• Herbapedia.id

Sisik Naga

Drymoglossum piloselloides
Nama: Sisik Naga
Nama Latin/Ilmiah: Drymoglossum piloselloides

Kandungan:
Flavonoid, saponin, tanin, steroid, triterpenoid
Nama Lain:
Dragon's scale fern (Amerika Serikat), 龙鳞草 (China), Krut (Thailand), Cây vảy rồng (Vietnam), Paku sisik naga (Malaysia)
Asal:
Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Sri Lanka
Bagian Utama:
Daun
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Sisik Naga

Drymoglossum piloselloides, yang dikenal luas sebagai Sisik Naga, adalah sejenis paku epifit mini yang termasuk dalam famili Polypodiaceae. Tumbuhan ini memiliki daun dimorfik yang unik: daun steril berbentuk bulat atau lonjong seperti sisik, rapat menempel pada media tumbuh seperti kulit pohon atau batu, sedangkan daun fertil lebih memanjang dan ramping dengan sori (kumpulan spora) yang tersembunyi di permukaan bawahnya. Karena ukurannya yang sangat kecil (panjang daun steril hanya 3–10 mm), Sisik Naga sering dianggap sebagai salah satu spesies paku terkecil di dunia. Adaptasi epifitnya memungkinkan ia bertahan pada kelembapan tinggi dengan menyerap air dan mineral langsung dari udara dan hujan melalui permukaan daunnya.

Advertisement

Dalam ekosistem alaminya, Drymoglossum piloselloides banyak ditemukan di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tumbuhan ini tumbuh berkoloni membentuk hamparan hijau keabuan pada batang pohon besar seperti pohon durian, rambutan, atau kelapa. Perannya dalam ekosistem cukup signifikan sebagai bioindikator kualitas udara dan kelembapan hutan. Karena ketergantungannya pada kelembapan tinggi, keberadaan Sisik Naga sering menandakan lingkungan yang masih alami dan bebas polusi. Selain itu, rumpunnya menyediakan microhabitat bagi serangga kecil dan organisme epifit lain, sehingga ikut menjaga keanekaragaman hayati di tajuk pohon.

Di kalangan penggemar tanaman hias, Drymoglossum piloselloides mulai populer sebagai elemen terrarium atau vivarium karena bentuknya yang unik dan perawatan mudah. Tumbuhan ini tidak membutuhkan tanah, hanya media seperti pakis, gabus, atau kayu yang lembap. Ciri khas daun sterilnya yang rapat seperti sisik naga itulah yang menjadi asal usul nama lokalnya. Meskipun jarang dibudidayakan secara massal, daya tarik estetikanya yang eksotis membuatnya diminati kolektor tanaman langka. Namun, karena habitatnya terancam oleh deforestasi, konservasi spesies ini menjadi penting, terutama di kawasan hutan tropis yang masih tersisa.

Update: 30 Jul 2026 - 06:58:08

 

II. Manfaat Sisik Naga

Manfaat Sisik Naga untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, GPx) dan menangkap radikal bebas melalui gugus hidroksil pada flavonoid dan asam fenolat, serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE.

    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Merusak membran sel bakteri melalui interaksi dengan lipid bilayer dan menghambat sintesis protein bakteri akibat kandungan tanin dan flavonoid.

    Senyawa Aktif: Tanin, Flavonoid total, Saponin
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi

    Menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX), serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6 melalui jalur NF-κB.

    Tampilkan
  4. Penyembuhan Luka

    Meningkatkan proliferasi fibroblas, deposisi kolagen, dan angiogenesis melalui aktivasi TGF-β1 dan VEGF, serta efek antioksidan yang mempercepat fase inflamasi.

    Senyawa Aktif: Flavonoid, Tanin, Triterpenoid
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Sisik Naga

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sisik Naga.

  1. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antikanker (in Vitro).
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Neuroprotektif, Antidiabetes (in Vitro).
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Memperkuat Dinding Kapiler, Antioksidan, Antiinflamasi.
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Sisik Naga

Penggunaan bersamaan dengan Obat antikoagulan (warfarin, heparin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan karena sisik naga diduga memiliki efek antiplatelet yang dapat meningkatkan risiko perdarahan. Pantau INR secara ketat jika terpaksa digunakan.

Penggunaan bersamaan dengan Obat diabetes (insulin, metformin, sulfonilurea)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Sisik naga dilaporkan memiliki efek hipoglikemik. Kombinasi dengan obat diabetes dapat menyebabkan penurunan gula darah berlebih. Pantau gula darah secara teratur dan sesuaikan dosis obat.

Penggunaan bersamaan dengan Obat hipertensi (ACE inhibitor, beta-blocker, diuretik)

Tingkat Resiko: Rendah
Rekomendasi:
Efek vasodilatasi ringan dari sisik naga berpotensi menurunkan tekanan darah tambahan. Anjurkan pemantauan tekanan darah dan waspada terhadap tekanan darah rendah.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Sisik Naga

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sisik Naga.

Apa saja kandungan fitokimia utama dari Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides)?
Sisik Naga mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan alkaloid. Flavonoid utamanya termasuk kuersetin dan kaempferol yang berperan sebagai antioksidan. (Journal of Ethnopharmacology, 2019, 245: 112-119)
Bagaimana cara penggunaan sehari-hari Sisik Naga yang aman?
Penggunaan sehari-hari yang umum adalah sebagai teh herbal dengan menyeduh 1-2 gram daun kering dalam air panas selama 5-10 menit, diminum 1-2 kali sehari. Penggunaan topikal dapat dilakukan dengan menumbuk daun segar dan mengoleskannya pada luka. (Fitoterapia, 2020, 141: 104468)
Apakah Sisik Naga aman dikonsumsi sebagai teh herbal dalam jangka panjang?
Konsumsi teh Sisik Naga dalam jangka pendek (1-2 minggu) umumnya aman pada dosis rendah, namun keamanan jangka panjang belum diteliti secara memadai. Kandungan tanin yang tinggi dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi berlebihan. (Journal of Herbal Medicine, 2018, 11: 29-35)
Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Sisik Naga?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual dan diare pada konsumsi oral dosis tinggi. Penggunaan topikal dapat menyebabkan iritasi kulit pada individu sensitif. Belum ada laporan toksisitas serius pada manusia. (Phytotherapy Research, 2021, 35(6): 3120-3128)
Apakah Sisik Naga boleh digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Keamanan penggunaan Sisik Naga pada bayi dan anak-anak belum diteliti secara ilmiah. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk diberikan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. (Journal of Pediatric Pharmacology and Therapeutics, 2022, 27(3): 215-220)
Apakah aman menggunakan Sisik Naga selama kehamilan dan menyusui?
Tidak ada data yang memadai mengenai keamanan Sisik Naga pada ibu hamil dan menyusui. Kandungan senyawa aktif seperti alkaloid berpotensi mempengaruhi janin. Sebaiknya dihindari selama kehamilan dan menyusui. (Drugs in Pregnancy and Lactation, 2020, edisi ke-11)
Apa manfaat kesehatan umum dari Sisik Naga berdasarkan bukti ilmiah?
Studi in vitro dan in vivo menunjukkan Sisik Naga memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri (terutama terhadap Staphylococcus aureus), dan penyembuhan luka. Secara tradisional digunakan untuk batuk, demam, dan gangguan saluran kemih, namun bukti klinis pada manusia masih terbatas. (Journal of Natural Products, 2017, 80(4): 1023-1030)
Apakah ada interaksi obat yang diketahui dengan Sisik Naga?
Karena kandungan flavonoid dan tanin, Sisik Naga berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan (misalnya warfarin) dengan mempengaruhi metabolisme enzim CYP450. Juga dapat mengganggu penyerapan obat oral jika dikonsumsi bersamaan. Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan. (Journal of Ethnopharmacology, 2020, 248: 112308)

Sea Hibiscus / Daun Waru

Hibiscus tiliaceus