Eucalyptus Leaf untuk Sinusitis

Eucalyptus Leaf (Eucalyptus globulus) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan Keamanan Sineol pada Rinosinusitis Akut: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    Melibatkan 1.234 pasien dari 7 uji klinis acak terkontrol
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 100–200 mg tiga kali sehari selama 7–14 hari
    Temuan:
    Sineol secara signifikan mengurangi gejala rinosinusitis akut seperti nyeri sinus dan kongesti hidung dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan minimal dan bersifat ringan.
  2. Pengaruh Minyak Kayu Putih (Eucalyptus globulus) terhadap Gejala Sinusitis Akut: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    150 pasien dewasa dengan sinusitis akut, dibagi menjadi kelompok minyak kayu putih dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    2 tetes minyak kayu putih 10% dalam larutan garam, dihirup 3 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Kelompok yang menerima minyak kayu putih menunjukkan perbaikan signifikan pada skor gejala total dan kualitas hidup setelah 7 hari. Tidak ada perbedaan signifikan dalam kejadian efek samping.
  3. Sineol sebagai Terapi Tambahan pada Sinusitis Kronis: Uji Klinis Double-Blind

    Tahun:
    2004
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien dengan sinusitis kronis, mendapat sineol atau plasebo sebagai tambahan terapi standar
    Dosis/Durasi:
    200 mg sineol (kapsul enterik) tiga kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Penambahan sineol memperbaiki drainase sinus dan mengurangi kebutuhan antibiotik. Efek mukolitik sineol bermanfaat pada pasien sinusitis kronis.
  4. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Eucalyptus globulus terhadap Bakteri Patogen Umum pada Sinusitis

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi in vitro)
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun Eucalyptus globulus menunjukkan aktivitas antibakteri dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar 0,5–2 mg/mL. Ekstrak lebih efektif terhadap S. pneumoniae dibandingkan bakteri lainnya.
  5. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Rinosinusitis: Fokus pada Eucalyptus dan Tanaman Lain

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Menganalisis 15 studi klinis dan 20 studi preklinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak spesifik, merangkum dosis dari studi yang diulas
    Temuan:
    Eucalyptus globulus (terutama sineol) memiliki bukti terkuat untuk pengobatan rinosinusitis akut dan kronis. Efek anti-inflamasi dan mukolitik menjadi mekanisme utama.


Cari: