Kayu Legi untuk Vertigo

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Vertigo, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) pada Model Tikus Vertigo Perifer Akibat Labirinitis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi labirinitis dengan sodium arsanilate
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB/hari ekstrak akar licorice (etanol 70%) secara oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak akar licorice dosis 200 mg/kgBB selama 14 hari secara signifikan menurunkan frekuensi nistagmus dan kadar TNF-α di cairan perilimfe. Efek ini setara dengan deksametason 0,5 mg/kgBB pada hari ke-7 pengamatan.
  2. Efek Suplementasi Glycyrrhiza glabra pada Pasien Migrain Vestibular: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    48 pasien (38 wanita, 10 pria) usia 25-55 tahun dengan diagnosis migrain vestibular berdasarkan kriteria ICHD-3
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak akar licorice standar (mengandung 100 mg glycyrrhizin) 2 kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi 500 mg ekstrak licorice standar (20% glycyrrhizin) selama 8 minggu mengurangi frekuensi serangan vertigo sebesar 45% dibandingkan plasebo. Skor intensitas vertigo (skala VAS) juga menurun lebih signifikan pada kelompok intervensi.
  3. Pengaruh Konsumsi Licorice terhadap Tekanan Darah dan Kejadian Vertigo Ortostatik pada Populasi Dewasa Sehat

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Kohort Prospektif
    Sampel:
    2.134 subjek dewasa (usia 40-70 tahun) tanpa hipertensi awal, dari database UK Biobank, dengan data konsumsi licorice yang dilaporkan sendiri
    Dosis/Durasi:
    Paparan diet berdasarkan kuesioner frekuensi makanan; dosis tinggi didefinisikan sebagai ≥50 gram licorice per minggu selama periode observasi 5 tahun
    Temuan:
    Konsumsi licorice dosis tinggi (≥50 g/minggu) dikaitkan dengan peningkatan risiko vertigo ortostatik (HR 1,78; 95% CI 1,12-2,83) setelah 5 tahun follow-up. Efek ini dimediasi oleh peningkatan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 4,2 mmHg.
  4. Meta-Analisis Efek Neuroprotektif Glycyrrhizin pada Model Iskemia Serebral: Implikasi untuk Vertigo Sentral

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 studi hewan (total 280 tikus) dan 3 studi seluler; analisis data individual dari model oklusi arteri serebri media (MCAO)
    Dosis/Durasi:
    Dosis glycyrrhizin berkisar 10-50 mg/kgBB intraperitoneal diberikan segera setelah reperfusi hingga 7 hari
    Temuan:
    Glycyrrhizin secara signifikan mengurangi volume infark serebral (SMD -1,34; 95% CI -1,78 hingga -0,90) dan memperbaiki skor neurologis termasuk fungsi keseimbangan. Efek ini terkait dengan penghambatan jalur HMGB1/TLR4 di jaringan otak.
  5. Efek Samping Licorice Terkait Pseudohiperaldosteronisme: Laporan Kasus Vertigo sebagai Gejala Utama

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Laporan Kasus dan Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    7 kasus (5 wanita, 2 pria) usia 32-65 tahun dengan konsumsi licorice berlebih (teh herbal, permen) dan keluhan vertigo berulang
    Dosis/Durasi:
    Paparan licorice setara 100-400 mg glycyrrhizin/hari selama 2 minggu hingga 6 bulan sebelum onset gejala
    Temuan:
    Vertigo merupakan gejala presentasi pada 4 dari 7 kasus, disertai hipokalemia (rata-rata K+ 2,9 mmol/L) dan hipertensi ringan. Penghentian konsumsi licorice dan suplementasi kalium menghilangkan vertigo dalam 2-4 minggu.
  6. Pengaruh Ekstrak Glycyrrhiza glabra terhadap Ekspresi Aquaporin-4 di Otak dan Hubungannya dengan Fungsi Keseimbangan pada Tikus yang Mengalami Disfungsi Vestibular

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley yang diinduksi disfungsi vestibular dengan injeksi natrium arsanilate intratimpani
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kgBB/hari ekstrak akar licorice (air) secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak licorice dosis 150 mg/kgBB selama 21 hari meningkatkan regulasi aquaporin-4 di serebelum dan menurunkan edema vestibular. Tikus yang diberi ekstrak menunjukkan perbaikan signifikan pada uji beam walk dan open field.


Cari: