Advertisement
Dysphania ambrosioides, yang lebih dikenal sebagai epazote, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Amaranthaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner, terutama di Meksiko dan wilayah Andean. Epazote memiliki aroma khas yang kuat, sering digambarkan sebagai perpaduan antara mint, jeruk, dan minyak tanah, sehingga mudah dikenali. Daunnya yang bergerigi dan berwarna hijau tua mengandung senyawa aktif seperti ascaridole, limonene, dan p-cymene, yang memberikan sifat karminatif dan antiparasit. Di alam liar, epazote tumbuh liar di lahan terbuka, tepi sungai, dan area terganggu, menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah dan iklim.
Tanaman ini cukup tangguh dan bisa tumbuh liar di berbagai tempat seperti tepi jalan, lahan kosong, atau ladang. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan punya tanah yang cukup subur, tapi bisa juga adaptasi di lingkungan yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Pasote (Dysphania ambrosioides):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Tumbuhan terna atau semak pendek yang tingginya bisa mencapai 1 meter, punya bau khas yang cukup menyengat kalau daunnya diremas. |
| Batang | Batangnya bercabang-cabang, kadang warnanya agak kehijauan atau kemerahan, dan teksturnya berbulu halus. |
| Daun | Daunnya berbentuk lonjong dengan pinggiran yang bergerigi tidak beraturan atau berlekuk. Permukaan daunnya punya kelenjar minyak yang bikin baunya wangi kuat. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil banget, warnanya hijau, dan muncul dalam kelompok kecil di ketiak daun atau di ujung batang. |
| Buah Dan Biji | Buahnya sangat kecil, kering, dan membungkus biji yang berukuran mikro, berwarna hitam atau cokelat gelap. |
| Akar | Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat buat menyokong pertumbuhannya di tanah. |
8 Manfaat Pasote untuk kesehatan.
Senyawa fenolik dan flavonoid dalam kemangi (seperti asam rosmarinat, apigenin, dan luteolin) mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE, serta mengurangi stres oksidatif intraseluler.
Eugenol dan linalool menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui jalur MAPK dan PI3K/Akt. Asam rosmarinat juga menghambat lipoxygenase dan siklooksigenase.
Minyak atsiri kemangi (terutama linalool, estragol, dan 1,8-sineol) merusak membran sel bakteri dan jamur, mengganggu potensial membran, serta menginhibisi sintesis ergosterol pada jamur. Juga menghambat adhesi dan pembentukan biofilm Streptococcus mutans dan Candida albicans.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pasote.
Interaksi & Kontraindikasi Pasote dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Pasote (Dysphania ambrosioides), yang dikenal juga sebagai epazote, mengandung minyak atsiri dengan komponen utama askaridol (ascaridole). Senyawa ini bersifat anthelmintik (pembasmi cacing) yang kuat, namun juga memiliki toksisitas yang signifikan pada dosis tinggi atau ketika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak murni seperti minyak pasote. Keracunan askaridol dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan organ internal, memicu gejala akut seperti pusing berat, muntah, nyeri lambung, kejang, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan berlebihan atau tidak tepat dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan parah pada hati (hepatotoksisitas) dan ginjal (nefrotoksisitas), yang berpotensi berakibat fatal.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pasote.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pasote.