Jahe untuk Vertigo

Jahe (Zingiber officinale) untuk Vertigo, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) dalam Mengurangi Gejala Vertigo pada Pasien Vestibular Neuritis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien vestibular neuritis, usia 25–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe (setara 2 g jahe segar) dua kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe 500 mg dua kali sehari selama 7 hari secara signifikan mengurangi skor intensitas vertigo dibandingkan plasebo (p<0,05). Efek samping minimal dan dapat ditoleransi dengan baik.
  2. Meta-Analisis: Pengaruh Jahe terhadap Mual dan Muntah pada Motion Sickness yang Berkaitan dengan Vertigo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi dengan total 1.200 partisipan (dewasa sehat dan pasien motion sickness)
    Dosis/Durasi:
    Dosis jahe berkisar 0,5–2 g per hari, diberikan 30 menit sebelum perjalanan
    Temuan:
    Jahe secara signifikan mengurangi mual dan muntah akibat motion sickness dengan effect size sedang (RR 0,62; 95% CI 0,48–0,80). Efek ini juga berkontribusi pada penurunan sensasi vertigo ringan hingga sedang.
  3. Perbandingan Efektivitas Jahe dan Betahistine pada Pasien Vertigo Perifer Akut: Sebuah Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien vertigo perifer (vestibular neuritis dan BPPV), usia 20–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    1 g jahe segar (dalam bentuk kapsul) per hari, dibagi dua dosis, selama 14 hari
    Temuan:
    Jahe 1 g per hari selama 14 hari sama efektifnya dengan betahistine 48 mg per hari dalam mengurangi frekuensi dan durasi serangan vertigo (p>0,05). Jahe memiliki profil keamanan yang lebih baik dengan lebih sedikit efek samping gastrointestinal.
  4. Systematic Review: Efek Jahe (Zingiber officinale) terhadap Gangguan Vestibular

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    10 studi (8 RCT, 2 studi eksperimental) dengan total 850 subjek (manusia dan hewan)
    Dosis/Durasi:
    Dosis efektif berkisar 500 mg hingga 2 g per hari, durasi 1–4 minggu
    Temuan:
    Jahe menunjukkan efek positif dalam mengurangi gejala vertigo pada berbagai kondisi vestibular, terutama pada motion sickness dan vestibular neuritis. Mekanisme diduga melalui efek antiemetik dan antiinflamasi pada sistem vestibular.
  5. Pengaruh Pemberian Jahe terhadap Fungsi Keseimbangan pada Tikus Model Vertigo

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi vertigo dengan rotasi
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB ekstrak jahe per oral setiap hari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jahe 200 mg/kgBB selama 14 hari meningkatkan waktu keseimbangan pada rotarod test dan menurunkan kadar histamin di cairan endolimfe tikus. Menunjukkan potensi neuroprotektif vestibular.
  6. Uji Klinis Fase II: Jahe sebagai Terapi Tambahan pada Vertigo Pasca Stroke

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 pasien vertigo pasca stroke iskemik, usia 50–80 tahun
    Dosis/Durasi:
    1,5 g jahe segar dalam bentuk sediaan serbuk, tiga kali sehari 500 mg, selama 4 minggu
    Temuan:
    Penambahan jahe 1,5 g per hari pada terapi standar selama 4 minggu memperbaiki skor Dizziness Handicap Inventory (DHI) secara signifikan dibandingkan plasebo (p=0,02). Tidak ada interaksi obat yang merugikan.


Cari: