Kayu Legi untuk Sinusitis

Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra) pada Pasien Rinosinusitis Kronis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan rinosinusitis kronis (usia 18-65 tahun, 32 perempuan, 28 laki-laki)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak akar licorice (standarisasi 5% glycyrrhizin) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak licorice selama 8 minggu secara signifikan mengurangi skor gejala sinusitis (p<0.01) dan menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α dalam lavage sinus. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Anti-Inflamasi untuk Sinusitis Akut dan Kronis: Fokus pada Glycyrrhiza glabra

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi klinis dan 8 studi preklinis yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak dilaporkan secara terpadu (bervariasi antar studi, 200-1000 mg/hari selama 2-12 minggu)
    Temuan:
    Licorice dan senyawa aktifnya (glycyrrhizin, glabridin) menunjukkan efek anti-inflamasi, antivirus, dan mukolitik yang relevan untuk terapi sinusitis. Namun, kualitas bukti klinis masih terbatas dan diperlukan uji coba lebih besar.
  3. Meta-Analisis Efek Glycyrrhizin terhadap Penanda Inflamasi pada Penyakit Saluran Napas Atas: Implikasi untuk Sinusitis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi RCT dengan total 520 partisipan (termasuk pasien sinusitis, rinitis alergi, dan infeksi saluran napas atas)
    Dosis/Durasi:
    Dosis setara 100-300 mg glycyrrhizin per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Glycyrrhizin secara signifikan menurunkan CRP serum (MD -1.2 mg/L, 95% CI -2.0 hingga -0.4) dan kadar IL-8 pada sekret hidung dibandingkan plasebo. Efek ini lebih kuat pada subkelompok dengan sinusitis kronis.
  4. Efek Irigasi Hidung dengan Larutan Ekstrak Licorice pada Pasien Sinusitis Maksilaris Akut: Studi Quasi-Eksperimental

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Quasi)
    Sampel:
    40 pasien sinusitis maksilaris akut (20 kelompok irigasi licorice, 20 kelompok kontrol saline)
    Dosis/Durasi:
    Irigasi hidung dengan 20 mL larutan ekstrak akar licorice 5% (setara 1 g ekstrak kering) dua kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Irigasi hidung dengan ekstrak licorice 5% selama 7 hari memperbaiki skor patensi sinus dan mengurangi jumlah neutrofil pada sitologi hidung secara signifikan dibandingkan saline. Waktu resolusi gejala lebih cepat 2 hari.
  5. Studi In Vivo Efek Anti-Inflamasi dan Antivirus Glycyrrhiza glabra pada Model Sinusitis Virus pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi sinusitis virus (inokulasi rhinovirus), dibagi 5 kelompok (kontrol, licorice dosis rendah, sedang, tinggi, dan deksametason)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak akar licorice dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB/hari secara oral selama 10 hari (mulai 2 hari sebelum induksi)
    Temuan:
    Pemberian ekstrak licorice dosis sedang dan tinggi secara signifikan menurunkan titer virus di mukosa sinus dan mengurangi infiltrasi eosinofil dan neutrofil. Efeknya sebanding dengan deksametason pada dosis tertentu tanpa efek imunosupresif.
  6. Efektivitas dan Keamanan Obat Kumur Mengandung Ekstrak Licorice pada Pasien Sinusitis Odontogenik: Uji Klinis Terbuka

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Terbuka (Open-label)
    Sampel:
    30 pasien dengan sinusitis odontogenik (disebabkan infeksi gigi), usia 20-55 tahun
    Dosis/Durasi:
    10 mL obat kumur mengandung 10% ekstrak akar licorice (setara 1 g ekstrak), digunakan 3 kali sehari setelah makan selama 14 hari
    Temuan:
    Obat kumur ekstrak licorice 10% digunakan 3 kali sehari selama 14 hari mampu mengurangi nyeri sinus dan edema mukosa lebih cepat dibandingkan terapi standar (antibiotik + dekongestan). Tidak ada perubahan signifikan pada tekanan darah atau kalium serum.


Cari: