THT & Infeksi
Sinusitis adalah peradangan atau infeksi pada dinding sinus, yaitu rongga berisi udara yang terletak di sekitar hidung dan mata.
Kondisi ini dapat bersifat akut (berlangsung kurang dari 4 minggu) atau kronis (berlangsung lebih dari 12 minggu).
Gejala umum sinusitis meliputi nyeri tekan di sekitar wajah, hidung tersumbat, lendir kental berwarna kuning atau hijau, sakit kepala, nyeri gigi, batuk, dan gangguan penciuman.
Penyebab sinusitis meliputi infeksi virus, bakteri, alergi, polip hidung, atau kelainan struktur hidung.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu meredakan gejala sinusitis melalui mekanisme anti-inflamasi, antimikroba, ekspektoran, serta membantu membersihkan lendir dari saluran pernapasan.
Ekstrak jahe menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) dan mengurangi edema mukosa sinus. Efek ini sebanding dengan deksametason pada dosis tertentu.
Pemberian kurkumin selama 8 minggu secara signifikan mengurangi skor gejala sinusitis (sakit kepala, hidung tersumbat) dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Suplementasi bawang putih dapat mengurangi frekuensi pilek biasa, namun bukti masih terbatas. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Advertisement
Sineol secara signifikan mengurangi gejala rinosinusitis akut seperti nyeri sinus dan kongesti hidung dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan minimal dan bersifat ringan.
Inhalasi minyak peppermint secara signifikan mengurangi skor gejala hidung tersumbat dan sakit kepala dalam 3 hari dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Minyak atsiri serai menunjukkan zona hambat yang signifikan terhadap semua bakteri uji, dengan aktivitas tertinggi terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi hambat minimum (MIC) 0,5% v/v. Mekanisme diduga terkait dengan kandungan sitral yang merusak membran sel bakteri.
Pemberian minyak atsiri adas secara topikal selama 4 minggu secara signifikan memperbaiki skor gejala total dan kualitas hidup dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius.
Pemberian ekstrak temulawak selama 14 hari secara signifikan mengurangi skor gejala hidung tersumbat dan nyeri wajah dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Pemberian ekstrak licorice selama 8 minggu secara signifikan mengurangi skor gejala sinusitis (p<0.01) dan menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α dalam lavage sinus. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Aromaterapi lavender secara signifikan mengurangi skor gejala hidung tersumbat, sakit kepala, dan nyeri wajah setelah 4 minggu penggunaan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.