Adas untuk Sinusitis

Adas (Foeniculum vulgare) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Minyak Atsiri Adas (Foeniculum vulgare) sebagai Terapi Tambahan pada Rinosinusitis Kronis: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien dewasa dengan rinosinusitis kronis
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak atsiri (konsentrasi 2%) pada setiap lubang hidung, 2 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian minyak atsiri adas secara topikal selama 4 minggu secara signifikan memperbaiki skor gejala total dan kualitas hidup dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius.
  2. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Adas terhadap Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Isolat klinis Streptococcus pneumoniae (n=5) dan Haemophilus influenzae (n=5)
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi in vitro, konsentrasi ekstrak 0,25–4 mg/mL)
    Temuan:
    Ekstrak etanol adas menunjukkan aktivitas bakteriostatik dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) antara 0,5–1 mg/mL terhadap kedua patogen penyebab sinusitis. Efek bakterisidal tercapai pada konsentrasi 2 mg/mL.
  3. Efek Anti-inflamasi Ekstrak Foeniculum vulgare pada Mukosa Hidung Tikus yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental hewan
    Sampel:
    24 tikus Sprague-Dawley jantan
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kgBB/hari ekstrak etanol 70% secara oral selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak adas dosis 100 mg/kgBB menurunkan kadar TNF-α dan IL-6 secara signifikan serta mengurangi edema mukosa hidung pada tikus yang diinduksi LPS. Efek anti-inflamasi sebanding dengan deksametason dosis rendah.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Herbal dalam Pengobatan Rinosinusitis: Termasuk Adas

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 studi (termasuk 3 studi tentang adas) dengan total 1.234 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi (kisaran: 1–12 minggu, bentuk sediaan minyak atsiri, ekstrak, atau sirup)
    Temuan:
    Herbal yang mengandung adas secara signifikan memperbaiki skor gejala rinosinusitis (SMD -0,64; 95% CI -0,98 hingga -0,30) dibandingkan plasebo, meskipun heterogenitas antar studi cukup tinggi. Tidak ada perbedaan signifikan dalam efek samping.
  5. Pengaruh Semprotan Hidung Adas pada Pasien Rinosinusitis Akut: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dewasa dengan rinosinusitis akut tanpa komplikasi
    Dosis/Durasi:
    2 semprotan (≈0,2 mL) per lubang hidung, 3 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Semprotan hidung yang mengandung ekstrak adas 5% lebih efektif dalam mengurangi kongesti hidung dan sekret dibandingkan plasebo setelah 3 hari pengobatan. Perbaikan berlangsung hingga hari ke-7 tanpa efek iritasi.
  6. Sirup Adas untuk Rinosinusitis Akut pada Anak: Uji Klinis Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 anak usia 2–12 tahun dengan rinosinusitis akut
    Dosis/Durasi:
    1 ml/kgBB/hari sirup adas (setara 0,5 g ekstrak kering/5 ml), dibagi 3 dosis, selama 10 hari
    Temuan:
    Sirup adas (1 ml/kgBB/hari) mempercepat resolusi gejala seperti demam, batuk, dan sekret hidung dibandingkan plasebo, dengan median waktu perbaikan 4 hari vs 6 hari. Tidak ada efek samping gastrointestinal yang bermakna.


Cari: