Kasifikasi ilmiah Pasote (Dysphania ambrosioides)
Author: (L.) Mosyakin & Clemants
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Caryophyllidae |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Amaranthaceae |
| Subfamili: | Chenopodioideae |
| Tribus: | Dysphanieae |
| Genus: | Dysphania |
| Spesies: | Dysphania ambrosioides |
Dysphania ambrosioides, atau yang lebih dikenal dengan nama kenop atau epazote, adalah tumbuhan terna semusim yang memiliki aroma sangat khas dan menyengat. Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di ladang atau pekarangan rumah, dengan bentuk daun bergerigi yang unik dan bunga-bunga kecil yang tersusun dalam malai. Meskipun baunya bagi sebagian orang terasa tajam, tanaman ini sudah lama dimanfaatkan sebagai bumbu dapur di berbagai belahan dunia untuk memberikan rasa unik pada masakan.
Di dunia pengobatan tradisional, tanaman ini sering dicari karena khasiatnya yang dipercaya mampu mengatasi masalah pencernaan dan membantu membasmi cacing dalam tubuh. Namun, perlu hati-hati saat menggunakannya karena minyak atsiri yang terkandung di dalamnya cukup kuat, sehingga sebaiknya digunakan dalam dosis yang tepat. Bagi para penggemar tanaman herbal, epazote menjadi salah satu koleksi wajib yang menarik karena ketangguhannya dalam beradaptasi dengan lingkungan tropis maupun subtropis.
Advertisement