Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antiparasit dan Farmakologi Dysphania ambrosioides (Pasote)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    30 artikel jurnal Scopus/PubMed yang membahas aktivitas antiparasit dan farmakologi D. ambrosioides hingga 2022
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi pustaka)
    Temuan:
    Tinjauan ini mengonfirmasi bahwa minyak atsiri pasote, terutama ascaridole, memiliki aktivitas anthelmintik, leishmanisidal, dan insektisidal. Namun, sebagian besar bukti masih berasal dari studi praklinis sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut.
  2. Aktivitas Antiinflamasi dan Antinosiseptif Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides pada Mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 mencit Swiss jantan (25-30 g), dibagi dalam 6 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 1, 10, dan 100 mg/kg per oral, diberikan 30 menit sebelum induksi; pengamatan selama 4 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri D. ambrosioides menurunkan edema kaki yang diinduksi karagenan dan mengurangi jumlah geliat pada uji asam asetat. Efek antiinflamasi berkaitan dengan penghambatan mediator inflamasi.
  3. Aktivitas Anthelmintik Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides terhadap Telur dan Larva Haemonchus contortus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Penelitian eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Telur dan larva L3 Haemonchus contortus (n=100 per ulangan, 4 ulangan)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,625–10 mg/mL; inkubasi 48 jam untuk telur dan 72 jam untuk larva
    Temuan:
    Minyak atsiri pasote menghambat penetasan telur dan menyebabkan kematian larva L3 secara tergantung dosis. Efek anthelmintik ini didukung oleh kandungan ascaridole dan p-cymene.
  4. Efek Sitotoksik dan Proapoptosis Ekstrak Etanolik Dysphania ambrosioides pada Sel Kanker Kolorektal

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HCT-116 dan HT-29 manusia yang dipapar ekstrak dengan konsentrasi 0–200 µg/mL
    Dosis/Durasi:
    IC50 sekitar 75 µg/mL pada sel HCT-116; paparan selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak etanolik pasote menurunkan viabilitas sel dan menginduksi apoptosis melalui aktivasi kaspase-3. Kandungan flavonoid dan asam fenolat diduga berperan dalam efek antikanker.
  5. Aktivitas Larvasida Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides terhadap Aedes aegypti

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Penelitian eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Larva instar III Aedes aegypti (n=25 per kelompok, 4 ulangan)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri D. ambrosioides menunjukkan LC50 sebesar 45 µg/mL terhadap larva A. aegypti setelah 24 jam. Formulasi nanoemulsi meningkatkan efektivitas larvasida minyak atsiri ini.
  6. Aktivitas Antibakteri dan Antijamur Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides terhadap Patogen Pangan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Penelitian eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Strain Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans ATCC 10231
    Dosis/Durasi:
    MIC 0,5–4 µL/mL; MBC/MFC 2–8 µL/mL menggunakan metode mikrodilusi
    Temuan:
    Minyak atsiri D. ambrosioides menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif dan C. albicans dengan zona hambat 12–24 mm. Penghambatan lebih kuat terjadi pada kondisi pH asam.
  7. Aktivitas Antileishmania Minyak Atsiri Dysphania ambrosioides terhadap Leishmania amazonensis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Penelitian eksperimental in vitro
    Sampel:
    Promastigot dan amastigot Leishmania amazonensis serta makrofag peritoneum mencit
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5–50 µg/mL selama 24 dan 48 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri pasote menghambat pertumbuhan promastigot dan amastigot L. amazonensis secara signifikan dengan IC50 rendah. Toksisitas terhadap makrofag relatif rendah sehingga indeks selektivitasnya baik.

Advertisement


Cari: