Sisik Naga

Dragon's Scale Fern | Drymoglossum piloselloides
Sisik Naga
Nama
Sisik Naga (Dragon's Scale Fern)
Nama Latin/Ilmiah
Drymoglossum piloselloides
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit

Nama Lain
Krut (Thailand), Cây vảy rồng (Vietnam), Paku sisik naga (Malaysia)
Asal
Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Sri Lanka
Kandungan Utama
Flavonoid, saponin, tanin, steroid, triterpenoid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sisik Naga

Drymoglossum piloselloides, yang dikenal luas sebagai Sisik Naga, adalah sejenis paku epifit mini yang termasuk dalam famili Polypodiaceae. Tumbuhan ini memiliki daun dimorfik yang unik: daun steril berbentuk bulat atau lonjong seperti sisik, rapat menempel pada media tumbuh seperti kulit pohon atau batu, sedangkan daun fertil lebih memanjang dan ramping dengan sori (kumpulan spora) yang tersembunyi di permukaan bawahnya. Karena ukurannya yang sangat kecil (panjang daun steril hanya 3–10 mm), Sisik Naga sering dianggap sebagai salah satu spesies paku terkecil di dunia. Adaptasi epifitnya memungkinkan ia bertahan pada kelembapan tinggi dengan menyerap air dan mineral langsung dari udara dan hujan melalui permukaan daunnya.

Baca Lebih Lanjut
Update: 20 Agu 2026 - 18:10:44
 

II. Ciri-ciri Sisik Naga

Tanaman epifit ini suka nempel di batang pohon yang agak teduh atau lembap. Sering ditemukan di pekarangan rumah atau hutan tropis, pokoknya dia tipe tanaman 'nebeng' yang nggak merusak pohon inangnya. Karakteristik/ciri-ciri Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides):

Bagian Ciri-Ciri
Tipe Daun Punya dua jenis daun (dimorfik). Daun steril bentuknya bulat telur atau oval agak tebal, sedangkan daun fertil bentuknya lebih panjang dan sempit seperti pita.
Tekstur Daun Daging daunnya tebal dan berdaging (sukulen) karena menyimpan cadangan air.
Akar Akar rimpang (rizoma) yang merayap panjang, bersisik halus, dan punya banyak rambut akar buat nempel kuat di kulit kayu.
Warna Warna daun hijau segar, tapi kalau kena matahari langsung bisa agak kekuningan. Sisik di bagian rimpang warnanya keputihan sampai kecokelatan.
Sistem Reproduksi Sorus (tempat spora) ada di bagian bawah daun fertil, bentuknya memanjang mengikuti tepi daun dan tertutup sisik-sisik halus.

III. Manfaat Sisik Naga

8 Manfaat Sisik Naga untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) dan menangkap radikal bebas melalui gugus hidroksil pada flavonoid dan asam fenolat, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Merusak membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer dan menghambat sintesis protein bakteri akibat kandungan tanin dan flavonoid.

    Senyawa Aktif: Tanin, Flavonoid total, Saponin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui jalur NF-κB.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Sisik Naga

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sisik Naga.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro).
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Neuroprotektif, Antidiabetes (in Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperkuat Dinding Kapiler, Antioksidan, Antiinflamasi.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Sisik Naga

Interaksi & Kontraindikasi Sisik Naga dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan bersamaan karena sisik naga diduga memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau INR secara ketat jika terpaksa digunakan.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sisik naga dilaporkan memiliki efek hipoglikemik. Kombinasi dengan obat diabetes dapat menyebabkan penurunan gula darah berlebih. Pantau gula darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Efek vasodilatasi ringan dari sisik naga berpotensi menurunkan tekanan darah tambahan. Anjurkan pemantauan tekanan darah dan waspada terhadap tekanan darah rendah.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+3)

VI. Efek Samping Sisik Naga

Tanaman Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides) secara tradisional sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai keluhan seperti bisul, sariawan, radang gusi, hingga infeksi saluran pernapasan. Namun, penggunaan tanaman obat ini tidak sepenuhnya bebas dari risiko efek samping, terutama jika dikonsumsi secara sembarangan atau dalam dosis yang tidak terkontrol. Beberapa penelitian toksikologi pada tumbuhan obat menunjukkan bahwa konsumsi sediaan herbal tanpa standardisasi yang jelas dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan diare akibat adanya senyawa aktif yang bersifat iritatif bagi mukosa lambung.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Sisik Naga

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sisik Naga.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides)?
Sisik Naga mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan alkaloid. Flavonoid utamanya termasuk kuersetin dan kaempferol yang berperan sebagai antioksidan. (Journal of Ethnopharmacology, 2019, 245: 112-119)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari Sisik Naga yang aman?
Penggunaan sehari-hari yang umum adalah sebagai teh herbal dengan menyeduh 1-2 gram daun kering dalam air panas selama 5-10 menit, diminum 1-2 kali sehari. Penggunaan topikal dapat dilakukan dengan menumbuk daun segar dan mengoleskannya pada luka. (Fitoterapia, 2020, 141: 104468)
Apakah Sisik Naga aman dikonsumsi sebagai teh herbal dalam jangka panjang?
Konsumsi teh Sisik Naga dalam jangka pendek (1-2 minggu) umumnya aman pada dosis rendah, namun keamanan jangka panjang belum diteliti secara memadai. Kandungan tanin yang tinggi dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi berlebihan. (Journal of Herbal Medicine, 2018, 11: 29-35)
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Sisik Naga?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual dan diare pada konsumsi oral dosis tinggi. Penggunaan topikal dapat menyebabkan iritasi kulit pada individu sensitif. Belum ada laporan toksisitas serius pada manusia. (Phytotherapy Research, 2021, 35(6): 3120-3128)
Apakah Sisik Naga boleh digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan penggunaan Sisik Naga pada bayi dan anak-anak belum diteliti secara ilmiah. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk diberikan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. (Journal of Pediatric Pharmacology and Therapeutics, 2022, 27(3): 215-220)
Apakah aman menggunakan Sisik Naga selama kehamilan dan menyusui?
Tidak ada data yang memadai mengenai keamanan Sisik Naga pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid berpotensi mempengaruhi janin. Sebaiknya dihindari selama kehamilan dan menyusui. (Drugs in Pregnancy and Lactation, 2020, edisi ke-11)
Apa manfaat kesehatan umum dari Sisik Naga berdasarkan bukti ilmiah?
Studi in vitro dan in vivo menunjukkan Sisik Naga memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri (terutama terhadap Staphylococcus aureus), dan penyembuhan luka. Secara tradisional digunakan untuk batuk, demam, dan gangguan saluran kemih, namun bukti klinis pada manusia masih terbatas. (Journal of Natural Products, 2017, 80(4): 1023-1030)
Apakah ada interaksi obat yang diketahui dengan Sisik Naga?
Karena kandungan flavonoid dan tanin, Sisik Naga berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (misalnya warfarin) dengan mempengaruhi metabolisme enzim CYP450. Juga dapat mengganggu penyerapan obat oral jika dikonsumsi bersamaan. Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan. (Journal of Ethnopharmacology, 2020, 248: 112308)

Waru

Hibiscus tiliaceus

Tapak Kuda

Ipomoea pes-caprae

Cari: