Pasote

Epazote | Dysphania ambrosioides
Pasote
Nama
Pasote (Epazote)
Nama Latin/Ilmiah
Dysphania ambrosioides
Bagian Digunakan
Daun dan Batang Muda
Rasa
Pungent, earthy, and slightly bitter

Nama Lain
Paico (Peru), apazote (Guatemala), Mexican tea (Inggris), wormseed (Amerika Serikat), herbe à vers (Prancis)
Asal
Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan
Kandungan Utama
Ascariol, p-simen, limonen

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pasote

Dysphania ambrosioides, yang lebih dikenal sebagai epazote, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Amaranthaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kuliner, terutama di Meksiko dan wilayah Andean. Epazote memiliki aroma khas yang kuat, sering digambarkan sebagai perpaduan antara mint, jeruk, dan minyak tanah, sehingga mudah dikenali. Daunnya yang bergerigi dan berwarna hijau tua mengandung senyawa aktif seperti ascaridole, limonene, dan p-cymene, yang memberikan sifat karminatif dan antiparasit. Di alam liar, epazote tumbuh liar di lahan terbuka, tepi sungai, dan area terganggu, menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah dan iklim.

Baca Lebih Lanjut
Update: 10 Agu 2026 - 21:40:03
 

II. Ciri-ciri Pasote

Tanaman ini cukup tangguh dan bisa tumbuh liar di berbagai tempat seperti tepi jalan, lahan kosong, atau ladang. Suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan punya tanah yang cukup subur, tapi bisa juga adaptasi di lingkungan yang agak kering. Karakteristik/ciri-ciri Pasote (Dysphania ambrosioides):

Bagian Ciri-Ciri
Perawakan Tumbuhan terna atau semak pendek yang tingginya bisa mencapai 1 meter, punya bau khas yang cukup menyengat kalau daunnya diremas.
Batang Batangnya bercabang-cabang, kadang warnanya agak kehijauan atau kemerahan, dan teksturnya berbulu halus.
Daun Daunnya berbentuk lonjong dengan pinggiran yang bergerigi tidak beraturan atau berlekuk. Permukaan daunnya punya kelenjar minyak yang bikin baunya wangi kuat.
Bunga Bunganya kecil-kecil banget, warnanya hijau, dan muncul dalam kelompok kecil di ketiak daun atau di ujung batang.
Buah Dan Biji Buahnya sangat kecil, kering, dan membungkus biji yang berukuran mikro, berwarna hitam atau cokelat gelap.
Akar Punya sistem perakaran tunggang yang cukup kuat buat menyokong pertumbuhannya di tanah.

III. Manfaat Pasote

8 Manfaat Pasote untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Antioksidan

    Senyawa fenolik dan flavonoid dalam kemangi (seperti asam rosmarinat, apigenin, dan luteolin) mendonorkan elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE, serta mengurangi stres oksidatif intraseluler.

    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi

    Eugenol dan linalool menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) melalui jalur MAPK dan PI3K/Akt. Asam rosmarinat juga menghambat lipoxygenase dan siklooksigenase.

    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas (Infeksi Oral dan Saluran Napas)

    Minyak atsiri kemangi (terutama linalool, estragol, dan 1,8-sineol) merusak membran sel bakteri dan jamur, mengganggu potensial membran, serta menginhibisi sintesis ergosterol pada jamur. Juga menghambat adhesi dan pembentukan biofilm Streptococcus mutans dan Candida albicans.

    Senyawa Aktif: Linalool, Estragol (metil chavicol), 1,8-Sineol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Pasote

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pasote.

  1. Ascaridole

    Golongan: Terpenoid (Monoterpenoid peroksida)
    Bagian Tanaman: Daun, batang, biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Antelmintik (terutama Terhadap Cacing Gelang Dan Cacing Tambang), Antimalaria, Antioksidan.
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Monoterpen)
    Bagian Tanaman: Daun, minyak atsiri
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antimikroba, Analgesik.
    Tampilkan
  3. Golongan: Terpenoid (Monoterpen)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antioksidan, Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Pasote

Interaksi & Kontraindikasi Pasote dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Sangat Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi mutlak. Epazote bersifat abortifacient dan toksik bagi janin. Hindari penggunaan selama kehamilan. (Referensi: NIH, Drugs and Lactation Database)

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Tidak dianjurkan karena senyawa toksik (ascaridole) dapat diekskresikan ke ASI dan membahayakan bayi. (Referensi: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants)

  3. Anak-anak (terutama di bawah 12 tahun)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Risiko keracunan ascaridole lebih tinggi pada anak. Hindari penggunaan oral. (Referensi: American Academy of Pediatrics, Poison Control Data)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Pasote

Pasote (Dysphania ambrosioides), yang dikenal juga sebagai epazote, mengandung minyak atsiri dengan komponen utama askaridol (ascaridole). Senyawa ini bersifat anthelmintik (pembasmi cacing) yang kuat, namun juga memiliki toksisitas yang signifikan pada dosis tinggi atau ketika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak murni seperti minyak pasote. Keracunan askaridol dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan organ internal, memicu gejala akut seperti pusing berat, muntah, nyeri lambung, kejang, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan berlebihan atau tidak tepat dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan parah pada hati (hepatotoksisitas) dan ginjal (nefrotoksisitas), yang berpotensi berakibat fatal.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Pasote

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Pasote.

