Kasifikasi ilmiah Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides)
Author: (L.) C.Presl
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Pteridophyta |
| Subdivisi: | Polypodiophytina |
| Kelas: | Polypodiopsida |
| Subkelas: | Polypodiidae |
| Ordo: | Polypodiales |
| Famili: | Polypodiaceae |
| Subfamili: | Drymoglossoideae |
| Tribus: | Polypodieae |
| Genus: | Drymoglossum |
| Spesies: | Drymoglossum piloselloides |
Drymoglossum piloselloides atau yang lebih akrab dikenal sebagai sisik naga merupakan tanaman paku epifit yang sering kita temukan menempel pada batang pohon tua atau dinding yang lembap. Tanaman ini memiliki ciri khas berupa daun kecil yang berbentuk lonjong seperti koin atau lidah, dengan tekstur yang agak tebal dan berdaging, serta biasanya tumbuh merambat membentuk hamparan yang cantik dan eksotis di tempat tumbuhnya.
Selain tampilannya yang unik, tanaman ini sudah lama dikenal masyarakat kita sebagai tanaman herbal. Banyak orang percaya kalau daun sisik naga ini punya khasiat luar biasa untuk membantu meredakan berbagai masalah kesehatan, mulai dari batuk, sariawan, hingga radang kulit. Karena sifatnya yang mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan rumit, nggak heran kalau banyak pecinta tanaman hias yang juga mulai meliriknya untuk menghiasi taman gantung di rumah.
Advertisement