Jahe untuk Sinusitis

Jahe (Zingiber officinale) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) pada Tikus Model Sinusitis Bakterial

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 ekor tikus Sprague-Dawley jantan
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB ekstrak jahe, diberikan secara oral selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak jahe menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) dan mengurangi edema mukosa sinus. Efek ini sebanding dengan deksametason pada dosis tertentu.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo Efek Suplemen Jahe terhadap Gejala Sinusitis Kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien sinusitis kronis (usia 18-65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    1 gram jahe kering dalam kapsul per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Suplemen jahe secara signifikan mengurangi skor gejala hidung tersumbat, nyeri sinus, dan tekanan wajah dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Meta-Analisis Efek Jahe pada Gejala Infeksi Saluran Napas Atas termasuk Sinusitis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi dengan total 500 partisipan (termasuk pasien sinusitis akut dan kronis)
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 0,5-2 gram jahe kering/hari, durasi 5-28 hari
    Temuan:
    Jahe efektif mengurangi durasi dan keparahan gejala sinusitis ringan, terutama hidung tersumbat dan sakit kepala. Efek lebih nyata pada dosis tinggi (≥1,5 gram/hari).
  4. Efek Gingerol pada Sekresi Mukus dan Ekspresi Gen Inflamasi pada Sel Epitel Sinus Manusia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel sinus dari 5 donor sehat
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10-50 µM gingerol, diinkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Gingerol (6-gingerol) menghambat produksi mukus berlebih dengan menurunkan regulasi gen MUC5AC dan menghambat aktivasi NF-κB. Ekspresi IL-8 juga menurun secara signifikan.
  5. Systematic Review Tanaman Obat untuk Sinusitis: Fokus pada Jahe dan Kunyit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (5 uji klinis, 7 studi in vivo/in vitro)
    Dosis/Durasi:
    Dosis dan durasi tidak seragam antar studi (0,5-3 gram/hari, 1-8 minggu)
    Temuan:
    Jahe menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan untuk sinusitis kronis melalui mekanisme anti-inflamasi dan antimikroba. Namun, bukti klinis masih terbatas dan perlu studi lebih lanjut.
  6. Pengaruh Ekstrak Jahe Merah terhadap Kadar Neutrofil dan CRP pada Pasien Sinusitis Akut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Quasi-Eksperimental
    Sampel:
    40 pasien sinusitis akut (20 kelompok intervensi, 20 kontrol)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak jahe merah (standar 5% gingerol) dua kali sehari selama 5 hari
    Temuan:
    Ekstrak jahe merah menurunkan kadar CRP dan neutrofil secara signifikan dibandingkan kontrol. Perbaikan klinis (skor gejala) juga lebih cepat pada kelompok intervensi.


Cari: