Neurologi & THT
Vertigo adalah sensasi pusing berputar yang membuat penderitanya merasa seolah-olah lingkungan sekitarnya bergerak atau berputar, padahal tidak ada gerakan nyata.
Kondisi ini berbeda dengan pusing biasa dan sering disertai gejala seperti mual, muntah, berkeringat dingin, serta gangguan keseimbangan.
Penyebab vertigo umumnya terkait dengan gangguan pada telinga bagian dalam (seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo/BPPV, penyakit Meniere, atau labirinitis), gangguan saraf vestibular, atau masalah sirkulasi darah ke otak.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi gejala vertigo melalui mekanisme meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, menyeimbangkan tekanan cairan di telinga, serta efek menenangkan pada sistem saraf.
Pemberian ekstrak jahe 500 mg dua kali sehari selama 7 hari secara signifikan mengurangi skor intensitas vertigo dibandingkan plasebo (p<0,05). Efek samping minimal dan dapat ditoleransi dengan baik.
Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak Ginkgo biloba secara signifikan mengurangi frekuensi dan intensitas vertigo dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan minimal dan tidak berbeda signifikan dengan plasebo.
Pemberian ekstrak Centella asiatica selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan vertigo dan skor intensitas vertigo (Dizziness Handicap Inventory) dibandingkan plasebo. Efek neuroprotektif dan peningkatan perfusi serebral diduga sebagai mekanisme utama.
Advertisement
Pemberian ekstrak Curcuma xanthorrhiza secara signifikan mengurangi kerusakan sel rambut vestibular dan memperbaiki refleks postural yang terganggu akibat gentamisin. Efek protektif ini diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari xanthorrhizol.
Suplementasi kurkumin selama 8 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi serangan vertigo dan menurunkan kadar malondialdehid (MDA) sebagai penanda stres oksidatif. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Suplementasi kayu manis 1,5 g/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan vertigo dan memperbaiki skor Dizziness Handicap Inventory (DHI) dibandingkan plasebo.
Suplementasi Ashwagandha selama 12 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain dan intensitas vertigo dibandingkan plasebo. Efek ini dikaitkan dengan penurunan kadar kortisol dan stres oksidatif.
Pemberian ekstrak Aloe vera dosis 200 mg/kg/hari selama 14 hari secara signifikan mengurangi durasi nistagmus dan meningkatkan skor tes keseimbangan pada tikus yang diinduksi vertigo. Efek ini diduga terkait dengan penurunan kadar malondialdehid di jaringan vestibular.
Aromaterapi peppermint secara signifikan mengurangi skor vertigo dan mual dibandingkan plasebo. Efek terlihat dalam 30 menit setelah aplikasi.