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antiparasit dan Farmakologi Dysphania ambrosioides (Pasote)

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Tinjauan ini mengonfirmasi bahwa minyak atsiri pasote, terutama ascaridole, memiliki aktivitas anthelmintik, leishmanisidal, dan insektisidal. Namun, sebagian besar bukti masih berasal dari studi praklinis sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut.
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antiinflamasi dan Antinosiseptif Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides pada Mencit

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Minyak atsiri D. ambrosioides menurunkan edema kaki yang diinduksi karagenan dan mengurangi jumlah geliat pada uji asam asetat. Efek antiinflamasi berkaitan dengan penghambatan mediator inflamasi.
    Tampilkan
  3. Aktivitas Anthelmintik Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides terhadap Telur dan Larva Haemonchus contortus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Minyak atsiri pasote menghambat penetasan telur dan menyebabkan kematian larva L3 secara tergantung dosis. Efek anthelmintik ini didukung oleh kandungan ascaridole dan p-cymene.
    Tampilkan

VIII. FAQ Pasote

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pasote.

Apa itu epazote dan bagaimana penggunaan sehari-harinya dalam masakan?
Epazote (Dysphania ambrosioides, sebelumnya Chenopodium ambrosioides) adalah herba aromatik yang lazim digunakan dalam masakan Meksiko dan Amerika Tengah untuk membumbui hidangan kacang-kacangan, sup, dan tumisan. Daun segar atau kering ditambahkan saat memasak karena dipercaya dapat mengurangi produksi gas usus yang disebabkan oleh kacang. Secara fitokimia, epazote mengandung senyawa volatil seperti ascaridole, limonene, dan p-cymene (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2004, 52(6), 1731-1735).
Apakah epazote aman dikonsumsi secara rutin dalam jumlah kecil?
Konsumsi epazote dalam jumlah kecil sebagai bumbu masakan umumnya dianggap aman pada orang dewasa sehat. Namun, penggunaan harian dalam dosis besar tidak dianjurkan karena kandungan ascaridole yang bersifat toksik pada dosis tinggi. Minyak atsiri epazote yang mengandung ascaridole dapat menyebabkan iritasi mukosa dan kerusakan hati jika dikonsumsi berlebihan (WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Vol. 2, 2002, hlm. 70-79).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi epazote?
Efek samping umumnya terkait dengan dosis tinggi atau penggunaan minyak esensial murni. Gejala dapat meliputi mual, muntah, diare, pusing, sakit kepala, dan dalam kasus overdosis dapat terjadi depresi sistem saraf pusat, kejang, bahkan koma. Senyawa ascaridole bersifat neurotoksik dan hepatotoksik pada dosis besar (Toxicology Reports, 2015, 2, 1171-1178). Penggunaan pada penderita gangguan hati atau ginjal harus dihindari.
Apakah epazote aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak disarankan. Epazote, terutama ekstrak atau minyaknya, bersifat uterotonik dan dapat merangsang kontraksi rahim, sehingga berpotensi menyebabkan keguguran. Ascaridole juga dapat melewati plasenta. Pada ibu menyusui, senyawa aktif dapat terdeteksi dalam ASI dan membahayakan bayi. American Herbal Products Association mengklasifikasikan epazote sebagai herba yang tidak aman selama kehamilan (AHPA Botanical Safety Handbook, 2nd ed., 2013, hlm. 307-308).
Bolehkah epazote diberikan pada bayi dan anak-anak?
Tidak disarankan. Sistem detoksifikasi pada bayi dan anak-anak masih belum matang, sehingga risiko toksisitas lebih tinggi. Beberapa laporan kasus menunjukkan keracunan ascaridole pada anak-anak setelah penggunaan epazote sebagai obat cacing tradisional, yang menyebabkan kejang, gangguan pernapasan, dan kerusakan hati. Dosis aman pada anak belum pernah ditetapkan (Pediatric Emergency Care, 2005, 21(8), 528-530).
Bagaimana epazote digunakan sebagai obat tradisional?
Dalam pengobatan tradisional Amerika Latin, epazote digunakan sebagai antelmintik (obat cacing), terutama untuk mengatasi infeksi cacing gelang dan cacing kremi. Bagian yang digunakan adalah daun segar atau rebusan. Namun, penelitian modern menunjukkan efektivitas antelmintik yang rendah dan risiko toksisitas yang signifikan. Saat ini lebih banyak digunakan secara eksternal sebagai repelen serangga atau antijamur pada kulit. Journal of Ethnopharmacology (2008, 116(3), 461-467) melaporkan aktivitas antimikroba tetapi menekankan batas keamanan yang sempit.
Senyawa aktif apa yang paling berperan dalam efek biologis epazote?
Senyawa utama adalah ascaridole, suatu peroksida terpenoid siklik yang memberikan bau khas dan sebagian besar aktivitas farmakologis maupun toksiknya. Ascaridole bersifat antihelmintik, antimikroba, dan antifungi, tetapi juga oksidan kuat yang dapat merusak sel. Senyawa lain seperti limonene, α-terpinene, dan p-cymene juga berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (Phytochemistry, 2000, 53(5), 553-557). Konsentrasi ascaridole bervariasi tergantung varietas, lokasi tumbuh, dan waktu panen.
Apakah epazote berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Karena efeknya pada enzim hati, epazote berpotensi mempengaruhi metabolisme obat yang dimetabolisme oleh enzim sitokrom P450, khususnya CYP3A4. Hal ini dapat mengubah kadar obat dalam darah, terutama obat dengan indeks terapi sempit (misalnya warfarin, antikonvulsan). Selain itu, sifat diuretik ringan epazote dapat memperkuat efek obat diuretik atau antihipertensi. Data interaksi klinis terbatas, sehingga disarankan konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen epazote (Natural Medicines Comprehensive Database, 2023).

Angdan

Levisticum officinale

Ketumbar Bolivia

Porophyllum ruderale

Cari: