Bawang Putih untuk Sinusitis

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Sinusitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Bawang Putih untuk Pilek Biasa: Tinjauan Sistematis Cochrane

    Tahun:
    2014
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 uji coba acak terkontrol dengan total 1.150 partisipan dewasa
    Dosis/Durasi:
    Suplemen bawang putih (allicin 180 mg/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih dapat mengurangi frekuensi pilek biasa, namun bukti masih terbatas. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Pencegahan Pilek Biasa dengan Suplemen Bawang Putih: Survei Double-blind Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2001
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    146 partisipan dewasa sehat
    Dosis/Durasi:
    Kapsul bawang putih (allicin 180 mg/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang menerima suplemen bawang putih mengalami lebih sedikit episode pilek dan durasi lebih pendek dibandingkan plasebo. Bawang putih juga mengurangi tingkat keparahan gejala.
  3. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih terhadap Rinosinusitis Kronis: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien dengan rinosinusitis kronis
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak bawang putih 250 mg dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih secara signifikan mengurangi skor gejala sinusitis dan meningkatkan kualitas hidup dibandingkan plasebo. Efek anti-inflamasi dan antimikroba bawang putih berperan dalam perbaikan.
  4. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih terhadap Patogen yang Diisolasi dari Pasien Sinusitis Kronis

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    50 isolat klinis dari pasien sinusitis kronis (Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada (studi in vitro); konsentrasi ekstrak 0,1–10 mg/mL
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap sebagian besar isolat dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar 0,5–2 mg/mL. Bawang putih berpotensi sebagai terapi adjuvan untuk sinusitis bakteri.
  5. Tinjauan Sistematis Pengobatan Herbal untuk Rinosinusitis

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    10 studi (termasuk 2 RCT tentang bawang putih) dengan total 1.200 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi, umumnya ekstrak bawang putih 250–500 mg/hari selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Bawang putih menunjukkan efek positif dalam mengurangi gejala rinosinusitis, namun kualitas bukti rendah hingga sedang. Diperlukan lebih banyak uji coba berkualitas tinggi untuk rekomendasi klinis.


Cari: