Advertisement
Eucalyptus globulus, dikenal sebagai blue gum atau eukaliptus Tasmania, adalah pohon hijau abadi dari famili Myrtaceae yang berasal dari Tasmania dan Australia tenggara. Daunnya memperlihatkan dimorfisme: daun muda berhadapan, duduk, berwarna kebiruan hingga keabu-abuan, sedangkan daun dewasa tersusun berselang-seling, berbentuk lanset melengkung seperti sabit, menggantung, dan mengandung banyak kelenjar minyak. Adaptasi ini mengurangi penguapan, memantulkan cahaya, dan membantu pohon bertahan di lingkungan kering serta sering terbakar.
Berasal asli dari Australia dan Tasmania, tapi sekarang sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia. Tanaman ini suka banget sama sinar matahari penuh dan bisa tumbuh subur di tanah yang punya drainase baik. Karakteristik/ciri-ciri Eucalyptus Leaf (Eucalyptus globulus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Daun | Waktu masih muda bentuknya agak bulat atau oval, tapi kalau sudah dewasa bentuknya jadi memanjang seperti mata pisau atau sabit (lanceolate). |
| Ukuran | Daun dewasa biasanya punya panjang sekitar 10-30 cm dengan lebar 3-5 cm. |
| Tekstur Dan Permukaan | Permukaan daunnya halus, agak kaku (seperti kulit/leathery), dan punya lapisan lilin tipis yang bikin warnanya agak kebiruan atau hijau keabu-abuan. |
| Tulang Daun | Punya tulang daun menyirip yang sejajar dengan tepian daun dan ada kelenjar minyak yang tersebar merata (kalau diterawang ke cahaya bakal kelihatan bintik-bintik kecil). |
| Aroma | Khas banget, kalau daunnya diremas bakal keluar aroma segar yang tajam karena kandungan minyak atsiri (cineole) yang tinggi. |
| Posisi Daun | Tumbuh berselang-seling (alternate) di sepanjang batang dan punya tangkai daun (petiole) yang agak pipih. |
Daun eucalyptus (Eucalyptus globulus) dan ekstrak minyaknya umumnya aman bila digunakan dalam jumlah yang wajar, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama jika dikonsumsi secara oral atau digunakan dalam bentuk murni tanpa pengenceran. Efek samping yang paling sering terjadi pada penggunaan topikal adalah iritasi kulit, dermatitis kontak, dan sensasi terbakar, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau pada anak-anak. Minyak eucalyptus mengandung senyawa eukaliptol (sineol) yang bersifat sangat kuat dan dapat memicu reaksi alergi berupa kemerahan, ruam, gatal-gatal, hingga lepuh pada kulit jika tidak dicampur dengan minyak pembawa (carrier oil).