasa galur BALB/c (berat 20-25 g) yang diinduksi pneumonia dengan lipopolisakarida (LPS) intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg berat badan diberikan secara intraperitoneal 1 jam sebelum induksi LPS, kemudian setiap 12 jam selama 48 jam
    Temuan:
    Asam glycyrrhizic dosis 50 mg/kg secara signifikan mengurangi infiltrasi neutrofil, edema paru, dan kadar sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6 pada jaringan paru. Temuan ini menunjukkan potensi asam glycyrrhizic sebagai terapi adjuvan pada pneumonia.
  2. Efek Antivirus dan Perbaikan Pneumonia COVID-19 oleh Glycyrrhizin pada Model Hamster

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    20 hamster dewasa (jantan dan betina) yang diinfeksi SARS-CoV-2 intranasal untuk menginduksi pneumonia
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg berat badan diberikan secara intraperitoneal setiap hari selama 7 hari mulai 1 hari sebelum infeksi virus
    Temuan:
    Pemberian glycyrrhizin 50 mg/kg/hari menghambat replikasi virus SARS-CoV-2 di paru dan mengurangi skor histopatologi pneumonia, termasuk infiltrasi sel radang dan kerusakan alveolus. Glycyrrhizin berpotensi sebagai antivirus dan antiinflamasi pada pneumonia viral.
  3. Efikasi dan Keamanan Glycyrrhizin pada Pneumonia COVID-19 Berat: Studi Retrospektif

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Kohort Retrospektif
    Sampel:
    70 pasien dewasa (usia ≥18 tahun) dengan pneumonia COVID-19 berat yang dirawat di ICU, dibagi menjadi kelompok glycyrrhizin (n=35) dan kontrol (n=35)
    Dosis/Durasi:
    Glycyrrhizin 100 mg/hari intravena selama 10 hari berturut-turut, ditambah terapi standar
    Temuan:
    Pasien yang menerima glycyrrhizin intravena menunjukkan perbaikan signifikan dalam rasio PaO2/FiO2 dan penurunan kadar CRP serta IL-6 setelah 7 hari pengobatan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, menunjukkan glycyrrhizin aman sebagai terapi tambahan pada pneumonia COVID-19.
  4. Asam Glycyrrhizic Mengurangi Pneumonia yang Diinduksi Klebsiella pneumoniae melalui Regulasi Polarisasi Makrofag pada Mencit

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    48 mencit C57BL/6 (berat 20-22 g, usia 6-8 minggu) yang diinfeksi intratrakeal dengan Klebsiella pneumoniae ATCC 43816
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg berat badan diberikan secara intraperitoneal setiap 12 jam selama 3 hari, dimulai 1 jam setelah infeksi bakteri
    Temuan:
    Pengobatan dengan asam glycyrrhizic dosis 50 mg/kg menurunkan jumlah bakteri di paru, mengurangi inflamasi, dan meningkatkan polarisasi makrofag ke fenotipe antiinflamasi M2. Temuan ini mendukung potensi asam glycyrrhizic sebagai agen antimikroba dan imunomodulator pada pneumonia bakteri.
  5. Glycyrrhizin sebagai Terapi Adjuvan pada Pneumonia Berat pada Anak: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    120 anak usia 1-5 tahun dengan pneumonia berat yang dirawat di rumah sakit, dibagi secara acak menjadi kelompok glycyrrhizin (n=60) dan plasebo (n=60)
    Dosis/Durasi:
    Glycyrrhizin 5 mg/kg/hari intravena dalam dua dosis terbagi selama 5-7 hari, bersamaan dengan antibiotik standar
    Temuan:
    Penambahan glycyrrhizin intravena pada terapi standar antibiotik mempercepat resolusi demam, mengurangi durasi rawat inap rata-rata 2,5 hari, dan menurunkan kadar prokalsitonin serum. Glycyrrhizin aman dan efektif sebagai terapi adjuvan pada pneumonia berat anak.
  6. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Glycyrrhizin untuk Pneumonia Viral Termasuk COVID-19

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis dan Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    10 studi (5 studi hewan, 3 studi klinis retrospektif, 2 RCT) dengan total 1.234 subjek (manusia dan hewan) yang mengevaluasi glycyrrhizin pada pneumonia viral
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: dosis glycyrrhizin intravena 50-200 mg/hari selama 5-14 hari pada manusia; dosis hewan 25-100 mg/kg/hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan glycyrrhizin secara signifikan mengurangi mortalitas (RR 0,55, 95% CI 0,38-0,80) dan memperbaiki oksigenasi pada pneumonia viral. Efek antiinflamasi dan antivirus glycyrrhizin konsisten di berbagai model, namun kualitas studi klinis masih rendah dan diperlukan RCT lebih besar.


Cari: