Kunyit untuk Sinusitis

Kunyit (Curcuma longa) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Kurkumin terhadap Gejala Sinusitis Kronis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien sinusitis kronis dewasa (usia 18-65 tahun), dibagi dua kelompok
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (standar 95% kurkuminoid) dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian kurkumin selama 8 minggu secara signifikan mengurangi skor gejala sinusitis (sakit kepala, hidung tersumbat) dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Meta-Analisis Efek Kurkumin pada Inflamasi Saluran Napas Atas yang Terkait dengan Sinusitis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi acak terkontrol dengan total 520 partisipan (dewasa dengan rinosinusitis atau rinitis alergi)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: 300-1000 mg/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Kurkumin secara signifikan menurunkan kadar interleukin-6 dan TNF-α serta memperbaiki skor gejala hidung. Efek anti-inflamasi konsisten di semua studi.
  3. Pengaruh Ekstrak Kunyit terhadap Sekresi Mukus dan Fungsi Silia pada Pasien Sinusitis Maksilaris

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 pasien sinusitis maksilaris akut (usia 20-50 tahun), 20 mendapat ekstrak kunyit, 20 kontrol
    Dosis/Durasi:
    1000 mg ekstrak kunyit (setara 50 mg kurkumin) tiga kali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak kunyit meningkatkan klirens mukosiliar dan mengurangi viskositas mukus setelah 14 hari pengobatan. Waktu resolusi gejala lebih cepat dibandingkan kontrol.
  4. Kurkumin sebagai Terapi Adjuvan pada Sinusitis Kronis dengan Polip Hidung: Sebuah Uji Klinis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien sinusitis kronis dengan polip hidung (usia 18-70 tahun), kelompok kurkumin + kortikosteroid intranasal vs kortikosteroid saja
    Dosis/Durasi:
    500 mg kurkumin (dengan piperin 5 mg) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan kurkumin memperbaiki skor endoskopi hidung dan mengurangi ukuran polip lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Kadar IgE lokal juga menurun signifikan.
  5. Tinjauan Sistematis Efek Kurkumin pada Rinitis Alergi dan Sinusitis: Bukti dari Studi In Vivo dan Klinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (7 in vivo pada hewan, 8 uji klinis pada manusia) dengan total 680 subjek manusia
    Dosis/Durasi:
    Tidak dirata-rata, rentang dosis 300-1500 mg/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Kurkumin menunjukkan efek anti-alergi dan anti-inflamasi dengan menghambat degranulasi sel mast dan menurunkan ekspresi sitokin Th2. Sebagian besar uji klinis melaporkan perbaikan gejala hidung.
  6. Perbandingan Efektivitas Kurkumin Topikal vs Kortikosteroid Intranasal pada Sinusitis Bakterial Akut

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Uji Klinis Terkontrol
    Sampel:
    80 pasien sinusitis bakterial akut (usia 18-60 tahun), dibagi 4 kelompok: kurkumin topikal, kortikosteroid, kombinasi, dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Semprotan hidung kurkumin 0.1% (2 semprot tiap lubang hidung, 3 kali sehari) selama 10 hari
    Temuan:
    Kurkumin topikal tidak kalah efektif dibandingkan kortikosteroid dalam mengurangi edema mukosa dan nyeri wajah. Kelompok kombinasi memberikan hasil terbaik.


Cari: