Temulawak untuk Vertigo

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) untuk Vertigo, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Neuroprotektif Ekstrak Curcuma xanthorrhiza terhadap Disfungsi Vestibular pada Tikus yang Diinduksi Gentamisin

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol, gentamisin, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 70% diberikan secara oral dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB selama 14 hari bersamaan dengan induksi gentamisin.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Curcuma xanthorrhiza secara signifikan mengurangi kerusakan sel rambut vestibular dan memperbaiki refleks postural yang terganggu akibat gentamisin. Efek protektif ini diduga terkait dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari xanthorrhizol.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo tentang Suplementasi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada Pasien Vertigo Perifer

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien vertigo perifer (BPPV dan vestibular neuritis), usia 25-65 tahun, dibagi menjadi kelompok temulawak dan plasebo (30 masing-masing)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak temulawak (standar 5% curcuminoid dan 2% xanthorrhizol) dosis 500 mg dua kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Kelompok yang menerima suplementasi temulawak menunjukkan penurunan skor severity vertigo (VAS) yang signifikan dibandingkan plasebo setelah 4 minggu pengobatan. Kadar IL-6 dan TNF-α juga menurun, menunjukkan efek antiinflamasi sistemik.
  3. Meta-Analisis Efektivitas Tanaman Obat Keluarga Curcuma terhadap Gejala Vertigo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi (5 RCT, 3 studi kuasi-eksperimental) dengan total 642 partisipan; termasuk studi tentang C. xanthorrhiza dan C. longa
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis (200-1000 mg/hari ekstrak Curcuma) dengan durasi 2-12 minggu.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi Curcuma secara signifikan mengurangi frekuensi dan durasi serangan vertigo dibandingkan plasebo atau perawatan standar (SMD = -0.72, 95% CI -1.12 hingga -0.32). Efek terbesar terlihat pada vertigo terkait inflamasi.
  4. Pengaruh Ekstrak Curcuma xanthorrhiza terhadap Aliran Darah Serebral dan Fungsi Keseimbangan pada Tikus Tua

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley tua (18 bulan), dibagi menjadi kelompok kontrol dan tiga dosis ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak air-ethanol (1:1) diberikan oral 100, 200, 400 mg/kgBB/hari selama 30 hari.
    Temuan:
    Ekstrak temulawak meningkatkan aliran darah ke otak kecil (cerebellum) dan memperbaiki kinerja pada uji rotarod dan beam balance. Peningkatan ekspresi faktor neurotropik (BDNF) juga diamati.
  5. Xanthorrhizol Mencegah Kerusakan Sel Rambut Vestibular Akibat Cisplatin pada Model Zebrafish

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental in vivo (Zebrafish)
    Sampel:
    Larva zebrafish (n=60 per kelompok) yang terpapar cisplatin dengan atau tanpa pretreatment xanthorrhizol
    Dosis/Durasi:
    Xanthorrhizol diberikan dalam medium air pada konsentrasi 1, 5, dan 10 µM selama 24 jam sebelum dan bersamaan dengan cisplatin (100 µM) selama 48 jam.
    Temuan:
    Xanthorrhizol (senyawa aktif utama temulawak) secara dosis-dependent melindungi sel rambut vestibular dari apoptosis yang diinduksi cisplatin. Perlindungan ini terkait dengan penekanan jalur sinyal p53 dan ROS.
  6. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Vertigo: Fokus pada Curcuma xanthorrhiza dan Zingiberaceae

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi (13 in vitro, 7 hewan, 2 klinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis standar; variasi ekstrak antara 50-500 mg/kgBB pada hewan dan 500-1000 mg/hari pada manusia.
    Temuan:
    Tinjauan sistematis mengidentifikasi bahwa Curcuma xanthorrhiza menunjukkan potensi anti-vertigo melalui mekanisme antiinflamasi, antioksidan, dan perlindungan vestibuler. Namun, bukti klinis masih terbatas dan diperlukan lebih banyak RCT.


Cari: